
Suasana pagi hari ini sedikit berbeda, Erina merasa jika suaminya sedikit murung, dari tadi Cakra hanya mengaduk-ngaduk nasi goreng yang di buat Erina.
"Kamu kenapa Mas? ga mau makan nasi goreng? mau makan apa?"tanya Erina.
"Ehh engga kok, ini Mas makan"ucap Cakra sambil nemasukan satu sendok nasi goreng.
Walaupun Cakra tidak berbicara jujur tapi Erina tahu jika ada yang di sembunyikan suaminya itu.
"Hari ini aku mau ke kampus dulu ya Mas ada urusan sedikit, kamu ga usah ngaterin aku biar aku naik ojek online aja"ucap Erina sambil memghabiskan nasi gorengnya tanpa menatap Cakra.
"Enggak pokoknya aku anter"ucap Cakra tegas.
Cakra tidak mau terulang lagi Erina yang di antarkan Dika, cukup satu kali saja.
"Gapapa Mas ga usah soalnya nanti siang aku kampusnya"ucap Erina sambil menatap Cakra.
"Jam berapa? biar nanti Mas anter"ucap Cakra yang tetap ingin mengantar Erina.
"Jam 10"jawab Erina singkat.
__ADS_1
Cakra terdiam ia tidak mungkin berangkat jam segitu karena hari ini di kantor ada rapat dan kebetulan mulainya sekitar jam 10.
"Oke kamu boleh berangkat naik ojek"ucap Cakra akhirnya menginjinkan Erina.
Setelah Sarapan, Cakra lalu berangkat tidak ada morning kiss hanya cium tangan Erina saja.
Erina menunggu di depan sampai mobil Cakra sudah tidak terlihat lagi dan barulah ia masuk.
Erina tidak bisa lagi menahan air matanya, sekuat tenaga ia tahan supaya tidak menangis dan akhirnya baru sekarang ia bisa menangis.
Semalam sebenarnya Erina terbangun ketika Cakra mengusap-usap perutnya dan mengatakan sangat berharap ingin segera punya anak, Erina merasa sangat bersalah karena keegoisannya yang ingin menyelasikan studynya Erina mengorbankan keinginan Cakra yang ingin segera punya Anak.
Setelah puas mengeluarkan air mata yang sudah di tahannya sejak semalam, Erina bergegas siap-siap hari ini ia berencana untuk pergi konsultasi ke dokter kandungan.
Sebelum pergi Erina mengirimkan pesan pada Kakaknya untuk izin sebentar pergi ke kampus.
"Sekarang biar Mama yang memperjuangkan kamu Nak, maafin Mama ya sayang Mama egois sama kamu, sabar ya nak insya allah kamu akan segera hadir di perut Mama"batin Erina mengusap-usap perutnya.
Erina pergi ke dokter kandungan menggunakan taksi online, Erina takut jika ia pergi dengan ojek online malah ada yang mengenalinya dan malah mengadukannya pada Cakra ataupun keluarganya yang lain.
__ADS_1
Erina sampai di salah satu rumah sakit ibu dan anak, setelah mendapatkan nomor antrian Erina menunggu sebentar sampai di panggil.
\=\=\=\=\=
Sementara di Kantor Cakra berusaha untuk fokus dengan pekerjaanya.
"Ayo semangat Cakraa"batin Cakra menyemangati dirinya sendiri.
Hari ini pekerjaanya sedikit menumpuk belum lagi ada beberapa agenda yang lain, yang pasti cukup menguras tenaga dan pikiran Cakra.
Cakra melirik jam di tangannya tepat pukul 10 pagi namun Erina belum mengirimkan pesan apapun apalagi chat yang Cakra kirimkan tadi pagi belum di balas Erina.
"Kebiasaan deh suka lupa ngabarin"gerutu Cakra yang langsung menekan nomor Erina.
Cakra ingin memastikan jika Erina baik-baik saja sebelum Rapat di mulai karena Cakra pasti akan mematikan ponselnya supaya tidak mengganggu.
Sudah beberapa kali Cakra coba menelpon tapi nomor Erina tidak aktif yang semakin membuat Cakra khawatir.
"Pak Cakra mari semuanya sudah berkumpul Rapat akan di mulai sebentar lagi"ucap salah satu teman Cakra.
__ADS_1
"Iya Pak sebentar nanti saya menyusul"
Cakra mengirimkan pesan pada Erina supaya langsung menelpon atau mengirimkan pesan jika hpnya sudah aktif.