
"Ih Mas cepetan aku penasaran bangett"ujar Erina karena Cakra seperti sengaja berlama-lama di dapur.
"Iya iya inu Mas habis buat teh hangat dulu buat kamu sama Mas"ucap Cakra namun di mata Erina hanya alasan.
"Yaudah Mas lanjut lagi tapi sini duduknya deketan"ucap Cakra duduk di ranjang.
Erina hanya menurut ia sama sekali tidak protes karena sangat penasaran, jarang bahkan belum pernah sepertinya Cakra menceritakan masa lalu nya itu.
"Jadi Setelah Mas naik jabatan Rena deketin Mas lagi, sampai Akhirnya Mas memberanikan diri untuk melamar lagi namun Rena malah menolak mentah-mentah bahkan dia terang-terangan Menyebut laki-laki lain Mas lupa siapa namanya dan di hari itu juga dia pindah kantor entah kemana, saat itu Mas kecewa semua orang menggosipkan Mas namun Mas bangkit dan melupakan semuanya"ucap Cakra.
"Terus dia menghubungi Mas lagi begitu tau Mas menikah sama kamu bahkan dia ngirim Mas pesan ucapan selamat dan tadi siang Mas ketemu dia pas Rapat tapi Mas cuek kok tenang aja"
"Kamu ga marah kan Sayang?"tanya Cakra karena dari tadi ia bercerita Erina hanya diam menatapnya.
"Engga marah kok Mas, itukan masa lalu yang terpenting sekarang Mas sama Erina dan kedepannya Mas slalu milik Erina"ucap Erina tersenyum ia lalu memeluk erat Cakra.
__ADS_1
"Tentu saja Sayang, Mas bersyukur banget bisa dipertemukan sama kamu siswi magang yang sering ceroboh"ucap Cakra menggoda Erina.
"Ih itukan duluu sekarang engga"ucap Erina kesal namun tak ayal mellepaskan pelukannya ia malah semakin mempererat, jujur saja Erina sedikit takut ketika mendengar Bu Rena mendekati Cakra lagi.
Erina mengenal Rena ketika magang dia sudah sangat terkenal selain masih muda ia juga memegang jabatan lumayan penting tapi Erina tahu jika Rena mempunyai sifat dan sikap yang kurang baik apalagi terhadap bawahannya.
"Kamu beneran ga marah kan?"tanya Cakra memastikan kembali.
"Engga Mas, udah yu tidur aku ngantuk"ucap Erina.
Mereka lalu tidur dengan saling berpelukan tidak ada kegiatan panas, mereka berdua sama-sama lelah fisik maupun mental.
Hari ini hari pertama Candra ke kampus setelah Dokter menyatakan sembuh total sebelumnya memang Candra sudah ke kampus namun masih di temani Papa karena cuma mengurus kepindahan Candra.
"Candra ayo kita sarapan"teriak Mama.
__ADS_1
"Iya Mama cantik ga usah teriak-teriak aku udah disini juga"ucap Candra datang ia sudah siap.
"Wih keren banget nih yang mau kuliah"ucap Papa yang baru datang.
"Biasa aja kok Pah"ucap Candra.
"Udah lebih baik sarapan, oh iya tadi Cakra nelpon Mama katanya dia mau jemput kamu Candra sekalian nganterin Erina juga ke kampus mungkin sebentar lagi sampai"
"Iya Ma Kak Erina udah chat aku nih"ucap Candra menujukan chatnya.
Beberapa menit kemudian Cakra dan Erina sudah sampai mereka lalu bergabung namun tidak sarapan karena mereka sebelumnya sudah sarapan.
"Kalian hati-hati ya, Cakra jangan ngebut bawa mobilnya"ucap Mama.
"Iya Mah siap kalo gitu kita pamit ya"
__ADS_1
"Kita berangkat dulu ya Ma"ucap Erina
Mereka lalu segera berangkat karena jarak dari rumah Mama ke kampus lebih jauh daripada jarak rumah Cakra, Cakra dan Erina sengaja menjemput Candra karena Erina yang meminta takutnya Candra tidak tahu kelasnya dimana makanya Erina yang akan menjadi penunjuk jalan.