
Pagi hari yang cerah cahaya matahari menembus jendela kaca besar menyinariku yang sedang tertidur, aku terbangun karena silaunya cahaya matahari.
Aku terbangun sendiri, tanpa pelayan dan penjaga yang menemaniku
Sebetulnya kamarku di pindahkan ke bangunan yang lain, ruangan di sana begitu sempit dengan ranjang kecil menghadap jendela
Saat mereka mengetahui bahwa aku tidak memiliki mana, sikap mereka tiba-tiba berubah , aku di anak tirikan, bahkan aku di larang untuk makan bersama raja di aula.
(lupakan sajalah persoalan itu untuk sekarang mari kita lihat jadwal yang disiapkan untukku) pikirku
Jadwal itu di tulis di secarik kertas yang di selipkan di bawah gelas kayu
Di sana tertulis
Pagi: makan di dapur, setelah itu mencuci piring, lalu mandi di sumur, lalu latihan fisik (cari guru sendiri)
Siang hari :Belajar tatakrama (cari guru sendiri), belajar di perpustakaan tua di belakang (cari guru sendiri)
Sore hari : mandi di sumur, makan di dapur , setelah itu cuci piring setelah itu cari kegiatan sendiri untuk menghasilkan uang setelah anda merasa mendapatkan uang cukup anda dapat hidup bebas di luar
(kegiatan macam apa ini ****) pikirku,
Mereka tidak mengagapku berharga
("apakah memiliki mana itu suatu keharusan !") pikirku, lalu aku memegang kepala dengan exspresi prustasi yang tergambar dari wajahku.
(vita apakah kamu ada di dunia ini) pikirku
(ehh tunggu, bukannya malam itu aku dan vita menerbangkan satelit) pikirku sambil terburu-buru mengaktifkan pitur chat
Kemudian aku menulis 'vita apakah kamu ada' lalu mengirimkan nya
Pesan terkirim, setelah itu aku menunggu balasanan,
Tak perlu lama menunggu, aku akhirnya mendengar bunyi cling tanda pesan masuk
From :vita 'masterrr'!!! kemana saja kamu pergi, aku sangat merindukanmu ; { '
Kemudian aku membalas pesan itu
From :admiral' apakah kamu benar vita '
From :vita' hiks hiks, apakah master melupakanku,
From :admiral 'tidak, aku sangat merindukanmu'
From vita 'hehehe pulanglah master , saya akan memberikan malam yang tidak akan pernah anda lupakan '
From admiral 'aku ingin pulang tapi tidak tau jalan dan tidak tau harus kemana
From vita' harap tunggu master, aku akan menyiapkan rute jalan pulang untuk anda,
From admiral 'berapa lama aku harus menunggu?'
From vita 'bertahanlah selama satu bulan di tempat anda , setelah itu saya akan mengirimkan titik koordinasi beserta rute yang akan anda lewati'
From admiral 'lama sekali, apakah kamu tidak bisa melacak tempat keberadaan ku
From vita' harap bersabar master, ini demi keamanan anda, saya tidak bisa mengirimkan rute yang penuh dengan bahaya, saat ini saya sedang memantau iklim dan beberapa musim yang menurut saya akan berbahaya bila anda bepergian, dan saya menemukan ratusan koloni monster yang belum teridentifikasi hampir di seluruh daratan,
From admiral 'baiklah aku mengerti tapi hubungi aku bila kamu senggang'
"baik Master, sampai jumpa, i love you,'
From admiral ' love you to'
(setidaknya masih ada yang mencintaiku) pikirku
Kemudian aku berjalan ke dapur untuk sarapan
Di dapur.
__ADS_1
Dapur itu terlihat sangat luas dengan interior khas abad pertengahan, tembok batu dan lantai batu, open bata, tong kayu dan tumpukan kaya bakar, menghisi tempat itu, aroma harum masakan menyebar di udara bercampur dengan karbondioksida sisa pembakaran kayu
Tanpa banyak bicara aku langsung menghampiri meja yang di penuhi makanan
Seketika pelayanan menghentikanku, mereka berkata, "biar kami yang menyediakan makanan untuk anda" kemudian mereka menuntunku untuk duduk di kursi yang sudah di siapkan lalu menyuruhku untuk menunggu
Setelah beberapa waktu akhirnya hidangan datang, pelayanan itu membawa semangkuk sup kentang dengan segelas air putih
Melihat itu aku hanya diam, menunggu hidangan yang lain datang.
10 menit kemudian.
Setelah beberapa waktu menunggu tapi tidak kunjung ada hidangan yang lain yang di suguhkan, lantas aku bertanya kepada maid yang dari tadi memperhatikanku
"Maaf, apakah hanya ini hidangan sarapan pagiku," ucapku dengan exspresi malu
"ya!, tolong makan dan habiskanlah, anda mestinya bersyukur karena mendapat kemurahan hati dari yang mulia karena sudah di perbolehkan tinggal dan makan di sini, jangan lupa masih banyak orang tidak punya tempat tinggal dan kelaparan di luar sana,
" Apakah aku bisa mendapatkan makanan yang lebih baik?" ucapku dengan wajah sedih
"bisa,! tapi anda harus membayar setiap hidangan yang anda makan"
(cihh, apakah mereka sengaja memperlakukan ku seperti ini) pikirku
"Baiklah aku akan memakan ini" ucapku lalu mengambil semangkuk sup itu dan memakannya,
(emm tidak asin, ini seperti rasa kentang di rebus, mereka sepertinya tidak menambahkan bumbu kedalam supku,)
Aku menghabiskan sup itu dalam beberapa detik, karena rasanya tidak enak, aku hanya menelannya tanpa di perlu mengunyah, setelah itu aku minum air putih yang ada di gelas.
Kemudian aku hendak berjalan pergi tapi maid itu memegang tanganku sambil berkata "jadwal mencuci piring anda belum selesai tuan"
Aku menuruti perkataan maid itu, ia membawaku ke tempat pencucian piring yang ada di belakang ruangan dapur
Di sana terlihat ratusan piring kotor menumpuk (sebenarnya, berapa banyak orang yang tinggal di sini) pikirku
"segera selesaikan tugas anda tuan karena piring itu aku segera di gunakan" ucap maid
(jingan, mereka memperlakukanku seperti babu, tapi aku terpaksa bertahan di tempat yang sulit ini selama sebulan, hehehe lihat saja, aku tidak akan pernah lelah dengan hal segampang ini) pikirku karena tubuh accretia Empire tidak pernah merasakan lelah
Mata maid terbelalak melihat pekerjaanku, ia keheranan karena cara mencuci piringku yang terlihat sangat terampil dan cepat tanpa melakukan sedikitpun kesalahan,
Kemudian aku berdiri dengan sombong sambil berkata, "apakah kalian tidak becus membersihkan piring segini, apakah kalian tidak malu bekerja lambat dan sering bermalas-malasan"
"to'tolong rapihkan piringnya ke dalam rak tuan" kata maid dengan gugup
"tidak mau!, jadwalku hanya mencuci piring, dan tidak termasuk merapihkan piring,
Setengah itu Aku pergi ke sumur dengan exspresi acuh
Di sumur
Di sana hanya ada sumur timba dengan tembok papan kayu sebagai penutup
(saatnya mandi) pikirku, aku melepaskan seluruh pakaian yang ku kenakan lalu menyampaikannya di tembok kayu, setelah itu aku menimba air dan menyiramkannya ke tubuhku
(segarnya, tidak ada yang lebih baik selain mandi di pagi hari) pikirku
Setelah itu aku memakai kembali pakaianku dan memulai jadwal latihan
Aku memakai pakaian yang sama, mereka tidak memberikanku pakaian ganti, dan menyuruhku membeli sendiri, (sudahlah lupakan) tapi yang lebih parah, aku di larang untuk latihan bersama rekan sekelasku, aku di perintahkan agar latihan di lapangan umum bersama prajurit yang lain
Di lapangan terlihat puluhan prajurit sedang memulai latihan , tubuh mereka tinggi berotot dan ada beberapa orang yang memiliki luka sayatan bekas pertarungan di tubuh mereka
(keren banget,)pikirku dengan exspresi mata berbinar-binar, Aku ikut bersemangat ketika melihat mereka
Kemudian aku berjalan menghampiri mereka lalu berkata "bolehkah saya ikut latihan"
Seluruh mata prajurit terbelarak melihat kearahku, mereka menunjukkan senyum ramah,
Seorang dari mereka menghampiriku, dia terlihat yang paling sangar dari mereka semua, tubuh orang itu di penuhi bekas luka goresan pedang,
__ADS_1
"Nak siapa namamu" ucap prajurit itu
"namaku felixia" jawabku
"Ohh, jadi kamu prajurit yang di rumorkan itu,
" rumor, maksudmu,? "
" Semua orang yang tinggal di dalam kerajaan sering membicarakanmu, bahwa ada seorang dari angkatan pahlawan yang tidak memiliki mana tapi memiliki title prajurit, apakah itu kamu "
" ya, itu aku, apakah ada masalah?"
"tidak, perkenalan namaku leon, aku adalah kapten dari pasukan 100 orang yang baru di bentuk ini, dan (leon menepuk pundakku) salam barisan prajurit pemberani"
" terimakasih (aku tersenyum bahagia) bolehkah aku ikut latihan sekarang"
"ya silakan masuk ke barisan, bila ada masalah tolong lapor padaku"
"siap kapten" ucapku, lalu aku berjalan untuk mengisi barisan belakang
Di sana terlihat banyak prajurit mudah seusiaku, mereka memperkenalkan nama dengan cara memegang pundak (mungkin itu cara mereka salaman) pikirku
Aku berkenalan dengan dua orang anak, namanya briand dan bekrry.
Dari kejauhan terdengar Leon berteriak "pengumuman, dengarkan semuanya, latihan seperti di neraka akan segera di mulai, bila kalian merasa sakit, dan lemah cepat keluar dari barisan, aku tidak akan segan-segan meninggalkan orang yang sakit bila mereka di temukan pingsan di jalan"
"siap! Kami sehat!" jawab seluruh prajurit
"Bagus, mari kita berlari mengelilingi tembok pertahanan" teriak leon
Next time
Kami lari menyusuri tepian tembok pertahanan yang mengelilingi kota, tembok itu terbentang luas, saat ini kamu baru berlari setengahnya
Aku tidak merasakan lelah sedikitpun, maklumlah aku kan cyborg, meskipun dari luar aku terlihat seperti manusia tapi di dalam diriku terdapat lusinan teknologi pendukung kehidupan,
"Huh" hah" huh" hentakan suara napas terdengar di sekelilingku, briand dan bekrry terlihat sangat kelelahan mereka berlari sempoyongan dan akhirnya terjatuh pingsan
Melihat itu aku berteriak "kapten! Ada yang pingsan,
Mendengar itu, seluruh prajurit berhenti, lalu kapten berteriak" bawa rekan kalian ke pinggir, agar tidak menghalangi akses jalan"
"Apakah tidak bisa membawa mereka" tanyaku
"tidak bisa, nanti mereka menjadi manja, biarkan mereka berusaha dengan tekad mereka sendiri"
"siap kapten" jawabku
Kemudian kami melanjutkan lari kami yang tertunda
Setelah kami selesai lari ternyata waktu menunjukkan hampir pertengahan hari
"waktunya istirahat" teriak kapten
Setelah itu Aku meminta izin kepada kapten agar memperbolehkanku mengikuti pelajaran tatakrama, kapten mengijinkanku, aku kembali ke dalam kastil dan mencari orang yang mau mengajariku
Seperti expetasiku, tidak ada yang mau ngajariku, mereka beralasan memiliki kesibukan masing-masing, meskipun sebenarnya tidak sibuk,
(ya sudahlah, lebih baik aku mencari informasi di dalam perpustakaan tua) pikirku
Aku berjalan melewati taman dan di sana aku melihat teman satu angkatanku sedang di ajarkan tatakrama, mereka terlihat seperti sedang mengikuti peserta minum teh
Saat itu mereka menatapku dengan tatapan merendahkan
(jangan liat, jangan liat jangan liat) pikirku
Aku merundukan kepala dan memperhatikan jalanku
(pelajar konyol di tengah peperangan, skill minum teh tidak akan berguna saat melawan musuh apalagi musuhnya iblis) pikirku
Tanpa sadar aku telah sampai di pintu masuk perpustakaan tua, pintu itu sangat besar dan mewah, ketika aku membuka pintu aku melihat puluhan rak besar berisikan ribuan buku yang tertata rapi ,
__ADS_1
(ini surganya informasi dan pengetahuan) pikirku
Aku berjalan ke dalam tapi langkahku tersentak ketika melihat.