
Di dalam benteng kayu, pukul 23:00, Malam.
Aku keluar dari tenda Riz kemudian berjalan menghampiri beberapa kesatria yang sedang duduk sambil menjaga perlengkapanku.
"apakah perundingan kalian sudah selesai? " tanya kesatria.
"sudah! " jawabku.
"nih(menyerahkan perlengkapan-ku) ayo cepat berkumpul dengan yang lain" ucap kesatria.
"oke!, Dust pergilah dengannya, aku harus mengambil beberapa barangku yang tertinggal di tenda." ucapku sambil berjalan pergi menuju tenda.
di dalam tenda milikku.
Sebenarnya, aku di sini bukan untuk mengambil barang melainkan untuk bertemu Vita yang dari tadi mencoba menghubungiku.
"Vita, keluarlah" ucapku.
"malam sayangku" ucap Vita, ia keluar sambil memegang sekotak Popcorn di lengannya.
"apakah kamu melihat semua kejadian tadi? " tanyaku.
"aku melihat semua yang kamu lihat" ucap Vita.
"aku sungguh minta maaf" ucapku.
"tak apa, aku juga sudah tau dari awal bahwa Riz hanya berpura-pura" ucap Vita.
"Terima kasih" ucapku sambil menundukkan kepala.
__ADS_1
"jangan senang dulu admiral, kamu kini di dalam pengawasanku, dan awas nanti kalau macam-macam, ini!, benda ini akan memotong anumu!" ucap Vita sambil memegang pisau.
"i i iya!, ucapku sambil terbata-bata.
Melihat itu, Vita langsung mengelus kepalaku sambil berkata, " semangat-lah Admiral!, kamu harus semangat dalam misi ini " ucap Vita.
"yah, aku akan berusaha semaksimal mungkin! " ucapku.
"jangan lupa membawa banyak emas karena kita memerlukannya untuk upgrade markas dan ini" ucap Vita sambil menyerahkan papan hologram.
"apa ini?" ucapku sambil memegang papan hologram itu.
"ini jendela status, meski belum selesai di buat tapi ini bisa di gunakan, dan (Vita menunjuk) ini untuk Overclocking powermu bila di rasa kurang, tapi hati-hati jangan melebihi batas 200%" ucap Vita sambil menjelaskan.
"ini hebat!, terimakasih" ucapku memuji.
"aku tau, (menunjuk) ini untuk item konsumsi otomatis dan ini kumpulan skill Warrior dan Ranger yang bisa aku pakai" ucapku sambil mengotak-atik papan hologram itu.
"syukurlah kalau kamu mengerti, tapi hati-hati saat bertarung karena aslinya tubuhmu yang sekarang tidak terlalu cocok untuk bertarung." ucap vita sambil menghilang.
mendengar itu aku terdiam, sebetulnya aku masih penasaran dengan statku tapi papan ini tidak menunjukannya, dan di lain sisi aku merasa senang karena bisa meningkatkan powerku oleh fitur yang Vita berikan.
((menyulut rokok)'sekarang Dust sedang menungguku') gumamku sambil berjalan pergi menghampiri dust.
di luar aku melihat beberapa orang berbaris di atas pagar kayu, itu para pemanah dan mage, mereka mengisi tower bertingkat dan ada beberapa kesatria membawa tameng di antara mereka.
saat itu seseorang melambaikan tangannya ke arahku
"senior!, di sini! " teriak dust sambil melambaikan tangan dari atas pagar kayu.
__ADS_1
"oke!, aku kesana! " teriakku.
aku berjalan menghampiri dust,
Di atas benteng kayu
Dari atas sana aku dapat melihat rombongan kesatria yang tengah bersiaga penuh,
mereka berbaris dengan formasi memanjang tiga berbanjar. dan diam di belakang blokade kayu runcing.
ada pula beberapa kesatria terlihat membawa batu magis lalu menempelkan batu itu di antara pohon, mereka berteriak "cepat!" setelah itu mereka berlari memasuki barisan.
saat itu, dua orang kesatria membawa karung kecil penuh batu magis, mereka menunggangi kuda lalu pergi ke arah sarang.
ketika sampai mereka langsung melemparkan karung itu ke dalam sarang, dan secepatnya kembali ke arah barisan.
kesatria berkuda kembali ke dalam barisan di susul oleh suara ledakan yang berasal dari dalam sarang.
"ledakan apa itu? " tanyaku.
"itu peledak berisi racun yang mematikan! monster lemah akan mati seketika ketika menghirupnya." ucap Riz yang ada di sampingku.
semuanya bersiap!!! " teriak walikota.
"felix, Dust, lindungi aku" ucap Riz.
"oke!" ucap kami berdua.
tak perlu menunggu lama, tanah yang kami injak mulai bergetar. riuh suara kaki melangkah terdengar dari kejauhan.
__ADS_1