
Jam menunjukan pukul 2 Siang seharusnya Erina sudah berada di kantor Cakra untuk menjemput Iky namun ia masih tertahan di kantor karena ada pekerjaan mendesak yang harus selesai hari ini juga.
Erina langsung mengirim pesan pada Cakra jika ia akan terlambat untuk menjemput dengan alasan Dosennya meminta waktu tambahan.
"Ayo cepat-cepat Erii"batin Erina.
"Katanya mau izin tapi kok masih disini?"ucap Mba Dea.
Memang sebelumnya Erina sudah berbicara pada Mba Dea jika ia akan izin untum menjemput keponakannya tapi Pak Heru tiba-tiba memberikan tugas untuk Erina.
"Ini Mba belum selesai Pak Heru mintanya hari ini harus selesai"ucap Erina sesekali melirik pada Mba Dea.
"Beneran gapapa kamu telat jemput keponakan kamu itu?"ucap Mba Dea.
"Gapapa Mba aku udah kasih tahu suami aku tenang aja"ucap Erina tersenyum Mba Dea memang tahu jika Erina sudah menikah terlihat dari Cincin yang dikenakan Erina dan Fotk di ponsel Erina sudah membuktikan semuanya.
"Suami?"tanya Tio berada di belakang mereka, Ia berniat ingin mengantarkan Cemilan untuk Erina namun ia mendengar Erina menyebut 'Suami'.
"Aduh kamu ngagetin aja sih Tio, Iya Erina sudah menikag memangnya kenapa sih?"ucap Mba Dea.
"Beneran kamu udah nikah?"tanya Tios memastikan kembali.
"Iya Pak saya udah nikah baru beberapa bulan sih"ucap Erina senang karena Erina berpikir jika Tio tahu Erina sudah menikah Tio tidak akan menganggunya lagi dan bersikap sebagaimana mestinya.
__ADS_1
"Wah saya keduluan sama yang muda nih"ucap Tio.
"Makanya cepet nikah sana"sindir Mba Dea.
"Mentang-mentang udah nikah sewot aja"ucap Tio lalu pergi ke ruangannya ia membawa kembali cemilan yang akan diberikan pada Erina.
Erina lalu kembali fokus untuk bis cepat-cepat izin. namun tiba-tiba dering ponsel milik Erina sedikit mengganggu konsetrasi akhirnya Erina mengangkat telponya yang ternyata dari Kakaknya sendiri.
"Halo Kak?"ucap Erina ia sambil melanjutkan pekerjaanya.
"Kamu dimana Eri? Kakak kangen sama Iky"
"Aku lagi tempat kuliah Kak Iky di bawa Mas Cakra ke kantornya, sebentar lagi Erina kesana jemput nanti Erina telpon lagi kalo sudah sama Iky ya"
"Gapapa kok Kak tenang aja"
Panggilan pun terputus dan pekerjaan Erinapun selesai, ia lalu segera mencetaknya untuk diberikan kepada Pak Heru.
Sementar di Kantor Cakra memindahkan Iky yang tertidur di bawah karpet Ke Sofa, Cakra tidak tahu Iky kapan tidur saking fokusnya Cakra bekerja dan melupakan keponakannya itu.
"Anak Pintar Anak baik ga rewel sama sekali MasyaAllah semoga kelak kamu jadi orang yang sukses ya Ky bisa bahagiain Mami juga"gumam Cakra, Setelah itu Cakra membawa laptopnya dan beberapa berkas ia akan berkerja sambil duduk di sofa sekalian menjaga Iky.
Erina sedikit berlari menuju ke kantor Cakra karena ia tadi naik ojek online namun belum sampai tujuan ojeknya mogok alhasil Erina harus olahraga.
__ADS_1
"Haduh cape banget"
Ketika hampir sampai di kantor Cakra, Erina memilih membenarkan penampilannya dulu karena ia harus menjaga penampilannya di rekan-rekan suaminya.
"Permisi Mba Rani"ucap Erina tersenyum ia sudah mengenal Mba Rani ketika dulu magang.
"Eh Erina eh Maksudnya Bu Erina"ucap Mba Rani.
"Ih Mba Erina aja ga usah pake Bu segala"
"Iya Mba coba deh, Mau ke Pak Cakra ya langsung aja ke ruanganya masih ingatka tempatnya?
"Ingat kok Mba kalo gitu permisi dulu ya Mba"
Erina langsung pergi ke Ruangan Cakra yang berada di lantai 2, Erina mengetuk pintu dulu namun tidak ada jawaban sama sekali dan tidak lama kemudian Cakra membuka pintunya.
"Oh kamu kirain aku siapa ayo masuk aja Sayang tapi jangan berisik Iky nya lagi tidur"
Erina lalu masuk dan melihat keponakannya itu tertidur pulas di atas sofa.
"Maaf ya Mas aku terlambat jemput kamu jadi kerepotan deh ngurusin Iky"ucap Erina.
"Gapapa kok Sayang, sebentar ya Mas beresin dulu kerjaan terus nanti kita pulang bareng"
__ADS_1
Erina mengangguk setuju ia lalu mendekat ke arah keponakannya itu memfotonya lalu mengirimkannya pada Kak Dewi.