
Sore hari di di dapur, belakang perpustakaan tua.
Beberapa waktu yang lalu aku sempat di marahi oleh putri lily karena pulang dari kota dan tidak membawa manisan sedikitpun.
Saat itu putri lily terus merengek dengan kata "mana manisnya? ", tapi aku menjawab dengan kata "manisan di sana tidak enak!, aku akan membuatkan-mu manisan yang enak! " jawabku.
Tapi putri lily marah karena aku begitu lama ketika membuat manisan.
(kenapa aku harus kena marah! Padahal aku hanya mengikuti tutorial yang vita berikan untuk membuat kue yang enak, sesungguhnya membuat kue yang enak membutuhkan banyak waktu dan perjuangan) pikirku.
Setelah beberapa jam akhirnya kue buatanku selesai .
Aku membuat adonan besar agar bisa sekalian membuat banyak kue.
Aku juga membuat beberapa kue dengan bahan yang sehat untuk tubuh seperti kitbar yang terbuat dari gandum dan kismis yang di satukan oleh lelehan gula.
tak kusangka satu adonan ini akan menghasilkan begitu banyak kue kering.
Awalnya aku hanya menggunakan sepuluh kg tepung dan beberapa telur dan mentega. Tapi ketika adonan sudah mengembang, itu akan menjadi dua kali lipat.
(hehehe, ini seperti aku akan membuat kue untuk di jual dari pada untuk di makan) pikirku ketika melihat tumpukan kue coklat yang telah selesai di over.
Sebetulnya tungku oven yang di sediakan di sana begitu kecil , saat itu aku terpaksa membuat tungku over baru dan itu memakan beberapa waktu.
aku juga membuat beberapa loyang bolu, karena aku menyukai kue bolu.
Setelah beberapa jam terlewati...
(Akhirnya semua kue yang aku buat selesai. Saatnya memberikan kue ini untuk putri lily) pikirku, sambil berjalan membawa beberapa nampan berisi kue menuju meja gazebo yang ada di taman belakang perpustakaan, tempat lily biasanya membaca.
aku berjalan dengan senyuman manis di wajahku, Sambil menyuguhkan kue yang ku bawa ke depan putri lily.
"hei pembohong, mau apa kamu kesini" ucap putri lily.
"hehehe, janganlah berkata seperti itu karena itu menyakiti hatiku" ucapku.
"kalau kamu bukan pembohong kenapa kamu tidak membelikan-ku sekotak manisan,?.. Bukannya kamu sudah berjanji!"
"bukannya sudah ku katakan bahwa manisan di sana tidak enak!.. Ini cobalah!. Aku sudah memanggang beberapa kue manis untukmu"
"awas saja kalau kuemu tidak enak,.. Hutang kuemu akan bertambah dua kali lipat!." ucap putri lily.
Setelah itu, putri mengambil salah satu kue kering yang ada di meja, ia mengamatinya dengan seksama lalu mencium baunya.
"baunya harum..apakah ini bisa di makan?" ucap putri lily.
"sekali mencoba kamu akan ketagihan dengan kueku" ucapku menggoda.
Kemudian putri lily memasukkan kue kering itu ke dalam mulutnya. Ia begini curiga dengan kue buatan ku, tapi ketika satu gigitan, espresinya tiba-tiba berubah.
"uhhhmm felix kamu sungguh berbakat membuat kue enak!, mulai sekarang kamu akan menjadi koki pribadiku" ucap lily sambil mengunyah kue di mulutnya.
"terimakasih atas tawarannya" ucapku.
"felix tolong isi lagi gelas ini dengan minuman itu,.. Ini tinggal tersisa dedaknya" ucap putri lily. Sambil menyodorkan gelas bekas kopi yang ia minum.
"Baiklah tuan putri,..Aku akan mengisinya" ucapku.
Setelah itu, kami berdua menikmati sure hari, di temani dengan beberapa kue manis dan beberapa candaan lucu yang membuat putri lily tersenyum.
Next time.. Beberapa hari kemudian..
Setelah beberapa hari terlewati dengan berbagai kenangan indah yang aku alami, aku akhirnya makin dekat dengan putri lily.
Aku juga makin akrab dengan anggota partyku. Setelah beberapa kali kami raid di labirin. Kami akhirnya menjadi saling percaya satu sama lain.
Mereka (anggota partyku) naik level dengan sangat cepat, (sedangkan aku tidak naik level karena aku level max). Tapi ada beberapa keadaan yang membuat kami menjadi sangat jauh berbeda.
Ketika kami makin dalam menjelajahi labirin di sana perbedaannya mulai terlihat.
Mereka semua seakan terseret olehku. Mereka terlihat sangat bersemangat tapi di saat itu pula mereka terlihat tertekan dan putus asa akan kematian yang menghantui mereka.
Sebetulnya aku sudah menyarankan mereka untuk mengganti seluruh perlengkapan mereka dengan yang lebih baik, bahkan aku sampai memberikan mereka untung lebih karena aku berharap agar mereka mau mengganti perlengkapan mereka.
Tapi mereka tidak mendengarkan saranku dengan serius, hingga pada akhirnya terjadi sebuah kecelakaan.
Pagi hari di bar guild, di depan meja terlihat party 3 orang menungguku.
Mereka terlihat muram karena salah satu dari mereka mengalami cidera fatal saat penjelajahan. Dan saat ini tidak ikut hadir.
Aku mengamati mereka dari kejauhan sambil berjalan pelan dan memikirkan apa yang harus aku katakan untuk menghibur mereka.
Saat itu, Salah satu dari mereka melihatku, kemudian mereka saling membisik dan mulai menyembunyikan espresi sedih mereka.
"yo! Pagi senior felix, hari ini kita akan menjelajahi lantai berapa?" ucap dusk dengan espresi wajah tersenyum.
"yahh, ngomong ngomong, apakah keadaan rick sudah lebih baik."
Selepas aku mengatakan hal itu. Tiba-tiba seluruh anggota party terlihat muram.
Mereka tidak ada yang mau berbicara selain dusk.
"tenang saja, dia hanya tidur dari kemaren dan hari ini mungkin akan bangun!" ucap dust, mencoba mencairkan suasana.
Mendengar perkataan itu aku menjadi marah,
" sialan! (ucapku sambil menarik kerah baju dust) " bukannya dia sedang koma sekarang! Kenapa kamu berkata seakan temanmu tidak berharga!, bukannya aku sudah katakan kepada kalian untuk segera mengganti perlengkapan kalian, kalo kalian mendengarkan perkataanku mungkin semua ini tidak akan terjadi!."
"hentikan senior felix! Aku mohon hentikan,(ucap Miu sambil menangis)" hiks' hiks' kami mohon maaf atas kelalaian kami, tapi kami semua tidak pernah berbohong kepadamu" ucap Miu.
"lantas kemana semua uang kalian yang telah kalian dapatkan? " ucapku sambil melepaskan tanganku dari kerah baju dust.
"kamu akan mengerti setelah melihatnya!, ayo ikuti kami" ucap pendeta mimi,
Tanpa banyak bicara akupun mengikuti langkah mereka yang menuntunku ke suatu tempat kumuh yang ada di tepian tembok kerajaan.
Saat ini aku tengah berada depan bangunan tua.
Bangunan itu terlihat seperti akan roboh, meski kondisinya seperti itu, tapi banyak anak kecil bermain di sana.
"selamat datang di rumah kami" ucap mereka.
(ehhh rumah!, bukannya ini seperti bangunan panti asuhan yang hampir roboh.)
"kaka! Kalian sudah pulang,?, apakah kalian sudah membawa makanan? Ucap anak kecil yang berlari menuju kemari.
" maafkan kami karena belum mendapatkan apapun, hey jull apakah kakak rick sudah bangun? "
" yak kak dust, aku dari tadi menjaga kak rick tapi dia tidak kunjung bangun, aku bosan dan aku akhirnya bermain di luar" ucap anak lelaki kecil yang menggunakan pakaian lusuh.
__ADS_1
"uhh sudah saatnya membangunkannya, jull tolong siapkan makanan untuk tamu kita."
"baik kak," ucap anak lelaki yang bernama jull.
"uhh tidak baik untuk menunggu di luar, ayo kita masuk" ucap miu
Kemudian kami masuk ke dalam panti asuhan yang terlihat akan runtuh itu.
Saat itu aku di ajak ke suatu ruangan, di sana aku di sambut oleh pendeta wanita yang terlihat sangat tua.
"ohhh selamat datang anak muda, aku sudah sering mendengarmu dari anak anakku. Bahwa kamu sudah banyak berjasa membantu mereka." ucap pendeta nenek tua, ia begitu keriput dan rambutnya begitu putih oleh uban.
Pendeta tua berjalan dengan tubuh bungkuknya, ia berjalan dengan tongkat, beberapa anak di sekelilingnya mencoba untuk membantunya, karena ia terlihat sangat kesulitan.
" maafkan aku berkata begini tapi bagaimana kondisi rick sekarang?" ucapku.
"ohok" umm "dia mungkin sedang dalam masa kritis karena racun dari monster tumbuhan merambat itu," ucap nenek pendeta.
"bukannya ada obat yang bisa menyembuhkan segala jenis racun, kenapa kalian tidak membelikan obat itu untuk rick"
"uhhm 'kami tidak memiliki uang untuk membeli obat semahal itu" ucap nenek pendeta tua.
"tapi bukannya beberapa hari ini kalian mendapatkan panen besar karena beberapa anak kalian sudah mengikutiku menjelajahi labirin?, apakah uang sebanyak itu tidak cukup." ucapku sambil menyalakan rokok.
"hey anak muda, aku mengerti atas semua pendapatmu, karena kamu sudah membawa kemakmuran di rumah kami yang kecil ini, tapi sebelumnya kami memiliki hutang yang sangat besar untuk memberi makan anak anak di panti ini dan aku sudah sangat tua untuk mencari nafkah "
" Ehh tapi? "(ucapanku di potong oleh perkataan mui)
" Tapi apa? Apakah kamu ingin menanyakan tentang orang yang bertanggung jawab atas panti asuhan ini! " coba kamu lihatlah di sini tidak ada orang dewasa yang mau merawat bangunan tua ini, dan mereka yang dulu pernah tinggal di sini hingga dewasa, mereka tidak kembali lagi ke tempat ini untuk membalas budi, mereka semua seakan melupakan semua kebaikan yang telah nenek erni berikan, Mereka membalas balas air susu dengan kotoran. "
" tenangkan dirimu miu, dia orang baru dan tidak mengerti apa apa". Ucap nenek pendeta,
Setelah itu Obrolan kami semakin panjang dan lama, saat ini seluruh masalah yang mereka hadapi mulai mereka ceritakan padaku . Aku awalnya tidak peduli tapi setelah mendengar seluruh cerita mereka aku akhirnya membuka sedikit hatiku untuk menolong mereka.
"sungguh masalah kehidupan yang sulit, baiklah mungkin aku akan memberikan obat untuk rick karena aku masih membutuh tenaganya" ucapku Sambil mengeluarkan sekantung koin emas dan Memberikannya kepada nenek itu.
"hei anak muda, ini terlalu banyak" . Ucap nenek pendeta.
"yah sisanya tolong gunakan untuk memberi makan anak kecil yang tinggal di sini" ucapku.
"Ohh baiklah, tapi sebelum aku meninggal , bolehkah nenek tua ini melihat sekali saja wajahmu, karena nenek tua ini tidak ingin mati dengan penasaran hehehe" ucap nenek pendeta dengan gigi ompongnya ia tertawa.
"ohh maafkan karena memakai topeng di dalam rumah" ucapku sambil melepaskan penutup wajahku.
saat aku membuka penutup wajah tiba-tiba seluruh isi ruangan menjadi tersentak.
Seluruh anggota party terkejut ketika melihat wajah asliku karena dari awal bergabung aku tidak pernah membuka penutup wajahku.
"Apa!! " mereka kompak berkata.
"aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat" ucap dust,
"jadi ini wajah aslimu senior felix" ucap pendeta wanita mimi.
"owemoin imeb me meme noah! " ucapan tak jelas yang miu katakan, miu terlihat kaget kemudian seketika memalingkan wajahnya dariku.
"apakah wajahku terlihat aneh?" ucapku dengan espresi aneh ketika menanggapi sikap yang mereka lakukan.
"kau terlihat cool brother" ucap dust sambil mengacungkan kedua jempolnya.
" kalau boleh jujur, kamu terlihat seperti seorang anak bangsawan," ucap pendeta mimi.
"felix!! (mage mui terlihat resah) apakah kamu sudah punya istri?" ucap mage miu dengan wajah yang mulai memerah.
Setelah itu jull menuntun kami ke meja makan untuk memulai acara makan pagi.
Meskipun menunya terbilang sederhana tapi kami makan dengan hikmat dan penuh rasa syukur.
Seketika selesai makan..
Aku di suguhi segelas teh lokal, saat itu aku berinisyatif untuk memulai percakapan.
Aku menyalakan rokok dengan espresi tenang dan siap untuk mendengarkan seluruh pendapat mereka.
" sekarang apa yang bisa kita lakukan?" ucapku.
"aku punya saran, lebih baik sekarang kita mengumpulkan tabungan selagi rick sakit dan ketika dia sembuh, kita akan membuka tabungan itu untuk membeli perlengkapan baru agar kita bisa memasuki labirin lebih dalam"
"tapi dari mana kita bisa mendapatkan uang?" ucap mimi.
"yah dari mana lagi selain labirin!" ucap dust
" maaf saran anda di tolak" ucapku.
" senior felix saya memiliki saran bagus untuk di dengar!" ucap miu. Dengan ekspresi malu.
"saran apa miu" ucapku.
"apakah senior sudah menikah, kalau belum aku bersedia Menjadi istrimu" ucap miu sambil menutup wajahnya yang mulai memerah.
"maafkan aku, itu bukan saran yang bagus di saat genting seperti ini" ucapku dengan espresi bingung ketika menanggapi lamaran seorang gadis.
"aku mendengar beberapa rumor di dalam guild bahwa segerombolan monster menjadi sangat agresif dan sering bermigrasi akhir akhir ini, aku juga mendengar bahwa beberapa regu pemusnah akan di kerahkan ke sana, kalau tebakanku tidak salah, akan ada monster horde dan akan di adakan raid darurat untuk memburu beberapa monster itu, kalau begitu bagaimana kalau kita mengikuti raid darurat saja!, itu akan menghasilkan begitu banyak uang asalkan kita bisa bertahan, dan raid itu memerlukan banyak sekali petualang jadi masih ada kemungkinan besar untuk kita mengikutinya" ucap pendeta wanita mimi.
"Baiklah ayo kita coba raid darurat itu tapi dengan beberapa syarat!," ucapku dengan ekspresi serius.
" Apa syaratnya" ucap mereka.
"Aku hanya bisa bertarung sambil melindungi satu orang, jadi aku akan memutuskan untuk membawa seorang dari kalian ."
"aku yang akan ikut, aku bisa menyembuhkanmu dari segala macam luka" ucap mimi.
"Aku saja, aku bisa bertarung dan melindungi punggungmu." ucap dust.
"aku ingin ikut walaupun itu sampai pelaminan" ucap miu.
"baiklah!, sudah aku putuskan bahwa yang akan ikut adalah dusk"
"ehhh tapi kenapa?" ucap kedua wanita.
"Karena mage dan suport adalah sasaran yang empuk, dan kita belum mengetahui seberapa berbahayanya misi darurat ini"
"Ohh oke!!, kamu senior nya di sini" ucap mimi.
"uhhh jadi senior felix begitu perhatian denganku dan tidak ingin melihatku terluka!" ucap mage miu dengan ekspresi malu.
" terimakasih atas perhatiannya!, ucap mage miu dengan ekspresi penuh semangat.
" yah sama-sama, sampai jumpa,.. dan dust siapkan perlengkapanmu" ucapku
__ADS_1
"kita akan berangkat setengah jam lagi jadi ayo bersiap dust" ucapku sambil memakai kembali topeng tanamanku.
Setelah itu kami berkemas dan pergi menuju Guild petualang.
Di Guild petualang..
"Selamat datang felix." ucap sapaan seorang staf wanita yang biasanya bertemu denganku.
Sebetulnya beberapa hari ini, party yang aku buat memenangkan beberapa penghargaan atas kontribusi besar kepada Guild petualang.
partyku berkembang sangat pesat dari pada party yang lain, penghasilan partyku lebih unggul dibandingkan dengan party yang sudah lama ada di sana.
Pada akhirnya kami naik rank dari pemula ke tingkatan baja.
(TL, aku lupa menulis beberapa hal penting jadi tingkatan Guild di bagian berdasarkan material yang di kontribusikan dan seberapa besar kontribusi kita. Tingkatan pertama di tandai dengan, pemula yang di beri batu kejujuran, setelah itu di beri kalung cakar sebagai tanda naik rank. Dan pemula tingkat akhir di tandai dengan kalung batu mantra. Kemudian untuk tingkat menengah di tandai dengan kalung kejujuran dan id besi, sedangkan untuk untuk tingkat 2 menengah di tandai dengan id baja dan kalung kejujuran. Sedangkan untuk menegah tingkat akhir di tandai dengan id dari tembaga dan kalung kejujuran. Dan untuk rank expert dan elite ke atasnya, akan di tandai dengan kalung dan material yang lebih berharga.
"apakah ada yang bisa saya bantu, untuk partymu?" ucap staff wanita.
"sebenarnya aku ingin menyakan tentang rumor bahwa akan ada quest darurat. " ucapku.
"ohh Perihal itu!, sebetulnya kami hanya meminta party level expert dan di atasnya untuk ikut berpartisipasi, dan kami tidak menganjurkan untuk partymu agar ikut." ucap staff wanita dengan espresi sedih.
"Tapi kami ingin ikut" ucap dust.
"tunggu sebentar ya aku akan merundingkan ini dengan kepala pengurus." ucap staf wanita.
Staff itu bergegas pergi ke suatu ruangan yang ada di sana.
Setelah beberapa jam menunggu.....
"felix apakah masih lama?" ucap dust sambil duduk mengeluh di salah satu meja yang ada di barr Guild.
"jangan tanya aku dust" ucap sambil duduk mengeluh di depan meja barr di Guild petualang itu.
Sudah beberapa lama kami duduk di sini menunggu, bahkan kami sudah beberapa kali memesan beberapa birr dingin dan makanan. Tapi staff itu belum kunjung datang.
"seniors felix, apakah kita akan duduk dan minum di sini sepanjang hari."
"bersabarlah sebentar lagi dust, aku sedang memikirkan sesuatu rencana agar kita bisa ikut." ucapku mencoba meyakinkan dust yang mulai bimbang.
aku menyalakan rokok dan mulai memilah langkah yang harus aku lakukan agar aku dapat ikut raid darurat itu.
"aku akan mempercayakan ini padamu senior felix , bolehkah aku memesan makanan lagi." ucap dust dengan ekspresi bosan.
"silakan pesan apa saja yang kamu mau, dan tunggulah perintahku.!" ucapku.
Beberapa waktu kemudian....
Saat itu aku melihat sebuah party yang beranggotakan banyak archer, itu pasti party elite karena perlengkapan yang mereka kenakan pasti sangat mahal dan berkualitas.
" saat itu seorang dari mereka melangkah maju ke meja resepsionis, dari nada bicaranya, ia pasti kapten dari party itu.
" Ayolah!.. Tanker kami sedang di rawat dan kami ingin mengikuti raid darurat itu " teriak kapten party itu.
" tetap saya tidak mengizinkan itu tuan karena ini sangat berbahaya!" ucap staf yang aku dengar dari kejauhan.
(sepertinya inilah kesempatan yang aku tunggu selama ini) pikirku.
" dust ikut aku.!! "ucapku sambil menarik tangan dust.
" Ehh!! tapi birku belum habis?" ucap dust sambil memegang segelas birr.
" Ayo ikut! " ucapku sambil menarik dust ke depan meja resepsionis Guild.
Saat itu aku langsung masuk ke depan orang yang sedang beradu argumen itu.
"ehhh apa yang kamu lakukan bodoh!" ucap kapten kesatria dari party archer itu, saat melihatku berjalan dengan lancang ke depannya.
"ia felix apa yang kamu lakukan, bukannya ini perbuatan yang kurang sopan! " ucap dust dengan wajah polos.
(dasar dust! Bodoh, kenapa dia malah memojokanku) pikirku.
"hehehe maafkan aku, aku hanya melerai pembicaraan kalian sebelum terjadi perkelahian." ucapku.
"menyingkirlah dari hadapanku bodoh, ini hanya perdebatan biasa." ucap kapten dari party archer, ia berbicara sambil mencoba mendorong tubuhku dari hadapannya.
Saat itu tubuhku di dorong dari samping tapi tubuhku tidak mau bergeser sedikitpun. Kapten yang mendorongku menjadi melotot seperti tidak percaya, kemudian ia dengan sekuat tenaga mencoba mendorong tubuhku lagi.
"Ehnntt, uuuuaahh" teriak kapten dengan sekuat tenaga mendorongku.
Saat itu seluruh anggota party archer terkejut dengan tingkah laku lucu kaptennya, tapi tiba-tiba seorang dari anggotanya menghampiriku.
"hentikan tingkah bodohmu kapten. Apakah kamu tidak malu dengan semua perbuatanmu." ucap seorang wanita dari party archer.
Mendengar itu, sang Kapten menjadi malu dan bersembunyi di belakang anggota partynya.
"hei apa yang kamu inginkan dari kami" ucap wanita itu dengan espresi serius.
"apakah kalian ingin mengikuti raid darurat?." ucapku.
"dari mana kamu tau"
"yahh.., semua orang dapat mendengar teriakan kaptenmu dari jauh!.."
"dasar kapten tidak berguna" ucap wanita itu sambil memarahi kaptennya.
"yahh... maafkan kami karena telah Membuat kegaduhan." Ucap wanita itu.
"kalau boleh tau apa yang kalian perdebatankan.? Ucapku.
" sebetulnya kamu semua ingin mengikuti raid darurat ini karena kami ingin segera naik rank, tapi saat ini seorang tanker kami sedang cidera dan tidak bisa ikut. "
" ohh kamu memiliki masalah yang sama dengan kami" ucapku
"Maksudmu.?" ucap wanita itu.
"seperti yang kamu lihat di sini, kami berdua hanya tanker, dan kami tidak di ijinkan untuk mengikuti raid darurat.,"
"apakah kalian bisa di percaya?" ucap wanita itu dengan espresi curiga.
"kamu tidak harus percaya denganku. Aku hanya akan mendisi kekosongan party untuk sementara, dan ketika sampai di sana kita akan berpisah"
Setelah mendengar perkataanku., seluruh anggota party archer saling berisik dan mempertimbangkan sesuatu sebelum mengambil keputusan.
Setelah beberapa menit..
"baiklah, kamu boleh menumpang bergabung sampai kita bisa di terima. Setelah itu kita akan berpisah"
"yahh terimakasih atas pertimbangan anda."
__ADS_1
Setelah itu kami dengan party archer mencoba mengakali guild petualang, dengan cara bergabung dan itu akhirnya berhasil,
kami semua akhirnya di terima dalam raid darurat yang akan di adakan tiga hari ke depan.