
Erina menatap teman-temannya yang sangat terkejut ketika Erina memberikan mereka undangan pernikahan.
banyak yang memberikan selamat dan juga banyak juga yang bertanya.
" Kamu ya ternyata diam-diam langsung nikah aja"
" kapan pacarannya?"
Erina hanya tersenyum tidak ingin menanggapi pertanyaan mereka,tetapi hal berbeda Jiak para sahabtnya yang bertanya tentang pernikahannya Erina paati akan menjawabnya.
" ini beneran kan ? bukan prank?"ucap Mila
" Iya beneran, kamu aja yang nerima undangannya kaget lah aku yang mau nikah aja masih ga percaya"ujar Erina jujur
" gimana ceritain dongg penasaran banget"ujar Wina yang sangat penasaran.
Erina menceritakan awal pertemuannya dengan Cakra mulai dengan dari lamaran mengejutkan dan yang lain-lainnya.
" Serius Pak Cakra tempat kita dulu magang?"ujar Wina tidak percaya
" Pantas aja ini nama yang ada di undangnnya ga asing"ucap Mila
" tapi selamat yaa akhirnya kamu duluan deh yang sold out"
__ADS_1
" Iya makasih jangan lupa pokokknya haru nginep di rumah ya sesuai janji loh kalo ada yang menikah salah satu dari kita "ucap Erina
" Iya Janji kok huhuuu masih ga percaya kamu mau nikah"ucap Wina memeluk Erina di susul Mila, mereka bertiga berpelukan tanpa mereka sadari orang-orang di sekitar memperhatikan mereka.
\=\=\=\=
Erina menunggu Cakra di halte dekat kampusnya. Cakra ingin menikati waktu berdua dengan Erina sebelum masa pingitan.
" Maaf lama nunggu ya"ucap Cakra
" Engga kok Mas, aku juga baru dateng kesini"
" Yaudanh yuk langsung aja"ucap Cakra sambil memberikan Helm pada Erina
mereka berangkat, Erina tidak tahu Cakra akan membawanya kemana.
" Aku pengen kamu jujur, Alasan kamu mau nikah sama Pak Cakra apa Eri? Kamu yakin nikah sama dia? nikah itu bukan tentang tidur ada yang menemani, tapi tentang dua manusia yang berbeda pendapat dan pemikiran bersatu, cobalah pikirkan masih ada waktu, sekali lagi yakinkan hati kamu"ucap Mila pada Erina
Erina juga sampai sekarang bingung tapi tidak ragu, dia hanya bingung kenapa dia langsung menerima lamaran Cakra, entah dia sudah mulai mencintai Cakra atau karena alasan lain dia tidak tahu.
" Kenapa melamun, dari tadi kamu diem aja ada masalah apa? coba cerita sama Mas" ucap Cakra
Mereka sudah tiba di sebuah tempat makan dengan pemandangan persawahan hijau.
__ADS_1
sedari datang Erina tidak banyak bicara dan malah banyak melamun Cakra sangat kesal karena diacuhkan.
" Ahh gapapa kok, lagi mikirin tugas kampus aja Maaf ya Mas" ucap Erina tersenyum.
" heem yaudah nanti aja pikirin laginya sekarang kamu makan dulu keburu dingin tuh" ucap Cakra
Erina mengangguk, berusaha tidak terlalu memikirkan.
" Mas ga tau kamu kenapa yang jelas, jika ada sesuatu jangan sungkan untuk berbicara, sebentar lagi kita akan menikah ga ada salahnya kan mulai membiasakan diri"ucap Cakra lembut sembari tersenyum pada Erina
" Iya Mas"
" Jadi tadi kamu ngelamunin apa ?tenang aja Mas ga akan marah kok apapun itu "ucap Cakra yang sangat penasaran
" Emm maaf ya Mas, tadi Sahabat Erina, Mila nanya kenapa Erina mau menerima lamaran Mas, dan jujur Erina juga ga tau kenapa Erina mau menerima Mas"ucap Erina menunduk tidak berani menatap Cakra
Cakra tersenyum lalu satu tangannya mengusap kepala Erina.
" Mungkin Erina sudah mulai mencintai Mas, tapi Erina ga sadar makanya itu kamu masih bingung "ucap Cakra
Erina menatap Cakra,
" benarkah seperti itu" batin Erina.
__ADS_1
" Sudah jangan di bahas lagi, Mungkin nanti kamu akan tau jawabannya sendiri, ayo kita jalan-jalan aja "
Cakra beranjak membayar ke kasir lalu mengajak Erina berjalan-jalan berkeliling dengan motornya tanpa tujuan.