
Erina dan Mila kembali ke kost Mila, karena Dika langsung pamit karena masih ada kelas.
"Aduh pengen makan yang pedes-pedes deh udah lama banget, kita order Seblak aja gimana ? aku kangen makan itu"ujar Erina memang semenjak menikah ia tidak lagi makan makanan seperti itu takut Cakra marah.
"Ide bagus tuh, sekalian ajak si Wina kesini biar rame udah lama juga ga kumpul.kaya gini"
"Boleh tuh yaudah aku chat dia kamu yang pesen Seblaknya ya"
"Iya"
Ternyata Wina tidak.bisa datang karena ada acara keluarga akhirnya Erina dan Mila saja, mereka langsung mengorder melewati aplikasi online supaya cepat dan mudah karena mereka berdua sama-sama sedang mode malas gerak.
"Btw Mil tadi kaliam pada ngomongin apaan sih pas aku ke toilet?"tanya Erina yang penasaran.
"Hmm itu tadi Kak Dika ngajak aku ke toko buku yang jual buku bekas gitu katanya dia tau dari kamu emang bener Eri?"
"Iya kemarin nanyain soalnya, ciee akhirnya jalan berdua nihh"ucap Erina menggoda Mila.yang tampak malu-malu.
"Ih apaan sih aku cuma nganterin aja ga lebih kok"killah Mila padahal di hatinya sedang berbunga-bunga.
__ADS_1
"Ini kesempatan buat kamu Mil, jangan disia-siakan siapa tahu kan memang berjodoh"
"Iya tapi aku ga mau terlalu berharap Eri, takut nanti kaya dulu lagi"
"Semoga aja engga"
Tidak lama kemudian pesanan mereka datang, Erina dan Mila tampak sangat senang mereka makan sambil sesekali bercerita dan bahkan bernostalgia.
***
Ketika Sore tiba Erina baru pulang setelah hampir seharian ia berdiam diri di kostan Mila, sudah sangat lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama karena selain jadwal kuliah yang berbeda-beda juga karna Erina yang kini sudah berstatus menikah jadi tidak sebebas dulu.
"Mungkin karena referensinya ada yang sama jadi harus sedikit di ubah"gumam Erina.
Sudah berjam-jam Erina berkutat dengan komputer lipatnya dan beberapa buku, untung saja suaminya akan pulang terlambat jadi Erina masih punya waktu.
Namun Erina sedikit terhambat karena ia harus bolak balik ke kamar mandi karna perutnya sangat mules akibat dari salah makan seblak, tadi Erina malah salah makan seblak milik Mila yang level kepedasannya berkali-kali lipat dari yang Erina punya.
Tepat pukul 9 Malam Cakra pulang nampak rumah sepi tidak ada tanda-tanda jika Istrinya akan menyambutnya pulang.
__ADS_1
"Tumben nih ? apa Erina sudah tidur ya"batin Cakra lalu mengunci pagar dan setelah itu masuk, terlihat lampu di ruang tamu sudah mati, namun ketika masuk ke kamar Cakra terkejut karena lampu kamarnya yang sangat terang.
"Sayang kamu belum tidur?"tanya Cakra pada Erina yang sedang meringkuk seperti menahan sakit.
"Belum Mas, kamu udah pulang maaf ya aku ga nyambut kamu aduhh sebentar Mas aku ke kamar mandi dulu"ucap Erina lalu sedikit berlari.
Cakra hanya melongo ia tidak tahu haru berbuat apa, tidak lama kemudian Erina sudah keluar lagi dengan wajah yang sudah pucat.
"Kamu kenapa Sayang ada yang sakit?ucap Cakra khawatir.
"Aku tadi salah makan, malah makan punya Mila yang pedes banget jadinya mules deh"ucap Erina ia lalu membaringkan kembali tubuhnya, ia sudah bolak-balik ke kamar mandi hampir 7 kali mungkin.
"Yaa ampun kok bisa Sayang ? mau aku beliin obat ?"tanya Cakra khawatir.
"Gausah Mas, aku udah minum obat kok sebentar lagi juga obatnya bekerja, maaf ya Mas gara-gara mules aku jadi ga bisa.."
"Suut udah Sayang Mas gapapa kok, lebih baik kamu tidur aja ya, Mas bisa urus diri mas sendiri kok"ucap Cakra lalu mencium kening Erina.
Benar sepertinya obatnya sudah bekerja Erina tidak merasakan mules lagi kini ia justru sudah terlelap tidur.
__ADS_1