Romantic Wedding

Romantic Wedding
seperti anak SMA


__ADS_3

Setelah solat subuh, Cakra tidak langsung tidur kembali ia mengajak Erina untuk olahraga pagi.


"Kan udah semalem Mas"ucap Erina yang salah mengartikan olahraga yang di maksud Cakra.


"Maksud Mas tuh olahraga pagi jogging Sayang, bukan main kuda-kudaan"ucap Cakra tertawa bisa-bisanya istrinya berpikiran seperti itu, maklum sih selama menikah ia jarang mengajak Erima olahraga kecuali olahraga di ranjang.


"Ohh kalo itu aku mau lah, sekalian sarapan diluar ya Mas, soalnya bahan makanan udah pada habis"


"Iya Sayang siap-siap gih"


Erina mengganti bajunya dengan kaos polos berlengan pendek warna putin dan celana jogger warna hitam dan sepatu warna putih tidak lupa ia mengingkat rambutnya dengan rapi.


"Kamu tiru Mas ya, kok bajunya hitam putih gini"ucap Cakra yang baru saja menggati bajunya di kamar mandi terkejut ketika melihat Erina yang sudah rapi.


"Engga kok, gapapa samaan juga Mas biar couple gitu"


"Iya juga sih, yaudah yuk berangkat Sayang"


Setelah memastikan Rumah sudah di kunci dengan aman mereka lalu berlari-lari kecil menuju ke sebuah taman komplek.


Sepanjang jalan mereka cukup mencuri perhatian orang-orang karena selama tinggal di perumahan ini, Erina dan Cakra kurang berbaur dengan tetangga selain Cakra yang sibuk dan setiap weekend mereka terkadang pulang ke rumah Mama atau Bunda.

__ADS_1


"Mas aku malu diliatin terus sama orang-orang"ucap Erina.


"Gapapa Sayang cuekin aja"


Setelah sampai di taman ternyata banyak sekali pedagang-pedagang dan juga orang-orang yang sedang olahraga.


"Kita duduk disana aja ya Mas"ucap Erina menunjuk sebuah kursi.


"Ini Mas minum dulu"ujar Erina memberikan sebotol air yang sengaja ia bawa dari rumah.


"Makasih Sayang, mau langsung beli sarapan atau mau jogging lagi?"


"Yaudah sebentar Mas belikan kamu tunggu disini ya Sayang"


Sambil menunggu suaminya, Erina lalu membuka ponselnya lalu berselfi ria dan memofoto beberapa tempat yang menurutnya bagus.


"Permisi"ucap seorang laki-laki pada Erina.


"Iya kenapa?"ucap Erina terkejut.


"Kamu baru pindah kesini ya? kok saya baru liat ya"ucapnya basa basi pada Erina lalu duduk begitu saja di samping Erina.

__ADS_1


"Bisa dibilang begitu, memangnya kenapa ya Dek?"ucap Erina dengan menekankan kata Dek karena sepertinya lawan bicaranya ini terlihat seperti siswa SMA selain karena kaos dan celana olahraganya yang bertuliskan salah satu nama sekolah SMA.


"Tidak usah panggil Dek, sepertinya kita seumuran saya deden kelas 3 SMA xxx kamu sekolag dimana?"ucapnya dengan percaya diri seolah Erina seumuran dengannya.


Bener dugaaan Erina, ternyata ia digoda anak SMA, Erina tidak bisa menahan tawanya.


"Kenapa tertawa? saya lucu ya?"ujarnya.


"Sayang ini lontong sayur pesenan kamu"ucap Cakra yang tiba-tiba datang.


"Kamu siapa? ngapain gangguin ISTRI saya"ucal Cakra menatap tajam.


"Aduh maaf-maaf saya hanya bertanya saja, sepertinya kalian pengantin baru ya Maaf Mas Mba saya permisi dulu"ucapnya lalu kabur.


"Udah-udah biarin aja biasa anak SMA mas, dikira aku masih anak SMA jadi dia godain aku"ucap Erina terkekeh masih membayangkan wajah anak SMA tadi yang dengan percaya diri nya menganggap Erina seumuran dengannya.


"Ya seharusnya kamu bilanh dong kalo udah punya suami jangan diem aja, daritadi Mas dengerin semuanya disana loh"ucal Cakra kesal.


"Iya iya maaf Mas, udah ya jangan kesal begitu"


Cakra lalu memilih makan untuk meredam kekesalannya, ia tidak bisa marah pada Erina karena memang Istrinya itu terlihat seperti anak SMA.

__ADS_1


__ADS_2