Romantic Wedding

Romantic Wedding
Saling jujur


__ADS_3

Setahu Cakra kurma muda sering di buru para pasangan yang sedang program hamil.


"Jujur sama aku Sayang, ada yang kamu sembunyikan dari aku ga?"tanya Cakra membuat Erina yang semula fokus dengan ponselnya langsung menoleh pada Cakra.


Deg.


"Kita udah janji loh ga ada yang di tutup-tutupi lagi"ujar Cakra kembali karna Erina hanya diam mematung.


"Tapi kamu jangan marah ya Mas?"ucap Erina yang kini merubah posisi duduk ya menjadi saling berhadapan dengan suaminya dan menyimpan ponselnya.


"Maaf aku tadi bohong sama kamu"ucap Erina menunduk ia tidak sanggup menatap wajah Cakra.


Cakra memilih diam dan mendengarkan semua cerita Erina.


"Aku tadi ga ke kampus, tapi malah ke dokter kandungan aku mau cek diri aku sama mau bertanya tentang program hamil"ucap Erina berhenti.


"Maafin aku ya Mas karna aku dulu egois malah pilih pake kontrasepsi di bandingkan hamil sekali lagi maaf ya Mas karna itu aku ingin menebusnya sekarang"ucap Erina dengan terisak.


Cakra langsung memeluk Erina, ia memang menginginkan anak namun juga tidak memaksa Erina untuk segera hamil, Cakra sama sekali tidak menyalahkan Erina memang takdirnya mungkin harus seperti ini.

__ADS_1


"Sayang ini bukan salah kamu kok, jangan berpikir begitu lagi yaa harusnya kita sama-sama berjuangg bukan kamu sendiri seperti ini"ucap Cakra lembut.


Erina mengangguk masih sengan terisak di pelukan Cakra sampai kaos yang di kenakan Cakra basah oleh air mata Erina.


"Mulai sekarang apapun yang mengganjal di pikiran kamu pokoknya harus cerita sama Mas paham Sayang?"


"Iya Mass, kamu juga harus sama jangan aku doang"


"Iya Sayang Mas janji kok"


Setelah drama nangis-nangis, mereka langsung pergi ke kamar karna ternyata jam sudah menunjukan akan 22.00.


"Kamu belum tidur Mas?"tanya Erina yang bangun karena merasa ditatap.


"Belum Sayang, Mas ga bisa tidur"


Entah ide dari mana Erina tiba-tiba membisikan sesuatu yang membuat Cakra semangat.


"Okey sepertinya kita haru mulai Sayang"ucap Cakra dengan semangat membaranya.

__ADS_1


Erina tersenyum bisa-bisanya ia membisikan hal gila seperti itu pada suaminya tapi tidak biaa dipungkiri Erina juga merindukan belaian kasih Cakra.


"Malam ini aku yang mimpin ya Mas"ucap Erina tanpa malu-malu naik ke atas tubuh Cakra.


Erina berusaha memberikan servis terbaik untuk suaminya walaupun tidak semahir Cakra namun Erina berusaha yang terbaik.


"Ini Gila Sayang, Mas ga kuat kalo begini"racau Cakra karena Erina menyentuh titik sensitifnya dan bermain-main disana.


Yah ternyata ide gila Erina adalah mengajak Suaminya untuk bercocok tanam, karena Erina mengingat perkataan Dokter tadi siang untuk lebih sering berhubungan dengan pasangan.


Entah sampai kapan mereka bergelut dengan nikmatnya surga dunia, tapi yang jelas mereka sama-sama terkulai lemas dengan posisi Erina yang masih di atas Cakra.


**


Hampir saja mereka terlambat bangun jika suara alarm dari ponsel Erina tidak menyala.


"Ga ada waktu lagi lebih baik kita mandi sama-sama aja Sayang"ucap Cakra.


Dan akhirnya mereka mandi bersama tidak ada ritual lain selain mandi, walaupun sebenarnya Cakra menginginkannya tapi karna waktu ia berusaha menahannya.

__ADS_1


"Baju kamu nih Mas, untung aja udah aku simpan paling atas"ucap Erina yang membantu Cakra berpakaian walaupun sendirinya masih memakai handuk.


__ADS_2