
Ketika malam hari tiba, Cakra dan Erina sudah berbaring di ranjang dengan saling berpelukan.
"Mas tadi siang aku ngobrol-ngobrol sama Kak Dewi"ucap Erina
"Ngobrol apaan Sayang?"
"Iya ngobrolin banyak tentang Kak Dewi, Sebagian tentang masa lalu sih tapi tadi ngebahas juga rencana Kak Dewi kedepannya dia katanya pengen buka usaha gitu semacam cafe gitu tapi modalnya yang bingung"ucap Erina panjang lebar.
"Ide bagus tuh lagian kata kamu Kak Dewi jago masak juga, ya kalo soal modal Mas siap bantu, itung-itung sekalian Mas nyimpen saham di cafenya"ucap Cakra.
"Beneran kamu mau bantu Mas?"tanya Erina memastikan.
"Iya Sayang, nanti juga Mas bantuin cari lokasi yang cocok kebetulan beberapa temen Mas ada yang buka Cafe juga"
"uhh makin Cinta deh Makasih Sayang muach muach"ucap Erina sambil mencium seluruh wajah Cakra.
"Udah sayang, Mas dari tadi nahan-nahan lohh kalo begini pertahanan Mas bisa hancur"ucap Cakra.
"Gapapa hancurin aja Mas, Erina siap kok"jawab Erina.
__ADS_1
"Tapi ..."Cakra belum selesai berbicara tapi Erina sudah nyosor duluan, tentu saja tidak mau kalah Cakra juga membalasnya.
Ia sudah berusaha menahan nya karena masih takut jika Erina belum sepenuhnya pulih namun melihat semangat Erina malam ini sepertinya Cakra sudah yakin jika istrinya sudah baik-baik saja jadi ia tidak perlu ragu lagi.
Walaupun kamar Erina kedap suara tapi tetap saja ia tidak enak dengan Kak Dewi dan Iky yang berada di kamar sebelah jadi Erina berusaha untuk tidak terlalu bersuara.
"Pelan-pelan Mas ingat ini bukan dirumah"ucap Erina pelan.
"Iya Sayang Mas ingat kok"
Selama kurang lebih satu jam mereka melakukannya, sebenarnya Cakra masih menginginkannya namun Cakra sadar jika istrinya baru pulih ia tidak ingin memaksanya toh masih ada hari esok.
"Love u to Mas" Akhirnya mereka terlelap sambil berpelukan setelah kegiatan pamas mereka.
Keesokan paginya Erina langsung menceritakannya pada Kak Dewi tentang Cakra yang siap meminjamkan modalnya dan tentu saja Kak Dewi sangat senang, Ayah pun tidak mau ketinggalan untuk meminjamkan modalnya.
"Eri nanti bantuin Kakak ya"
"Siap Kak"
__ADS_1
Erina begitu senang melihat senyum manis Kakaknya sudah lama ia tidak melihat senyum manis Kakak nya lagi setelah Kakaknya menikah dan tinggal jauh.
Sebisa mungkin Erina membantu Kak Dewi, untuk urusan lokasi Kak Dewi mempercayai Cakra jadi ia hanya tinggal memikirkan konsep Cafe dan menu-menunya.
Hari ini Kak Dewi berencana untuk membuat testi makanan untuk daftar menu nanti, namun sebelumnya Kak Dewi dan Erina pergi berbelanja segala kebutuhan.
"Kita ke pasar sama ke supermarket loh kamu gapapa kan?"ucap Kak Dewi khawatir.
"Gapapa Kak, aku udah kuat kok tenang aja"ucap Erina berusaha meyakinkan Kakaknya.
"Yaudah kalo cape bilang ya"
Karena belanjaanya lumayan banyak jadi Kak Dewi dan Erina memilih pergi dengan naik taksi online karena tidak mungkin jika harus naik motor.
"Kita bagi-bagi aja ya Kak biar cepet"ujar Erina.
"Engga Kakak ga mau nanti kamu kecapean bareng-bareng aja kamu cukup dorong troli biar Kakak yang urus semuanya"
Akhirnya Erina mengikuti saran Kakaknya mereka tidak lama di supermarket karena sebagian besar belanjanya di pasar yang bisa dibilang harganya relatif murah.
__ADS_1