
Dikarenakan tidak ada kelas, Erina pergi ka kampus hanya untuk pergi ke perpustakaan dan ada janji dengan sahabat-sahabatnya Wina dan Mila.
Erina sudah duduk di cafe tempat biasa ia berkumpul dengan Wina dan Mila.
📩 Kita otw, tolong pesenin minuman ya kaya biasa
Beberapa menit kemudian Mila dan Wina datang.
" maaf ya lama, biasa dosen Killer kalo udah ngomong pasti belok sana sini sampe lupa waktu" ujar Wina
" Iya gapapa, paham deh udah minum dulu tuh hari aku traktir " ujar Erina
" tumben nih ada apa ? " ucap Mila
" Ga ada apaaapa kok "
" Udah deh terima aja kali Mil, jarang-jarang nih Erina traktir "ucap Wina
" Maaf ya Seperrtinya nanti saja aku ceritakannya" batin Erina
Mereka Bertiga sekampus Erina yang mengambil jurusan Hukum Sedang Wina dan Mila yang mengambil jurusan yan sama yaitu Ekonomi yang membuat mereka jarang bertemu tapi sebisa mungkin menyempatkan untuk berkumpul.
" eh iya Er, si Farhan nitip salam buat kamu" ujar Wina, Farhan teman sekelas Wina dan Mila yang tidak sengaja bertemu ketika mereka sedang berkumpul Bertiga.
" Waalaikumsalam" ucap Erina Santay
__ADS_1
" kamu tuh ya Er, banyak cowo yang coba deketin kamu tapk respon kamu tuh yang biasa sesekali coba buka hati deh rasain yang namanya pacaran gituu " ujar Wina
" Apan sih Win, kalo Erina ga mau jangan di paksa daripada ngurusin hidup orang mending urusin tuh hidup kamu kaya yang udah pernah pacaran aja ha ha ha lucuu ya"Ucap Mila
" Sabar masin on Proses, nanti juga aku kenalin kok kalo udah ketemu jodohnya "
" nah kan belum ketemu tuh pak Satpam fajar bukanya suka sama kamu ya Win, udah sama dia aja "
" idih engga ya, sorry masih sadar "
Erina hanya diam dan tersenyum, ia sudah biasa menjadi penengah diantara Wina dan Mila jika sudah berdebat .
" Udah - udah stop ya bahas yang lain aja " ujar Erina
Ketika suasana hening, notif chat masuk dari ponsel Erina memgalihkan perhatian mereka.
📩 ( Pak Cakra) :Lagi di kampus ?
" Siapa Er ?" tanya Mila pada Erina karena gelagatnya yang sedikit aneh.
" Oh itu dari Bunda aku Di suruh pulang " ucap Erina
" oh yaudah yu kita pulang aja"
Erina membayar ke kasir terlebih dahulu dan setelah itu mereka pulang.
__ADS_1
\=\=\=
Ketika malam hari, Erina duduk termenung di kamarnya sembari menatap keluar jendela yang kala itu sedang hujan yang cukup deras.
Erina memikirkan ucapan Kakaknya, tadi setelah Pulang Kakaknya menelpon menanyakan tentang Lamaran.
" Kamu yakin mau terima lamarannya ? Seenggak nya kenal dulu gitu, Menikah itu menyatukan Dua hati dua pikiran dua pendapat ga segampang yang di bayanngin, Kakak ga Mau kamu nanti malah kecewa, Tanya hatimu apakah kamu siap untuk menikah ? tolong pikirkan lagi ya, Kakak dukunh semua keputusan kamu masih ada waktu jika kamu mau menolak" ucap Kak Dewi Pada Erina
Erina memilih solat terlebih dahulu menenangkan hatinya.
Ketika Erina sedang merapihkan mukena, Bunda masuk.
" Ada apa Bun ?"
Bunda duduk di samping ranjang dan menyuruhErina duduk di sampingnya.
" Bunda perhatikan dari sepulang Kuliah kamu jadi banyak diam apa ada masalah ? Coba cerita siapa tahu Bunda bisa bantu ?" ucap Bunda sembari tersenyum
" Tadi Kak Dewi Nelpon Bun, katanya Erina harus memikirkan matang-matang untuk menerima lamaran Pak Cakra " ucap Erina menunduk
" Bunda tahu kamu mungkin ga yakin dengan Cakra, bukan Bunda mau membela Cakra tapi Pertama kali Bunda melihat Dia Bunda yakin dia sangat serius sama kamu sorot matanya seolah mengatakan dia sangat mencintaimu dia pasti bisa jadi imam yang baik buat kamu, dan lagi cobalah untuk membuka hati, Bunda tidak memaksa kamu menerima Lamarannya semuanya tergantung padamu Nak" ucap Bunda
" iya Bun makasih ya slalu ngertiin aku" ujar Erina
Setelah sedikit curhat dengan Bunda, hatinya sudah semakin yakin dan semoga saja ia tidak salah ambil keputusan.
__ADS_1
Setelah Bunda keluar Erina lalu memilih tidur, mengabaikan chat yang dikirimkan Cakra