
malam hari di belakang perpustakaan tua.
saat ini aku tengah sibuk menempa perlengkapanku,
"(sungguh merepotkan) pikirku karena aku harus memulai semuanya dari awal seperti, harus membuat tungku pembajaan, dan harus mengolah semua materialnya,
aku merubah semua bijih besi itu menjadi baja Damaskus, setelah itu aku mulai melapisi seluruh perlengkapan dan palu besarku dengan baja Damaskus ,
tak lupa akupun memodifikasi topeng kantong semar milikku agar lebih kuat dan terlihat lebih garang.
aku juga membuat sarung untuk pedang kamason,
karena masih banyak baja Damaskus yang tersisa, aku akhirnya memutuskan untuk merubah sepatu bot kulit milikku menjadi sepatu bot baja, dan juga membuat sebuah helm baja untuk dust, dan membuat dua chainmail untuk kita berdua.
tanpa terasa, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 5 pagi.
(uhh, kenapa waktu terasa sangat singkat sekali ) pikirku.
saat ini, aku berhasil mengejar deadline karena aku di bantu oleh putri lily, ia membuatkan sebuah barrer kedap suara agar aku tidak mengganggu penduduk kastil karena kebisingan yang aku perbuat.
(baiklah ayo berangkat, tapi sebelum itu akan harus berterima kasih dan berpamitan pada putri lily) pikirku.
aku memasuki kamar putri lily tapi seperti nya ia sedang nyenyak tertidur.
pada akhirnya aku memutuskan untuk menulis sebuah surat dan menyimpan nya di atas meja makan.
setelah itu aku kemudian pergi menuju rumah Dust yang berada di panti asuhan.
..sesampainya di sana, aku langsung mengetuk pintu panti asuhan itu.
"tok tok tok"
" permisi Dust apakah kamu sudah bersiap" ucapku sambil mengetuk pintu.
" siapa di sana? " ucap seorang anak dari balik pintu.
" ini aku felixian temannya Dust "
"ohh tunggu sebentar " ucap anak kecil itu.
setelah beberapa menit menunggu..
Dust keluar dari pintu mengenakan perlengkapan jirah.
" pagi senior Felix " ucap dust
" tak kusangka, ternyata kau sudah siap! " ucapku ketika melihat penampilan dust.
" hehehe, sebetulnya aku tidak bisa tidur karena memikirkan raid darurat ini" ucap dust sambil tersenyum.
" lantas apa saja yang kamu lakukan malam ini? "ucapku.
"aku hanya mengasah perlengkapan baruku, coba lihatlah.. baguskan,"
saat itu dust menunjukkan sebuah pedang dua tangan yang terlihat tidak asing bagiku.
( ehh bukannya itu pedang yang aku buat di bengkel tempa kapten leon) pikirku.
" dari mana kamu mendapatkan pedang besar itu "ucapku
__ADS_1
" dari toko senjata leon.. sungguh keberuntunganku bisa menemukan pedang sebagus ini di tengah barang murah yang ia jual" ucap dust.
" sudah pasti itu barang bagus karena itu buatanku " ucapku
" ehhh!!!....jadi kamu yang membuat pedang ini" ucap dust terkejut.
" kenapa kamu terkejut apakah aneh? "
" tidak, hanya saja aku baru tau kamu bisa menempa perlengkapan. "
"kalau kamu masih meragukanku, nih untuk mu" ucapku sambil menyerahkan sebuah chainmail dan helm baja kepada dust.
"ehh!!!.....ini helm yang bagus, dari mana kamu mendapatkan nya? "
" sudah cepat pakai.. nanti akan aku cerita apa saja yang ingin kamu tau di jalan.
setelah itu kami pergi menuju aula utama kota karena seluruh petualang yang berpartisipasi dalam raid darurat itu di wajibkan untuk berkumpul di sana
setelah beberapa waktu,..
kami akhirnya tiba di aula kota.
saat itu aku melihat puluhan party memenuhi setiap tempat di aula
tempat itu begitu sesak,
aku juga melihat puluhan pedagang yang ikut memenuhi tempat itu dengan dagangan_nya.
" senior Felix, kemana kita akan pergi? "
" tentu saja kita harus berkumpul dengan party Archer karena kita sudah di daftarkan di sana "
"ayo ikuti aku"
setelah beberapa waktu mencari, akhirnya aku bertemu dengan mereka.
party Archer itu berkumpul di bawah pohon sambil menggelar sebuah karpet seperti orang yang sedang piknik.
kemudian aku berinisiatif untuk menyapa mereka.
"pagi kapten kesatria Archer" ucapku.
"mau apa kamu kemari " ucap sang kapten dari party Archer.
"tentu saja aku ingin berkumpul dengan party baruku" ucap ku.
"apa kamu lupa dengan perjanjian kita" ucap sang kapten.
" aku ingat tapi aku hanya ingin menyapa " ucapku
" pergi dari sini!,.. kalian berdua sudah di keluarkan dari party kami " ucap sang kapten dengan expresi sombong.
(sialan, berapa angkuh nya dia) pikirku.
"baiklah, semoga kamu tidak mati dalam raid ini " ucapku mengejek.
kemudian aku pergi dari tempat itu karena aku melihat sang kapten terlihat marah sambil menggerutu.
aku dan dust pergi mencari tempat kosong dan akhirnya kamu memutuskan untuk duduk di pelataran warung roti sambil berbelanja roti, agar kami di perbolehkan untuk duduk di tempat itu.
__ADS_1
aku duduk sambil mengamati ratusan orang yang ada depanku.
kami duduk sambil menunggu kedatangan walikota yang akan memimpin raid darurat ini.
setelah beberapa jam menunggu,
saat ini pukul 8 : 30 pagi.
aku sudah bosan menunggu, dust juga terlibat sangat mengantuk karena ia tidak tidur semalam.
saat itu aku berinisiatif untuk meminta dua gelas air panas di toko roti tersebut dan menyeduhkan sebuah kopi hitam untuk dust dan kapucino untukku.
"minumlah " ucapku sambil menyodorkan segelas kopi.
"apa ini" ucap dust dengan expresi wajah mengantuk .
" minumlah, ini obat agar kamu tetap terjaga " ucapku.
" ohhh makasih, "
kemudian aku menyulut rokok dan memulai percakapan dengan dust untuk mengisi waktu.
setelah beberapa waktu mengobrol..
dari kejauhan terdengar suara sepatu kuda dengan di iringi suara terompet yang terdengar nyaring.
seluruh orang di tempat itu bersiap dan beberapa dari mereka memberitahu bahwa walikota akan segera tiba.
aku dan dust segera bangun dan mengembalikan gelas yang kami pinjam, lalu pergi memasuki barisan.
tak selang berapa lama, walikota datang dengan beberapa kesatrianya, ia menaiki gerobak kuda yang terlihat mewah,
walikota berhenti di depan jalan, lalu beberapa orang menyiapkan podium untuk nya.
"selamat pagi para petualang pemberani, " teriak walikota.
"pagi!, ucap seluruh petualang yang ada di sana,
" pagi ini kita akan mengikuti raid darurat yang akan berlangsung di hutan ein, ini misi mudah, tapi juga akan sangat berbahaya karena kita tidak tau seberapa besar koloni monster yang sedang bermigrasi itu, tapi kita harus semangat karena kita memiliki pahlawan " teriak walikota.
saat itu aku melihat seseorang yang aku kenal keluar dari kereta dan naik menuju podium
(bukannya itu judit, kenapa dia ada di sana) pikirku.
"pahlawan ini adalah senjata utama kita, ia telah membuatkan kita beberapa ketapel dan beberapa senjata untuk penyerbuan ini" ucap walikota
(ehh bukannya job judit adalah master smith) pikirku ketika mengingat saat ada pemeriksaan job di dalam kastil
judit terlihat tersenyum dan memberikan beberapa kata untuk menyemangati kita sebelum bertempur
setelah itu kami di pisahkan menjadi dua kelompok yaitu kelompok penyerang dan kelompok bantuan,
saat itu aku masuk ke kelompok bantuan karena rank ku yang kurang, tapi aku tidak menyangka bahwa ada beberapa orang di sana yang memiliki rank sama sepertiku.
" Felix ayo kita berkumpul dengan mereka "ucap dust.
" ayo"
pada akhirnya kami berkumpul dengan mereka dan menanyakan beberapa informasi.
__ADS_1