
Papa dan Mama sedang duduk di ruang keluarga ketika Cakra datang.
"Kenapa kusut gitu Papa sama Mama ganggu kamu ya?"ucap Mama.
"Ya gitu deh, Papa sama Mama pasti tau"ucap Cakra duduk di sofa yang bersebrangan.
"Jadi ada apa Pa?"ucap Cakra to the point.
"Maaf ya Papa sama Mama ganggu kamu sebentar, tadi sore Rio nelpon Papa katanya dia kirimin furniture untuk rumah kamu dan Erina dan juga mengirimkan sejumlah uang untuk kamu boleh cek diatm sebagai hadiah karena pas nikahan kemarin rio ga dateng kan"ucap Papa.
"Alhamdulillah, baru aja tadi Cakra diskusi sama Erina tentang furniture rumah sama mau bayar lagi tukangnya biar cepet selesai pembangunannnya"
"Rezeki udah menikah dan punya istri, padahal baru niat tapi tuhan udah kasih duluan"ucap Mama tersenyum.
" Iya Mama benar"ucap Cakra senang.
"Oh iya Papa juga udah kirim alamat rumah kamu mungkin lusa baru sampai"
"Iya Pa jadi besok Cakra hanya tinggal kesana aja bicara sama mandornya supaya bisa cepet selesai"
"Kalo ada apa-apa bilang aja nanti Papa sama Mama bantuin"
"Iya Pa Ma makasih ya, kalo gitu Cakra ke.kamar dulu ya"ucap Cakra tersenyum.
"Iya deh pengantin Baru ga bisa jauh-jauh,cepet kasih Mama sama Papa cucu yaa"ucap Mama tertawa.
"Iya doain aja Ma"
Cakra yang awalnya sangat kesal karena Mamanya mengganggu namun berubah ia justru sangat senang.
__ADS_1
Cakra masuk ke kamar dan melihat Erina yang sudah tertidur pulas di ranjang.
"Yah udah tidur gapapa deh besok aja, tidur nyenyak sayang"ucap Cakra mencium kening Erina lalu beranjak pergi ke samping Erina.
Walaupun kegiatan panas mereka tidak berlanjut namun, Cakra tidak masalah toh ketika ia sudah tinggal di rumahnya ia bisa bebas melakukanmya sesering mungkin dan tidak ada yang mengganggu.
\=\=\=
Cakra bangun terlebih dahulu ia bangun bahkan sebelum adzan subuh, ia terlalu senang karena hadiah dari Om Rio dan tidak sabar untuk bercerita pada Erina.
Cakra menatap wajah polos istrinya yang masih tertidur pulas dengan memeluknya.
"Bangun sayang kita lanjutkan yang semalam"ucap Cakra berbisik pada Erina.
"Euhmmm"
Erina hanya berdehem tanpa membuka matanya.
"Dosa apa Mas"tanya Erina yang masih belum sepenuhnya sadar.
"Ayo lanjutin yang semalem, mau ya?"ucap Manja Cakra.
"Nanti malam aja Mas, bentar lagi subuh aku ada kuliah pagi soalnya gapapa ya"ucap Erina merasa tidak enak.
"Ok malem jadi double ya"
"Ya ya terserah Mas, aku mau tidur sebentar lagi ya"ucap Erina mulai menutup matanya lagi.
"Ih tunggu kamu ga penasaran sama pembicaraan aku sama Papa?"
__ADS_1
Cakra tersenyum Erina langsung membuka mata dan menatap penasaran.
"Apa Mas? cepetan penasaran nih"
"Sabar Sayang jadi gini,,,,"ucap Cakra sengaja menggoda Erina.
"Ih Mas cepetan apa"
"Satu ronde dulu baru aku kasih tahu"
"Engga deh, aku nanti tanya Mama aja"ucap Erina ngambek lalu membelakangi Cakra.
"Yaudah iya aku cerita deh"
"Yuadah cepetan"
Cakra menceritakan tentang Omnya dan tentang hadiah pernikahannya.
"Alhamdulillah Mas"ucap Erina tersenyum senang lalu memeluk erat tubuh Cakra.
"Iya Sayang, jadi hari ini aku mau langsung aja ke rumah kita dan aku mungkin izin masuk siang ke kantornya, kamu mau ikut?"
"Pengen banget Mas tapi aku kan ada kelas pagi sampe sore maaf ya Mas"ucap Erina merasa tidal enak.
"Iya Gapapa Sayang, kamu fokus aja Kuliah"
"Iya Mas"
"Jadi satu ronde dulu yaa"ucap Cakra merayu Erina.
__ADS_1
"Janji sebentar deh, kamu ga kesian sayang liat dia udah bangub dari tadi masa aku harus mandi air dingin"ucap Cakra.
Akhirnya Erina mengangguk, Cakra memang sangat pandai membujuk Erina bahkan yang niatnya hanya sebentar malah sampe adzan subuh berkumandang mereka baru selesai.