
Di medan perbukitan terlihat seorang pemuda, ia berdiri gagah dengan peluncur roket di tangannya. di hadapannya terlihat seekor naga zombie raksasa yang menatapnya sambil menggeram, murka.
"menyerah-lah dengan takdirmu kadal!... kau sudah mati... sekarang, beristirahatlah dengan tenang! " teriakku sambil menatap naga zombie.
"tidak!!!, anakku!, dendamku!!, kalian harus membayar semuanya!! " teriak naga itu dengan ekspresi gila, ia kembali membaca mantra untuk membangkitkan mayat monster, tapi itu gagal.
"kenapa!.. bangkitlah!!! " teriak naga zombie dengan expresi sedih.
"maaf naga agung! itu mustahil karena mereka sudah di sucikan!... aku mohon agar anda mau untuk di sucikan dan beristirahatlah dengan tenang beserta keturunan anda! " teriak mage Riz sambil memohon dari atas tembak batu.
ketika itu naga zombie terlihat putus asa, ia terlihat gelisah sambil berkata "hahahaha...sekarang aku tau kelemahan kalian, kalian telah membunuh keturunanku maka aku akan menghancurkan keturunan kalian. " ucap naga zombie, ia terbang ke arah gua dan membangkitkan puluhan monster dan wivern yang ada di dalam gua.
"Felix ini bahaya! " teriak Riz.
"aku tau!.. sekarang bakar seluruh mayat di dalam gua itu sebelum mereka semua bangkit! " teriakku memberi perintah.
puluhan mage yang di pimpin oleh Riz langsung membaca mantra, mereka langsung membakar mayat itu dengan api.
(ini pilih yang tepat karena mayat yang gosong tidak mungkin bangkit) pikirku.
puluhan mayat itu bangkit dengan keadaan terbakar. beberapa monster kehilangan sayapnya, kepalanya dan beberapa bagian tubuhnya tapi kelemahan utamanya adalah inti batu permata yang ada di jantungnya. atau sihir penyucian agar mereka bisa kembali mati.
__ADS_1
monster zombie itu terdiri dari monster berjenis kadal terbang dan karnivora, ada juga zombie manusia yang terdiri dari manusia yang mati di dalam gua,
monster itu sangat lemah karena kehilangan anggota tubuhnya. mereka berlari ke arah pasukan yang bersiaga.
melihat itu, aku langsung menembakkan roket bertipe es kearah kawanan monster. membuat sebagian dari mereka membeku.
"serang!!!" teraikku memberi arahan.
mendengar perintah itu, para petarung langsung berlari ke arah monster dan membendung mereka, tapi anehnya, monster itu menghiraukan kehadiran petarung dan malah membuat formasi untuk menembus pasukan.
pasukan di buat kewalahan oleh kawanan monster zombie itu. beberapa monster yang kuat menghadang pasukan dengan tubuh mereka lalu membiarkan monster yang lain untuk maju mendahuluinya.
mereka berlari kearah benteng dan membentuk sebuah jembatan dari tubuh mereka.
"hancurkan mereka" teriakku.
(sial, bila aku menembakkan roket api, sudah pasti pasukanku ikut terkena dan bila aku menembakkan roket es itu akan membuat beberapa dari pasukanku ikut membeku,) pikirku.
di sela aku berpikir, beberapa wivern berhasil terbang melewati benteng. dan terdengar naga zombie berteriak, "aku akan menghabisi keturunan kalian seperti kalian yang menghabisi keturunanku. "
naga zombie itu terbang ke arah benteng dan penghancur penghalangnya. membuat beberapa monster bebas untuk melewati benteng.
__ADS_1
saat itu, Judit menembakan sebuah panah baja yang memiliki rantai ke arah tubuh naga zombie, panah itu menancap dan mengekang pergerakan naga.
"Felix mereka menargetkan kota! " teriak Riz.
"yah! jatuhkan mereka dengan sihir! " ucapku sambil berlari ke naga zombie yang terjerat rantai.
naga zombie itu terbang sekuat tenaga untuk lepas dari pengekang tapi panah rantai yang di buat judit memang di desain untuk tidak mungkin lepas.
aku berlari kearah naga zombie tapi tiba-tiba.
pondasi benteng berderit menunjukkan keretakan karena rantai itu di tanam di dalam pondasi.
naga zombie itu dengan sekuat tenaga terbang sambil menarik rantai dan meruntuhkan sebagian benteng.
runtuhan benteng menciptakan sebuah celah, puluhan monster berlari ke dalam celah lalu keluar dengan bebas, membuat Judit jadi melongo.
Judit tertegun oleh kesalahannya. di saat yang sama aku langsung berlari kearah rantai yang masih menjulur ke tanah.
aku memegang rantai itu tapi aku terseret. saat itu aku aku tidak punya banyak pilihan selain membendung sisanya menggunakan roket es.
aku menebak beberapa kali ke arah celah yang dilalui monster, lalu memberi perintah.
__ADS_1
"judit!!, aku serahkan tempat ini padamu!. ucapku sambil bergelantung, karena aku ikut terbawa ke udara oleh sang naga zombie yang terbang ke langit.
.......