Rising Isekai Apocalypse

Rising Isekai Apocalypse
chapter 19 , pertarungan kekuatan vs kecerdasan.


__ADS_3

malam hari di tengah hutan yang berkabut merah.


saat ini aku dan dust sedang berada di samping jalan di hutan.


aku mencoba menenangkan dust yang terlihat sangat trauma karena hal itu.


"dust sadarlah kawan" ucapku.


tapi dust hanya diam dengan tatapan kosong di matanya.


(cihh.. sia-sia,) pikirku.


saat itu aku menyalakan penglihatan termalku lalu meninggalkan dust di tepi hutan untuk mencari beberapa orang yang masih selamat.


aku kembali sambil berlari kearah jalan yang berbahaya itu.


(sungguh akhir yang tragis) pikirku. ketika melihat puluhan mayat yang bertebaran di pinggir jalan.


jalan itu terlihat merah karena darah yang berceceran dari para korban.


saat itu aku melihat monster raksasa itu sedang mengejar beberapa kereta yang selamat. ia seakan tidak rela bila mereka lepas.


jeritan ketakutan bergema di tempat itu, kabut yang berwarna merah kian menambah rasa mencekam.


(sialan... ini semua karena ulahmu dan akhirnya banyak orang yang tidak tau apa-apa ikut terkena getahnya. ) pikirku.


aku mengambil beberapa tombak dari para korban lalu kemudian berlari sekuat tenaga mengejar orge gunung itu.


"orge itu seakan tidak ingin melepas mangsanya, ia terus memukul mukul_kan batang kayu itu kearah pasukan yang tidak berdaya.


" sialan!!!! ..Terima ini!! " ucapku sambil melemparkan tombak ke arah punggung orge gunung.


sfx "wostt " cleb!! cleb!! cleb!!


tiga bilah tombak menancap di samping kanan punggung orge.


orge gunung itu seakan tidak merasakan seranganku, ia tetap pokus menyerang kereta kuda.


(cihh,..serangku masih jauh ke jantungnya, ) gumamku.


aku berlari sambil memungut setiap senjata yang aku temukan.


aku melemparkan setiap jenis senjata itu ke arah raksasa yang membelakangiku.


cleb, cleb cleb cleb cleb cleb cleb cleb.


kini puluhan senjata itu menempel tepat di bagian belakang tubuh orge gunung, orge itu tetap berjalan mengikuti kereta kuda, serangan itu bagaikan gigitan semut untuknya.


(sialan!....tidak seperti yang aku bayangkan,..dia bahkan tidak meneteskan darah sedikitpun.) pikirku.


ketika itu aku melihat rombongan itu berlari menuju sebuah bukit yang di himpit oleh dua tebing.


(rupanya mereka memanfaatkan celah dari tebing yang sempit untuk melarikan diri) pikirku.


saat ini, kereta kuda telah berhasil memasuki celah tebing yang sempit itu, mereka berlari dengan sekuat tenaga, tapi kedua orge itu seakan tidak ingin melepaskan mereka,


kedua orge itu terlihat berselisih saat mencoba memasuki celah tebing. orge gunung itu terlihat beberapa kali mendorong orge yang lebih kecil , untuk mendahuluinya.

__ADS_1


orge gunung itu kini mencoba memasukan tubuh raksasanya ke celah tebing yang sempat itu. ia terlihat sangat bersusah payah,


perselisihan itu terus berlanjut, orge yang lebih kecil, kini mendorong orge gunung ke celah tebing yang sempit itu, tentu saja itu tidak akan muat, kini setengah tubuh bagian kiri orge gunung terlihat terjepit di antara batuan tebing.


tangan kiri dari raksasa itu kini mencoba meraih kereta kuda yang ada di dalam celah tebing, menyebabkan tanahnya bergetar dan puluhan batu berjatuhan dari atas tebing, mengenai rombongan kereta itu.


(kesempatan yang bagus) pikirku.


aku berlari menuju raksasa yang tersangkut, saat itu aku melihat bahwa raksasa itu memiliki tinggi sekitar 30meter. dengan kulit yang terlihat sangat tebal seperti batu.


(jirr.... apa yang harus aku lakukan,) pikirku. saat mengamati monster itu dari dekat.


saat ini aku sadar bahwa ukuran tubuhku hanya sebesar jempol kaki dari orge gunung itu,


(sialan... bagaimana caraku membunuhnya.) pikirku.


aku memikirkan beberapa simulasi yang akan terjadi bila aku menyerangnya.


bila aku menyerangnya secara gegabah bisa saja ia melemparkan tubuhku atau menginjak dan memukulku, yang sudah pasti akan membuatku cidera bahkan mati.


saat itu aku terus memikirkan beberapa cara dan seberapa besar tingkat keberhasilannya.


..


(aku tidak memiliki banyak waktu,) pikirku.


(beberapa menit lagi tebing itu akan hancur dan monster itu akan terlepas.) pikirku.


aku berlari kemudian melompat ke arah senjata yang menempel pada tubuh orge gunung itu, aku menggunakan senjata yang menempel pada tubuh orge itu sebagai pijakkan agar aku bisa naik ke atas tubuhnya.


(bila ini tidak berhasil membunuhnya, aku akan menggunakan seluruh senjata cadanganku) pikirku. sambil mengeluarkan beberapa roket ber-elemen api.


roket itu mengandung 70% termit di dalamnya yang bisa melelehkan logam, dan 30% Trinitrotoluene (tnt).


setelah itu, aku melompat ke arah daun telinga dari monster itu.


(cih.. menjijikkan.) pikirku saat melihat kedalam lubang telinga orge gunung. kemudian aku duduk di antara daun telinganya sambil melepas clip primer pada roket itu.


aku melepaskan beberapa clip primer agar roket itu meledak ketika terkena api, setelah itu aku melemparkan beberapa roket tanpa clip ke dalam telinga orge gunung.


(apakah ini sudah cukup?....tidak!...ia tidak mungkin mati karena beberapa roket ini,) pikirku.


aku kembali melepaskan beberapa clip dari puluhan roket, lalu melemparkan semua roket tanpa clip itu ke dalam telinga orge gunung.


(20 butir kurasa sudah cukup... baiklah saatnya beraksi) pikirku.


aku melompat menjauhi daun telinganya menuju bahu dari orge gunung.


setelah itu aku mengeluarkan peluncuran roket mini.


lalu memilih amunisi bertipe api. kemudian menembakkan nya langsung ke arah telinga orge gunung.


sfx "wosss!... "boom!!".. "booooooom!!!!!!! "..


roket itu melesat dan berhasil masuk ke dalam telinga orge, roket itu meledak dan memicu meledakkan roket tanpa clip.


" owarrrrmm!!! ", orge gunung itu menjerit kesakitan, telinganya pecah, bagian kanan wajahnya kini tidak berbentuk.

__ADS_1


orge gunung itu terlihat sangat kesakitan, ia memegang bagian kanan telinganya yang mengeluarkan banyak darah..


(sial,.. dia tidak mati) pikirku.


tapi tiba-tiba,


orge itu menoleh ke arahku, dari ekspresi nya ia terlihat sangat marah.


(oow.. aku ketauan) pikirku.


aku berlari sekuat tenaga menuju orge yang lebih kecil sambil memacing serangan dari orge gunung.


aku melompat dari sikut orge gunung itu menuju kepala orge yang lebih kecil.


(aku terjun bebas.....tapi bagaimana caraku mendarat) pikirku. ketika melihat orge yang tidak mau diam.


saat itu aku melihat beberapa ruas rambut dari monster itu, lalu aku menggapinya.


(hump)aku bergelantungan di antara rambut orge.


tiba-tiba.


aku melihat sebuah tangan orge gunung melayang ke arahku.


secara reflek aku melepaskan peganganku dan kembali meluncur.


sfx : bukkk!! terdengar sebuah suara pukulan yang sangat keras.


orge gunung itu tidak berhasil memukulku tapi malah memukul kepala temannya.


sfx : frallak, aku mendarat dengan kedua kakiku,


(kakiku mati rasa) pikirku.


sfx "bukkk! " bukkk! ,,orge yang lebih kecil membalas,..ia memukul kembali orge gunung.


kedua orge itu kini terlihat sedang berkelahi,


mereka saling membalas pukulan.


orge gunung yang terhimpit tidak bisa berbuat banyak. ia memukul dengan tangan kanannya.


sedangkan orge yang lebih kecil mengambil batang pohon lalu memukulkan nya kearah orge gunung.


setelah beberapa waktu...


aku mengamati pertarungan itu dari kejauhan.


orge gunung masih terlihat bertahan meski telah di pukul puluhan kali.


orge yang lebih kecil terlihat akan kalah karena ia menerima cakaran dan pendarahan hebat di sekujur tubuhnya.


pertarungan itu di akhiri dengan orge yang lebih kecil yang menggigit pundak orge gunung, dan orge gunung yang mencekik leher orge kecil.


orge yang lebih kecil mati terkulai lemas. sedangkan orge gunung mati karena pendarahan di wajah dan pundaknya.


(andaikan semua senjata dan jirah andalanku ada di sini, mungkin aku bisa mengalahkan mereka dengan mudah) pikirku.

__ADS_1


__ADS_2