Rising Isekai Apocalypse

Rising Isekai Apocalypse
Chapter 30. Sekutu dam Musuh. bagian 2


__ADS_3

Di dalam Tenda milik mage bernama Riz.


"bagaimana.?.. apakah kamu mau,?" ucap mage Riz sambil membelai wajahku.


Saat itu, Riz mendekatkan wajahnya ke arah wajahku sambil menatap mataku, aku membalas dengan meniupkan asap rokok langsung ke wajahnya.


"uhuk-uhuk" Riz terbatuk,


Seketika!, aku langsung mengambil kantong emas itu dan mengeluarkan peluncur roket mini.


Aku menodongkan moncong dari peluncur roket itu, langsung kearah wajah Riz yang sedang batuk.


"(Tersenyum)Aku menerima uangmu, tapi aku menolak permintaanmu." ucapku sambil menodongkan senjata.


"apa ini!, ucap Riz.


" ini alat yang sama, yang aku gunakan untuk meledakan kepala orge... ingin mencobanya? " ucapku.


Sejujurnya aku belum pernah membunuh manusia, saat ini aku hanya menggertak, dan aku ingin mengumpulkan informasi dari wanita ini,


"bukan itu, maksudku, kenapa kamu menolak," ucap Riz dengan expresi terkejut. Sikapnya terlihat tenang tapi wajahnya berubah menjadi pucat.


"karena ia adalah penolongku, ia teman sejatiku. Kita bukan bawahan dan atasan melainkan teman yang memiliki kedudukan sederajat, ia pernah menolongku jadi kini aku akan menolongnya. Faham!.. " ucapku dengan expresi bangga.


"oke! a, aku menyerah!, tolong jangan sakiti aku" ucap Riz.


"lalu apa tujuanmu menyuruhku untuk menyingkirkan Putri Liciany. " ucapku.


"sebenarnya aku hanya mengujimu" ucap Riz.


"menguji!.. hehe, jangan bercanda! " ucapku sambil menembakkan peluncur roket.


"prak!,, sebagian dari isi tenda itu membeku, aku sengaja menembak barang yang ada di belakang Riz agar ia ketakutan.


Riz menoleh ke belakang tubuhnya, ia melihat beberapa furniturnya membeku di dalam tembok es, saat itu ia panik sambil berkata "tolong ampuni aku!.. apapun itu akan aku lakukan." ucapnya.


"aku tanya sekali lagi!, apa tujuanmu menyingkirkan Putri Liciany." ucapku.


"aku bersumpah itu hanya tes, " ucap Riz.


"hehe!, jangan bercanda." ucap.


"aku bersumpah!,,(ucapannya terpotong karena ada beberapa orang yang masuk tenda, secara serentak.)


" hentikan perbuatanmu!." ucap mereka.


Mereka adalah Walikota, Jenifer, Lucas, Judit, dan Dust,


" kenapa tesnya bisa jadi seperti ini?" ucap Lucas.


"Jadi kalian semua bersekongkol! " ucapku sambil menodongkan senjata ke segala arah.


"lucas!, aku menyerah... dia hampir membunuhku." ucap Riz.

__ADS_1


"Senior Felix, tenangkan dirimu. " ucap Dust.


"Dust!, jadi aku mendukung mereka," ucapku.


"Felix bodoh, turunkan senjatamu," ucap jenifer.


"tidak! " ucapku.


"kami bersumpah kalau tidak percaya, tolong dengarkan ini" ucap Lucas.


Saat itu, Lucas mengeluarkan batu dari sakunya, batu itu mirip seperti batu yang putri lily pernah tunjukkan padaku.


Batu itu di nyalakan dengan mana, kemudian Lucas menggunakannya seperti Telepon genggam.


"Putri Liciany! Ini aku Lucas, ada berita penting untukmu! "


seketika benda itu mengeluarkan suara.


" berita apa itu?...apa tesnya berhasil? " suara dari batu.


Suara itu mirip seperti suara putri Liciany.


(TL Liciany/lily, adalah orang yang sama. tapi cuma Felix yang berani memanggil putri Liciany dengan sebutan Lily. )


saat itu, Riz merebut benda itu dari tangan Lucas kemudian berkata," dia hampir membunuhku!, tolong aku putri!, dia tidak percaya dengan omongan kita! " ucap Riz.


"hehehe, Maafkan aku hakim Riz. serahkan sigil ini ke felix dan biarkan aku yang menjelaskan. " suara Putri Liciany dari Batu.


Kemudian Riz dengan berhati-hati menyerahkan alat komunikasi itu padaku.


"Sweet!, ini aku Putri Liciany. para bawahanku mendesakku, mereka meminta izin dariku untuk menguji seberapa jauh tingkat kesetiaanmu".


"Apa buktinya kalau kamu Putri Liciany" ucapku.


"Kamu perlu bukti!,... baiklah, aku tau sedikit rahasiamu saat di perpustakaan" ucap Putri Liciany.


"Memang apa rahasiaku.? " Ucapku.


"Rahasiamu adalah, kamu sering begadang dan menghabiskan Kopi mokacino bekasku. kamu orangnya rajin tapi aslinya pemalas, kamu cukup tampan tapi kamu dungu. suka membaca sambil merokok dan membuat buku milikku berlubang, lalu kamu terlihat senang saat mencuci pakaian dalamku, kamu juga terlibat sering mencium pakaianku ketika selesai di cuci, dan ingat, aku selalu ngeyel tapi kamu tidak pernah marah padaku, dan kue buatanmu enak" ucap Putri Liciany.


Kemudian, aku menundukkan kepala dengan expresi malu.


Aku menyimpan peluncur roket kembali ke inventori, lalu berkata "maafkan aku atas kejadian ini" ucapku.


"Tidak!.. ini juga salah kami karena sudah meragukan kesetiaanmu. " ucap mereka.


"mengenai uang(ucapanku terpotong)


" itu untukmu sebagai, permintaan maaf dariku karena telah meragukanmu. dan perkenalkan (menundukkan kepala) Aku adalah hakim Riz"


ucap Riz dengan ekspresi ramah.


"Trimakasih, tapi apa tujuanmu mengujiku." ucapku.

__ADS_1


"Asal kamu tau, aku sebenarnya tidak mau melakukan hal ini, tapi karena hanya aku yang memiliki skill melacak kebohongan dan skill aprasial, jadi mereka memojokkanku untuk menguji seberapa jauh kesetiaanmu." ucap Riz sambil melakukan pembelaan.


"Maafkan kami semua Felix. Kami melakukan hal ini karena di pihak kami kekurangan orang jujur, dan kami tidak ingin terjadi sesuatu terhadap Putri Liciany." ucap mereka. karena mereka tau bahwa aku sering mengunjungi Putri Liciany.


"btw, Felix apakah kamu sudah tau tentang perpecahan yang kini terjadi di dalam kerajaan" ucap Judit.


"Aku sudah tau sedikit, tapi tidak baik membicarakannya di sini," ucapku.


"Tidak baik kenapa?.. lihatlah(membuka tirai), dari tadi aku memasang tabir penghalang supaya obrolan kita menjadi private." ucap Riz.


"baiklah, tolong ceritakan semuanya. " ucapku.


Kemudian Riz beserta orang-orang yang ada di sana mulai menjelaskan.


Riz menceritakan bahwa sekarang di dalam Kerajaan manusia mulai terjadi keretakan.


Penyebabnya ialah Kejahatan genosida yang di lakukan oleh beberapa oknum pejabat, dan bangsawan, terhadap kelompok yang mendukung Putri Liciany.


mereka juga secara sewenang-wenang menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan diri dan kelompoknya.


praktik ini terus berlanjut hingga puluhan tahun, tapi beberapa tahun ini makin menjadi-jadi.


Mereka (oknum) memanfaatkan keadaan raja yang sering sakit-sakitan untuk melancarkan rencana mereka.


Mereka mempengaruhi putri kedua, dan menjadikan ia seperti yang mereka inginkan(putri boneka). Mereka juga terus mendesak raja agar segera turun dari takhtanya, dan menggantikan ia dengan putri kedua.


Pada saat itu lahirlah golongan yang menolak ke tidak adilan, mereka adalah pendukungnya putri Liciany, mereka terdiri dari beberapa orang jujur yang menolak segala jenis ke tidak adilan.


mereka(golongan putri Liciany) juga terdiri dari rakyat yang mendapat perlakuan buruk dari pemimpinnya.


Dan oleh karena itu golongan ini di rahasiakan, karena agar melindungi rakyat dari penyiksaan, para pemimpinnya yang Zolim,


"Felix apa kau tau, kabar para pahlawan sekarang" ucap Judit sambil mengajukan pertanyaan padaku,


"tidak!, memang apa yang terjadi dengan mereka." ucapku bertanya.


" Mereka sekarang di jadikan alat untuk memperluas wilayah Manusia, mereka menghabisi ras lain dengan alasan membasmi ras iblis, padahal ras iblis belum muncul" ucap Judit.


"jadi, apa yang mereka hadapi? " ucapku.


"mereka memburu ras beastkid, elf, dan setengah ras lainnya, menurut kabar yang aku dengar bahwa mereka menjadi brutal ketika melihat ras lain" ucap Judit.


"ehh...kenapa? " ucapku.


"asal kamu tau, mereka bukan mereka yang dulu, mereka sudah di kutuk dengan kutukan yang merubah pandang mereka, " ucap Judit.


"maksudnya,? " ucapku.


"begini!, Ketika mereka melihat ras lain, ras lain terlihat seperti iblis jahat di mata mereka" ucap Judit.


"fip!-fip! fip!-fip! " suara alarm dari jam tangan, yang Judit gunakan.


"waktu kita tidak cukup untuk menceritakan semuanya. sekarang tinggal tersisa waktu satu jam untuk bersiap." ucap Judit.

__ADS_1


"mungkin nanti akan kami ceritakan sisanya" ucap Judit.


---->>>


__ADS_2