Romantic Wedding

Romantic Wedding
Terbaring lemah


__ADS_3

Ayah terus memeluk Bunda berusaha menenangkannya.


"Ayah Erina Yahh"ucap Bunda.


"Iya Bun kita doakan semoga tidak terjadi apa-apa sama Erina"


Orangtua mana yang sanggup melihat anaknya terbaring lemah di rumah sakit dengan berbagai alat terpasang di tubuhnya.


"Candra kamu udah kasih tahu kakakmu?"bisik Papa pada Candra.


"Udah Pah, lagi diperjalanan kata Bang Ega Kak Cakra naik pesawat jdi 2 atau 3 jam juga sampai"


Tidak lama kemudian Dokter keluar dan memberitahukan jika kondisi Erina sedang kritis dan penyebab Erina pingsan karena tubuhnya terlalu lemah, Erina memang memforsir tubuhnya dengan membagi waktu antara perannya sebagai istri dan mahasiswi tingkat akhir apalagi Asupan makanan Erina sangat kurang.


"Kita berdoa saja semoga pasiem bisa melewati masa kritisnya"ucap sanga Dokter.


"Apakah saya boleh masuk dok?"tanya Ayah.


"Untuk sementara tidak bolek pak, Bapak dan Ibu bisa melihatnya melalui kaca jendela ini"


"Baik dok terimakasih"jawan Papa.

__ADS_1


Tiba-tiba Bunda pingsan untung saja Ayah dengan sigap menahannya, Candra membantu memanggilkan suster untuk dipindahkan ke ruangan.


***


Selama diperjalanan Cakra terus memanjatkan doa untuk Erina, semoga istri tercinta nya baik-baik saja.


Ada rasa penyesalan Cakra ketika tidak mengangkat telpon dari Erina.


setelah pesawat tiba di bandara, Cakra bergegas untuk langsung pergi ke rumah sakit tempat Erina di rawat.


"Kak Cakra"panggil Candra ketika melihat Cakra baru turun dari taksi.


"Candra, Erina di ruang mana?"


Cakra langsung berlari masuk ia bahkan melupakan kopernya begitu saja, Cakra sangat ingin melihat Erina.


"Papa gimana keadaan Erina?"tanya Cakra.


"Cakra syukurlah kamu udah sampai, kata Dokter istri kamu sedang kritis kita berdoa ya semoga Erina bisa melewatinya, kamu yang sabarr"jawab Papa.


Cakra langsung melihat ke arah kaca dimana Istri cantiknya berada dengan alat-alat yang mencap di tubuhnya dengan wajah sangat pucat.

__ADS_1


"Ayah mertua mu sedang menunggua Bund sedang di rawat juga karena tadi dia pingsan saat mendengar penjelasan dokter"ucap Papa.


Cakra hanya diam berdiri menatap Erina, ingin sekali ia masuk dan memeluk tubuh Erina.


"Kak boleh bicara sebentar"ucap Candra menepuk pundak Cakra.


"Kenapa?"tanya Cakra karena ia enggan untuk beranjak.


"Ini tentang Kak Erina"


Candra lalu mengajak Cakra pergi ke sebuah taman.


"Kak Erina tadi Pingsan di kamar untung aja Kak Dewi masuk kamarnya kalo engga ga ada yang tahu Kak Erina pingsan. Sebenarnya juga beberapa hari yang lalu Kak Erina juga pingsan di kampus, saat itu aku dan Pak Dika ingin membawanya ke rumah sakit tapi di tengah jalan Kak Erina bangun dan maksa ingin pulang saja"


"Kenapa ga bilang sama Kakak?"ucap Cakra sedikit emosi andai adiknya memberitahu mungkin Erina tidak akan seperti ini pantas saja waktu wajah Erina sedikit pucat.


"Maaf Kak tapi Kak Erina yang larang aku kak , aku juga khawatir sama Kak Erina jadi makanya itu aku alasan nginep di rumah Kakak padahal aku mau jagain Kak Erina"


"Dan juga sebenarnya Hari ini Kak Erina hanis sidang skripsi dan alhamdulillah lulus"


"Lulus? bukannya harusnya semeneter depan Kan?"tanya Cakra.

__ADS_1


Namun tiba-tiba Papa datang dan memanggil Cakra karena tiba-tiba kondisi Erina semakin drop.


__ADS_2