
character : Erika roze.
Di dalam ruangan lab. Terlihat Vita sedang melamun sendirian.
Wajahnya yang cantik itu kini terlihat cemberut karena terlalu banyak pikiran. saat ini vita hanya bisa menggantungkan seluruh harapannya pada puing pesawat ini.
Tiba-tiba listrik kembali mati karena generator yang ada tidak cukup kuat untuk mengimbangi pemakaian listrik di markas, yang saat ini di gunakan seluruhnya.
Safe mode menyala, puluhan mesin di matikan agar memusatkan pengisian ke tangki energi.
Vita melamun sendiri sambil meratapi masalah yang ia hadapi. ia berusaha memikirkan alternatif dalam menangani kapasitas pemakaian listrik.
Ia melamun karena semua alternatif yang biasanya ia gunakan, kini tidak bisa berfungsi, seperti panel surya yang terkubur. ia juga tidak bisa mengebor tanah untuk mencari bahan bakar, karena bor itu membutuhkan banyak sekali energi.
Para unit juga kini tidak bisa mencari sumber daya seperti biasanya, karena di luar terlalu banyak musuh. vita juga takut bahwa unitnya akan memancing musuh datang ke markas, sedangkan markas saat ini dalam keadaan rawan.
Seluruh anggota kini membutuhkan suplay energi untuk membuat persiapan serangan balasan.
Beberapa dari unit yang tersedia saat ini ditugaskan di bengkel, mereka juga di tugaskan untuk membuat terowongan menuju tambang batu yang ada di gurun pasir.
Vita berharap bahwa ia akan menemukan mineral yang bagus dari tambang batu itu. tapi ia tidak bisa berharap lebih.
Pada akhirnya, vita hanya bisa menyerahkan seluruh urusan pada anggota yang lain.
...
Di dalam markas Accretia.
Di ruangan bengkel terlihat puluhan unit dan anggota yang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
Beberapa wanita terlihat sibuk dengan rancangan senjatanya. ada juga yang sibuk merakit ranpur sesuai keinginan nya. tapi, mereka semua memiliki satu tujuan yang pasti, yaitu memenangkan perang ini.
"Erika!. apakah kamu yakin tentang rencana ini" ucap seorang gadis berambut blonde pendek. ia menggunakan pakaian sekolah kasual.
"sasha, lihatlah aku!, apakah aku pernah berbohong? " ucap seorang gadis berambut pink panjang. ia menggunakan setelan jas militer Soviet.
"tapi, apa kamu yakin bahwa nona piona akan menerima tawaran ini" ucap sasha.
"ya!!.. dia sangat suka dengan kopi moccacino. jadi berikan jatah-mu " ucap Erika sambil merebut jatah kopi milik Sasha.
"dasar!, tidak adil kalau hanya jatah milikku yang diambil" ucap Sasha.
"aku juga menyerahkan jatahku!. tapi kalau rencana kita berhasil, kita akan menjadi lebih dekat dengan admiral" ucap Erika.
__ADS_1
"bukannya kita semua sudah dekat dengannya" ucap sasha.
"tapi kalau rencanaku berhasil, admiral akan berterima kasih kepada kita berdua, dan kita akan menjadi orang yang spesial untuknya" ucap Erika.
"kegilaanmu terhadap admiral, sungguh tidak pernah menurun" ucap sasha.
Kemudian kedua gadis itu pergi menuju seorang mekanik yang paling berpengalaman di markas.
"Piona, tunggu" ucap Erika, ia menghentikan seorang mekanik yang sedang sibuk bekerja.
"awas!.. perkerjaanku di sini belum selesai" ucup seorang gadis berambut panjang hitam, ia menggunakan pakaian mekanik dan memiliki kulit hitam cerah. ia bernama fiona.
"aku janji ini hanya sebentar! " ucap erika.
"aku tidak memiliki banyak waktu!, kalau kamu mau memberiku pekerjaan, mendingan nanti saja!, soalnya aku hanya memiliki dua tangan." ucap fiona dengan ekspresi wajah risih.
"bukannya kamu mekanik?, kenapa kamu tidak membuat lengan tambahan" ucap sasha mengejek.
"berisik kau sasha!, mau apa kamu kesini" ucap fiona sambil menatap marah sasha.
"begini (menyerahkan bungkusan kopi) kami membutuhkan pesawat-mu sekarang juga" ucap Erika. ia langsung menyerahkan bungkusan itu ke tangan fiona.
"ohh.(piona menatap bungkusan) jadi kau memberiku sogokan! " ucap fiona.
Piona tertegun sambil melihat penawaran yang sangat sulit untuk ia tolak. ia sangat kecanduan kopi yang jumlahnya kini sangat terbatas.
Piona melemparkan kunci pesawat ke arah Erika, lalu ia berkata "hanya untuk hari ini saja, dan awas kalau rusak, aku akan meminta denda yang sangat besar" ucap fiona.
"thanks.. aku pasti mengembalikan-nya seperti semula" ucap Erika.
Setelahnya, kedua gadis itu pergi menuju gudang penyimpanan senjata.
Di dalam gudang mereka memilih salah satu pesawat yang memiliki kode sama, dengan yang ada di kunci.
"aha!. ketemu" ucap Erika sambil membuka sebuah pintu dari pesawat tempur KB 01.
Unit pesawat KB .01(killer Bee) adalah prototype dari rancangan piona. ia menirukan arsitektur lebah pembunuh dalam karyanya. menghasilkan sebuah pesawat tempur yang bisa membawa alutsista atau senjata berat melebihi pesawat itu sendiri. kelebihan yang lain dari pesawat tempur ini adalah, bisa bermanuver dengan sempurna di kecepatan yang sangat tinggi.
Pesawat tempur ini juga mendukung pemasangan senjata berat di setiap sudut bodynya.
Karena tubuh dari pesawat yang sangat kecil dan senjata yang lengkap, membuat pesawat tempur ini menjadi mimpi buruk bagi pihak lawan.
Erika masuk ke dalam pesawat lalu duduk di kursi pilot.
"Sasha!. ayo naik! " ucap Erika.
__ADS_1
"sebenarnya, mau apa kau" ucap Sasha.
"pokoknya naik! " ucap Erika.
Pada akhirnya sasha terpaksa menuruti keinginan Erika. ia naik pesawat tempur itu dan duduk di kursi kopilot.
Sasha menyalakan mesin pesawat tempur itu dan melaju di trek, menuju terowongan yang baru di bangun.
"Erika!.. kita mau pergi kemana! " ucap sasha.
"sudah, diam saja! " ucap Erika
"bukannya ini pelanggaran!.. kamu hanya membawaku ke dalam masalah saja!. " ucap sasha.
"tenang saja... tidak ada yang tau kalau kita pergi, karena seluruh listrik sedang mati." ucap Erika.
Saat itu, Tiba-tiba listrik kembali menyala.
"ini gawat!, kita ketauan!." ucap sasha sambil melihat alarm peringatan.
"yahh. tapi kita sudah terlanjur" ucap Erika.
Waktu itu alarm berbunyi di ruangan penyimpanan. alarm peringatan agar mereka berdua tidak pergi dari tempat itu, tapi Erika tidak memperdulikan-nya.
Vita muncul sambil memberi peringatan, beberapa anggota juga datang untuk menghentikan, tapi sayangnya pesawat itu sudah sampai di tengah terowongan.
"unit suplay! tahan mereka" ucap vita, ia memerintahkan unit suplay yang ada di ujung terowongan agar menghentikan.
"pegangan yang erat!, aku akan menambah kecepatan! " ucap Erika.
Erika menyalakan turbin pesawat. pesawat tempur itu melesat dalam kecepatan tinggi, ia tanpa rasa takut langsung menabrak para unit suplay yang ada di ujung terowongan.
Pesawat tempur itu take off di antara himpitan ngarai, tebing batu. lalu pergi menjauhi markas.
"Erika!.. ini bahaya!, radar menunjukkan terlalu banyak musuh! " ucap Sasha.
" yah, aku tau. " ucap Erika sambil menyalakan turbin hypersonic.
Pesawat ini melesat ke atas awan dan menghilang dari pandangan.
"Erika, apa kamu tau, arah mana yang akan kita ambil" ucap Sasha.
"iya! (menyerah hp) aku sudah melacak keberadaan kaka-ku marinka" ucap Erika sambil menyerahkan smartphone miliknya ke tangan Sasha.
__ADS_1