Romantic Wedding

Romantic Wedding
Belanja


__ADS_3

Hari Kedua mereka menempati rumah, Erina masih belajar untuk membiasakan diri, Erina setelah solat subuh berjamaah dengan Cakra, Erina lalu berlanjut untuk beres-beres rumah mulai dari mencuci, menyapu hingga memasak sarapan.


"Sayang, gimana kalo hari ini kita ke supermarket yuk buat belanja bulanan ?"ajak Cakra yang tengah memeluk Erina yang sedang memasak.


"Boleh Mas"ucap Erina yang kesusahan mengambil bumbu karena pelukan Cakra yang sangat erat.


Erina tentu saja sangat senang diajak berbelanja wanita mana sih yang tidak suka diajak shoppimg suaminya walaupun hanya belanja bahan makanan tapi percayalah mereka sudah sangat senang.


"Yaudah tapi satu ronde dulu ya"ucap Cakra yang meniup area telinga Erina.


"Mas kan udah semalem, aku ga mau seperti kemarin ya"ucap Erina sedikit kesal.


Pasalnya seharian kemarin Cakra benar-benar membuat Erina kelelahan karena terus saja meminta haknya, beberapa kali mereka melakukannya, benar perkataan Wina.


"Janji sekali aja sayang, mau ya"bujuk Cakra.


"Engga Mas yang ada nanti malah ga jadi belanja nya"ucap Erina berusaha menolak.


Cakra lalu melepaskan pelukannya ia memilh duduk menunggu Erina menyelesaikan memasaknya.


Beberapa menit kemudian Erina sudah selesai memasak, Erina lalu menghidangkannya di piring.


"Udah dong jangan cemberut gitu Mas, nanti ya setelah pulang belanja aku kasih satu rondenya"bujuk Erina.


"Beneran ya?"ucap Cakra berbinar setidaknya ia di kasih jatah ya walaupun harus pergi belanja dulu.


"Iya Mas, udah kita makan dulu"ucap Erina.


Erina membantu mengambilkan makanan untuk Cakra, inilah moment yang Erina ingat ketika Bundanya slalu melakukan hal yang sama pasa Sang Ayah sampai sekarang.


Di tengah-tengah makan Cakra tiba-tiba kepikiran sesuatu.


"Oh iya Sayang, kita belum honeymoon nih, kamu ada rencana ga mau nya kemana?"tanya Cakra menatap Erina.


"Hmm terserah Mas aja mau kemana"ujar Erina gugup.


"Yaudah kalo gitu nanti Mas cari tanggal yang pas buat kita pergi honeymoon"ucap Cakra tersenyum.


Setelah makan, Cakra membantu Erina dengan mencuci piring.

__ADS_1


"Makasih ya Mas"ucao Erina mencium sekilas pipi Cakra.


"Kok sebelah sih yang satu lagi dong biar adil"ucap Cakra.


Erina hendak mencium pipi Cakda namun Cakra dengan cepat berbalik dan malah mengenai bibirnya.


"Ih Mas Cakra"ucap Erina kesal.


Sementara Cakra hanya tersenyum, ketika Erina akan beranjak pergi tiba-tiba Cakra memanggilanya.


"Sayang, kenapa ada noda darah"ucap Cakra menunjuk belakang baju Erina.


Erina lantas mengecek dan ternyata benar ada noda darah, ia lalu bergegas pergi ke kamar.


"Yah ternyata datang bulan"batin Erina ketika mengecekmya di kamar mandi.


\=


\=


\=


Sepanjan jalan menuju supermarket Cakra hanya cemberut ia kesal karena ekspetasinya tentang jatah yang akan ia minta dari Erina harus ditunda karena kehadiran si merah yang datang tanpa diundang.


"Engga"ujar Cakra berusaha tersenyum.


"Sabad ya nanti setelah haid di kasih jatah double deh"ucap Erina.


"Bener ya awas aku tagih nanti"ucap Cakra.


"Iya udah yuk masuk"


Mereka lalu segera masuk, Cakra mendorong troli sementara Erina bertugas membuat troli terisi penuh.


Hampir setengah jam mereka memutari supermarket dan trolipun hampir terisi penuh.


"Sepertinya udah lengkap yuk langsung ke kasir aja Mas"ajak Erina.


Karena hari Minggu jadi pengunjung supermarket sangat ramai, Erina dan Cakra harus mengantri di Kasir.

__ADS_1


Cakra sekilas menatap anak kecil perempuan yang tengah makan es krim dan duduk di troli yang di dorong seorang pria mungkin ayahnya.


"Liat deh Sayang, lucu ya semoga ja kita secepatnya di kasih momongan"bisik Cakra.


"Iya Aamiin Sayang"ucap Erina gugup.


setelah menunggu beberapa menit akhirnya giliran mereka, setelah membayar Erina dan Cakra lantas segera pulang karena hari sepertinya akan turun hujan lebat.


Untung saja mereka tiba tepat sebelum hujan turun.


"Alhamdulillah ga kehujanan"ujar Cakra membantu Erina membawa barang belanjaanya.


Erina langsung membereskan belanjannya di bantu Cakra.


"Mas mau aku bikin kopi atau teh atau mau apa?"ucap Erina setelah mereka selesai merapihkan belanjaan.


"Mas mau teh aja ya"


Erina dengan sigap langsung membuatkan teh untuk Cakra yang kelelahan.


"Kalo gitu mas ke kamar dulu ya, Mas lupa besok hari senin masih ada kerjaan yang belum beres"


"Iya Mas"


Cakra pergi ke kamar, sementara Erina memilih untuk memasak makan siang.


Ketiak sibuk berkutat dengan masakannya, Erina mendengar notif chat masuk di ponselnya yang kebetulan berada di saku jeansnya.


"Mila tumben nih spam chat ada apa"gumam Erina ia lantas segera membuka chat dari Mila yang ternyata isinya.


"Erina aku baru tau kalo Kak Dika salah satu dosen di kampus kita


"Tadi aku tidak.sengaja bertemu dengannya di toko Buku"


"Katanya dia ngajar di.kelas kamu beneran?"


"Kok ga cerita sih"


Dan masih banyak lagi chat dari Mila, Erina hanya mengelang saja karena sibuk dengan mengurus rumah Erina sempat melupakan pertemuanya dengan Dika beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


"Maaf Mill besok di kampus aku ceritain jangan bahas Kak Dika lagi ya, aku takut Mas Cakra salah paham"Balas Erina.


Erina menghampus chatnya dengan Mila karena takut Cakra membacanya, setelah Itu Erina lanjut memasak.


__ADS_2