
Erina dan Cakra kini sedang menikmati makan malam berdua dengaan makanan yang diberikan sang Mama.
"Masakan mama memang juara deh, sepertinya aku harus belajar masak dari Mama"ujar Erina.
"Masakan kamu juga enak kok Sayang"ucap Cakra.
"Iya tapi ga seenak bikinan Mama"
"Gapapa kok yang penting menurut Mas masakan kamu yang paling enak"
Blush, tiba-tiba pipi Erina merona karena pujian dari Cakra.
"Mas nih bisa aja"ujar Erina menunduk karena gugup plus malu.
"Beneran kok Sayang, menurut Mas masakan kamu enak lebih enak dari chef terkenal"ucap Cakra tersenyum ia sangat gemas melihat wajah malu-malu Erina.
"Iya iya Makasih pujiannya ya"ucap Erina lalu bangkit ia lalu memberesskan bekas makan mereka dan ingin langsung mencucinya.
Cakra bangkit ia pergi ke kamar mandi yang berada di samping dapur.
Cakra yang sudah selesai dari kamar mandi lalu mendekat ke arah Erina dan memeluknya dari belakang dan membenamkan wajahnya di celuruk leher Erina menghirup pelan-pelan aroma tubuh Erina.
"Jadi ingat ketika dulu"ucap Cakra dengan suara pelan.
__ADS_1
"Ingat apa Mas?"tanya Erina yang sangat penasaran.
"Kamu ingat ga dulu ketika kamu magang, Mas ingat waktu itu hari jumat semua staff dan pegawai laki-laki pergi solat jumat dan ketika selesai Mas yang pulang duluan dan lewat pintu belakang ga sengaja liat kamu yang lagi cuci piring, Jujur aja Mas waktu itu Mas hanya pura-pura aja mau buat kopi padahal Mas pengen lama-lama liat kamu cuci piring"ujar Cakra sambil cekikan tertawa.
"Oh iya aku ingat Mas, tapi makasih ya Mas udah di temenin sebenarnya aku takut banget waktu itu karna aku sama temen-temenku habis nonton film horor dan lagi Pak Edo Satpam malah nakut-nakutin ngomong disitu sering ada penampakan lah itu lah, tapi ketika Mas datang aku langsung tenang banget "ucap Erina tersenyum.
"Bisa pas gitu ya, mungkin memang sudah takdirnya kita berjodoh ya sayang"ujar Cakra lalu membalikan tubuh Erina yang kebetulan selesai mencuci piring.
Cakra mulai mendekatkan wajahnya pada Erina, dan mulai lah ia mengecup singkat bibir ranum Erina, awalnya hanya kecupan namun sepertinya Cakra tidak bisa menahan, ia lalu mengangkat tubuh Erina dan membawanya ke kamar.
Saking terbawa suasana Erina hampir saja lupa ia lalu segera mendorong Cakra yang tengah asyik dengan gunung kembarnya.
"Kenapa?"tanya Cakra dengan suara parau.
"Maaf Sayang Mas lupa"ucap Cakra pada Erina.
Cakra lalu pergi ke kamar mandi ia harus menidurkan adik kecilnya, Erina hanya melihat dengan tatapan bersalah.
Sambil menunggu Cakra, Erina mengecek ponselnya karena sejak pulang dari kampus ia melupakan ponselnya.
"Waduh lupa deh mau cerita ke Mila"batin Erina.
📩 Maaf Mill aku lupa besok aja ya janji deh sekali lagi maaf yaa.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Cakra keluar dengan handuk yang melilit dibadannya.
"Bentar Mas aku ambilin bajunya dulu"ucap Erina untuk mengurangi rasa bersalah.
"Makasih Sayang"ujar Cakra tersenyum.
Setelah memakai bajunya Cakra ikut bergabung dengan Erina yang sudah berbaring.
"Sayang"panggil Cakra lembut sambil menatap Erina karena sekarang posisi mereka saling berhadapan.
"Kenapa Mas?"
" Mas ingin bertanya tadi sore Mas liat kamu dengan laki-laki itu siapa? kok mukanya ga asing ya"ucap Cakra.
"Ohh itu Kak Dika Mas, iyalah ga asing orang dia juga magang di kantor kamu"
"Hmm pantas aja wajahnya ga asing ternyata si Dika yang slalu dikira pacar kamu kan"ucap Cakra kesal.
"Iya itu"ucap Erina polos.
"Iya lagi"ujar Cakra lalu berbalik membelakangi Erina.
Erina yang tidak mengerti memilih tidur terlebih dahulu, Cakra yang semakin kesal karena Erina yang acuh dan kesal nya bertambah ketika Ia melihat Erina yang sudah tertidur pulas.
__ADS_1
"Ga peka banget sih"gumam Cakra namun tak urung lalu memeluk tubuh Erina dan ikut tertidur.