
Erina sangat bosan, Bunda melarang Erina untuk keluar Rumah bahkan untuk membantu persiapan saja di larang dengan Alasan.
" Calon Pengantin ga boleh kecapean, cukup diam aja ya biar besok seger"ucap Bunda
Erina sudah mengerjakan tugas kampusnya sebelum menikah, jadi ia berdiam diri menonton tv atau bermain dengan keponakannya dan saudara-saudaranya.
" Hayo pengantin ngelamun muluu"ucap Wina menghampiri Erina yang duduk di kamarnya
" Ish kalian itu lama banget kesininya, ya gimana ga ngelamun dari pagi diem aja ga boleh inilah itulah ya jadi diem aja"ucap Erina
" Kok kamar kamu ga dihias sih Eri"ucap Wina
" Engga soalnya kan acaranya di gedung, jadi ga di hias " ucap Erina
" Oh gitu, jadi malam ini hari terakhir kamu masih perawan dong ya" ucap Wina menggoda Erina
" Apaan sih jangan bahas itulah"ucap Erina malu
" Nanti ceritain ya gimana malam pertamanya"ucap Mila yang ikutan menggoda Erina
" Ih tau ah males "ucap Erina menunduk malu
Wina dan Mila terus menggoda Erina, sampai ketiganya teralihkan dengan suara telpon dari ponsel Erina.
" Mas Cakra?"batinnya ketika melihat nama si penelepon
__ADS_1
" Siapa Ri?"ucap Mila yang kepo
" Ini Mas Cakra nelpon, bentar aku angkat dulu ya"ucap Erina segera menjauh menuju jendela kamarnya.
" Halo Mas"
" hallo Erina, ini Mama nak maaf ganggu sebentar ya ini Mama lupa ngasih tahu nanti ada temen Mama kesana mau lukis Henna di tangan kamu"
" Oh iya Ma, Terimakasih ya Ma"
"Iya Sayang, sampai jumpa besok ya, oh iya malam ini tahan dulu ya jangan komunikasi sama Cakra tahan yaa hihi "Ucap Mama menggoda Erina
Erina tersenyum malu, mendengar calon mertuanya mengatakan itu.
" Ciee yang di telpon mertua sampe pipinya merah begitu ada apa sih?"ucap Wina
" Apaan sih, Mama cuma ngasih tahu nanti ada yang datang katanya mau lukis henna di tangan aku "ucap Erina
" udah jangan diledek terus Win, Mending sekarang kamu mandi sana tadi Bunda nyuruh aku ingetin kamu buat siap-siap untuk pengajian "ucap Mila seperti seorang Kakak bagi Erina
" Iya untung aja aku ga lupa yaudah sebentar aku mau siap-siap"
Di Kediaman Erina dilaksanakan Pengajian di hadiri keluarga besar Erina dan Para tetangga, sama halnya dengan Di Kediaman Cakra yang sama juga melaksanakan pengajian.
Selesai pengajian tangan Erina mulai di lukis Henna di temani Wina dan Mila berada di kamar.
__ADS_1
\=\=
Cakra terus menghapalkan Ijab kabul, semakin iya hapal semakin bertambah gugup pula.
" Rileks Bang, jangan tegang masih sekitar 23jam lagii" ledek Candra Pada Sang Kakak
" Ish diam deh"
Cakra terus menarik nafas supaya mengurangi kegugupannya.
" Sudah jangan di ledek terus Abangnya, mending kamu bantuin si abang siapin baju buat besok "ucap Mama
" loh memangnya ga pulang ke sini Bang?" tanya Candra
" Engga beberapa hari disana dulu terus kesini nunggu rumah yang di sana jadi"ucap Cakra
Candra mengangguk dan segera membantu Cakra membereskan baju-bajunya.
" Cakra sini nak"ucap Papa
Cakra mendekat ke arah Papanya yang sedang duduk di sofa
" Besok kamu akan menikah, ingat tanggung jawabmu nanti akan sangat besar kamu harus jadi imam yang baik untuk istri dan calon anakmu kelak, dan Papa titip semarah apapun kamu nanti jika kalian bertengkar tolong jangan buat sakit hati istrimu dengan perlakuan kasar "
Cakra mengangguk mendengarkan seksama petuah dari Papa dan Mamanya ituu
__ADS_1