
Sebuah unit truk pengangkut terlihat melaju di tengah lebatnya hutan belantara.
truk itu mengangkut muatan dan empat orang yang di antaranya, supir, penjaga, lalu dua orang yang tidak sadarkan diri.
truk itu di kendarai orang seorang wanita berambut abu-abu pendek, Ia tampak mahir berkendara di dalam lebatnya hutan.
Di atas truk terlihat seorang wanita berambut merah, ia mengamati situasi sambil memegang peluncur roket.
Sebuah senandung lagu kematian di lantunkan oleh sang sopir, suaranya terdengar lirih sambil sesekali terisak tangis.
"berikanlah!~, kehormatan!~, terakhir!~, untuknya~, untuk prajurit yang telah gugur..(tersedu) ., hormat kami untukmu admiral, kaulah pahlawan bangsa kami!." ucap eva sambil melantunkan lirik lagu sedih.
Di atas mobil terlihat marinka, Ia terlihat tegas seperti biasanya tapi di dalam hatinya, ia sungguh sangat merasa terpukul.
Ia tidak pernah menyangka bahwa hal ini akan terjadi pada admiral, ia menyangka bahwa admiral hanya sedang liburan biasa tapi kenyataan-nya admiral sedang bertempur sendirian.
Ia diam sambil mendengarkan lantunan, ia menangis dalam diam, perasaannya hancur tatkala mengingat kejadian itu,
Ia merasa terlambat, ("andai saja waktu itu aku datang lebih awal, mungkin hal ini tidak pernah terjadi ") pikir marinka karena saat ini admiral sedang terluka parah dan belum kunjung sadar.
di dalam mobil pengangkut..
aku terbangun karena mendengar suara lantunan merdu.
lantunan itu begitu merdu untuk di dengar seakan memanggil-manggil namaku di dalam syairnya.
Aku membuka mata, aku terbangun di atas meja, saat itu aku melihat sebuah unit repair sedang sibuk memperbaiki diriku. aku melihat beberapa komponen yang mencuat dari dalam tubuhku yang telanjang dada.
[beff.. saya hanya bisa memulihkan 50%,..beff.. kekurangan komponen! beff!.. target pulih!. beff.. target pulih! "] suara dari unit repair, Ia secara mengejutkan berbunyi seperti alarm.
mendengar suara itu keduanya langsung berlari dan melompat ke arahku, mereka terlihat sangat cemas.
mereka memelukku dengan sangat erat lalu terdengar suara isak tangis dari mereka berdua.
"admiral!, hikss, hikss, " ucap mereka berdua.
Saat itu aku secara reflek mengusap kepala mereka berdua, aku masih bingung dengan apa yang terjadi setelahnya dan siapa sebenarnya mereka berdua.
aku mengusap kepala mereka, sedangkan mereka terus menangis di bahuku seakan melepaskan rasa sedih yang mereka alami.
(di mana ini?, seingatku, aku tadi melepaskan power sampai pada batas 300%, ,setelahnya aku melupakan apa yang terjadi, lalu siapa mereka?, apakah mereka unit yang di tugaskan untuk menjemputku.) gumamku dengan expresi kebingungan.
karena sopirnya pergi dari kemudi, mobil itu berjalan tanpa arah dan menabrak pohon yang ada di depannya.
"bruk, krakkk, brak! " suara pohon roboh karena tertabrak mobil.
kami terhuyung ke depan. unit repair jatuh terlentang dan suasana itu tiba-tiba berubah.
kedua wanita itu langsung menghentikan tangisannya, kemudian mereka menatapku dengan expresi dingin dan di tambah marah.
mereka memegang tanganku, kemudian memasangkan borgol di kedua lenganku.
aku bingung melihat kejadian ini lalu bertanya, "ada apa ini" ucapku.
"eva!, kita akan istirahat di sini... sebelum itu kamu tolong bereskan pohon yang menghalangi jalan, " ucap seorang wanita berambut merah.
"tidak mau!.. aku tau kamu mau berduaan. " ucap eva sambil menolak.
"tidak!... aku mau memasak, kamu mau makan apa?" ucap marinka sambil membujuk, Ia kemudian mengambil daging kelinci yang ada di dalam kulkas.
"baiklah!, (tersenyum) aku ingin steak pedas," ucap eva kemudian ia mengambil gergaji mesin.
melihat itu aku langsung meminta pada mereka berdua untuk melepaskan borgol ku, tapi sepertinya mereka tidak mendengarkan perkataan ku.
__ADS_1
"hei!,, tidak!, tunggu!" ucapku sambil mencoba memanggil mereka.
(mereka tampaknya tidak memperdulikan_ku) gumamku.
mereka berdua pergi keluar sambil meninggalkanku yang sedang terborgol di dalam mobil.
(ada apa dengan mereka,) gumamku dengan expresi kebingungan.
aku lantas memutuskan untuk berdiri, aku berjalan ke depan ruang kemudi dan di sana aku melihat sebuah tabung cryonics.
Aku melihat putri liciany sedang terbaring di dalam tabung kaca, Ia membeku dan tubuhnya di pasangi alat penunjang kehidupan.
Aku menyentuh permukaan tabung itu dengan expresi sedih, aku tidak kuasa menahan air mata ketika mengingat kenangan pahit.
"maafkan aku putri liciany. aku terlalu lemah untuk melindungimu!,"ucapku sambil mengusap tabung kaca.
di sisi lain terlihat dua orang wanita sedang sibuk memasak.
"marinka, apa kamu yakin memborgol tangan admiral" ucap Eva.
"tentu!, karena keputusan ku sudah bulat, " ucap marinka.
"tapi bukannya tidak sopan memborgol tangan ketua kita" ucap Eva.
"aku mengerti!, tapi coba kau pikirkan terakhir kali ketika ia sekarat karena bertarung sendirian dan aku tidak ingin melihat hal itu terjadi lagi! "
"yahh!, itu mengingatkan_ku ketika kita pertama kali bertemu" Ucap Eva.
"aku tau!, tapi aku tidak rela melihat ia terluka karena wanita lain" ucap Marinka.
"aku setuju dengan pendapatmu, aku juga sedikit marah karena ia membawa wanita baru ke markas" ucap Eva.
"sepertinya saingan kita akan bertambah satu!" ucap Marinka.
"lalu kenapa kamu memutuskan untuk menolongnya? " tanya Eva.
"hehehe, itu mengingatkan-ku ketika ia menolong kita, meski ia harus mempertaruhkan nyawanya" Ucap Eva sambil tersenyum.
" pemimpin kita selalu saja begitu."ucap Marinka.
...
saat itu sebuah unit repair terus saja mengikutiku.
[beff..mohon untuk tidak di buka!, beff.. target dalam tabung sedang dalam kondisi kritis!.. beff,] ucap unit repair sambil memberikan peringatan.
"oke!, tapi seberapa parah lukanya? " tanya_ku kepada unit repair.
[beff..tidak di ketahui, beff.. target tidak di sertai SOF, beff.. belum ada modul yang terpasang!, beff..] ucap unit repair dengan expresi kebingungan.
aku tersenyum melihat tingkah laku unit repair yang sedang kebingungan.
saat itu aku berusaha untuk melepaskan borgol yang ada di lenganku tapi nampaknya kekuatanku tidak cukup untuk merusak borgol.
aku mengambil inisiatif untuk memotong borgol ini menggunakan pedang kamason, tapi ketika aku mengakses inventory, betapa terkejutnya aku.
(inventory milikku hilang) pikirku sambil meraba setiap saku yang ada di depan celana.
(tidak!... pedang kamasonku hilang! ) pikirku karena itu merupakan pedang sekelas relic yang aku suka.
"unit repair, apa kamu tau di mana inventory milikku?, ucapku bertanya pada unit repair.
[ beff.. item di amankan oleh nona marinka] ucap unit repair.
__ADS_1
mendengar itu aku langsung bergegas menemui mereka berdua untuk menanyakan perihal inventory milikku.
aku berjalan di sekeliling mobil MAZ sambil mencari mereka berdua, tapi rupanya mereka ada di atas mobil.
mereka tampaknya sedang membakar BBQ,
aku berjalan lalu menaiki tangga menghampiri mereka.
saat itu mereka menatapku dengan tatapan dingin dan tajam.
tanpa perlu basa-basi aku langsung menanyakan pada mereka perihal inventory milikku.
"di mana kalian menyembunyikan inventory milikku!" ucapku dengan expresi marah.
mendengar ucapanku seorang gadis berambut merah kemudian mengeluarkan tas inventory milikku dari saku bajunya.
"apa ini yang anda cari? " ucap Marinka sambil memegang tas.
tanpa banyak kata aku langsung mengambil tas itu dan memeriksa isinya.
Aku terkejut ketika melihat isi tas milikku, aku terkejut karena saat itu beberapa senjata dan makanan di dalam tasku hilang.
("di mana aku menyimpannya") gumamku sambil memeriksa isi tas.
"kamu mencari ini? " ucap marinka sambil mengacungkan sebuah peluncur roket mini.
seketika aku langsung berusaha mengambil peluncur roket itu, tapi tampaknya gadis itu mencoba mencegahku.
"tidak boleh!,. (memegang lengan) untuk sekarang anda di larang memegang senjata" ucap marinka sambil menahan kedua tanganku.
"kalau aku tidak memegang senjata lalu siapa yang akan melindungi kalian" ucapku dengan expresi kukuh.
mendengar ucapanku, wanita itu langsung menggelengkan kepala, ia menutup wajahnya dengan tangan dan sebuah senyuman manis terlihat dari sela jarinya.
"baiklah!..(menutup wajah) aku akan memberikannya padamu tapi nanti setelah kita makan siang" ucap Marinka, ia lalu mengambil sebuah mangkuk dan mengisinya dengan daging yang sudah matang.
aku tertegun dengan wajah bingung, aku bingung karena mereka bisa mengakses inventory milikku, sedangkan inventory milikku hanya bisa di akses oleh bangsa accteria.
(bukannya hanya aku yang selamat dari bencana itu?, lalu siapa sebenarnya mereka ) pikirku.
seorang gadis berambut pendek di belakangku tampaknya penasaran dengan sebuah kamera mikro yang tertancap di belakang leherku, ia dengan polosnya mencabut kamera itu.
"click, blank! (penglihatanku menjadi gelap)
aku secara spontan menjadi panik karena penglihatanku menjadi gelap.
(ada apa ini! ) pikirku dengan expresi panik.
aku panik karena aku masih trauma dengan kejadian tragis itu. di mana saat itu aku kehilangan penglihatanku dan di saat itu pula aku kehilangan putri liciany.
"eva!, apa yang kamu lakukan!" ucap Marinka dengan nada membentak.
"aku hanya mencabut kamera yang ada di belakang leher admiral!" ucap Eva dengan expresi kebingungan.
"cepat pasang kamera itu kembali! "ucap Marinka.
" baik!,.. duhh,(sambil memasang kamera).. aku tidak mengira akan jadi seperti ini" ucap eva.
kemudian penglihatanku kembali seperti semula.
dari kamera botfly aku melihat kedua gadis itu memasang expresi sedih terhadapku, mereka terlihat sangat khawatir dengan keadaanku saat ini.
"Admiral, tenanglah! " ucap Marinka. sambil memegang tanganku.
__ADS_1
"maafkan aku.(membungkuk) aku pikir itu adalah alat pelacak dari musuh yang sengaja di pasang di leher anda" ucap Eva dengan expresi sedih.
aku sedikit marah ketika tahu bahwa itu adalah kecerobohan dari bawahanku. aku lantas pergi dari tempat itu menuju atap dari mobil maz karena aku merasa malu telah panik tidak jelas.