
Ketika malam hari setelah selesai makan malam, Cakra mengajak Erina untuk pergi ke kamar.
"Sayang, Mas mau bicara"ucap Cakra mereka duduk di sisi ranjang.
"Iya Mas, ada apa ?"tanya Erina yang sangat penasaran.
"Mas pengen kita cepat-cepat tinggal di Rumah kita, jadi Mas rencananya besok akan ke sana buat bicara sama mandornya dan mungkin Mas harus bayar uang lagi supaya mereka mau mempercepat pembangunan menurut kamu gimana Sayang?"ucap Cakra lembut menatap Erina.
"Kalo aku ikut aja Mas, mau kita tinggal dimanapun juga aku pasti bakal ikut"ucap Erina tersenyum
"Makasih ya Sayang, oh iya untuk furniturenya kita beli cicil aja ya sayang gapapa kan?"
"Iya gapapa Mas, beli yang pentingnya aja dulu mau yang bekas juga gapapa Mas asalkan masih berfungsi dan masih bagus aja"
Cakra lalu memeluk Erina, Istrinya itu memang sangat pengertian sekali walaupun usia pernikahan mereka bisa dibilang masih sangat baru.
" Kamu mau tau ga alasan utama Mas pengen kita cepet-cepet pindah ke rumah kita ?" ucap Cakra lalu melepaskan pelukannya dan menatap Erina dengan senyum jahilnya.
"Apa memangnya Mas?"ucap Erina dengan polosnya.
"Ya Karena Mas pengen berduaan dengan Istri Mas yang cantik ini tanpa ada yang ganggu"ucap Cakra.
"Ish dasar Mas nih kirain aku apaan"ucap Erina dengan menahan senyumnya.
"Udah bahas rumahnya, Mas mau tanya itu masih sakit ga Sayang?"ucap Cakra sambil.menunjuk ke arah milik Erina.
__ADS_1
"Engga terlalu sih Mas"ucap Erina gugup karena terlintas ia membayangkan kegiatan panas mereka kemarin malam.
"syukur deh kalo gitu, jadi Mas boleh minta jatah ga malam ini?"
cukup lama Erina berpikir dan akhirnya ia mengangguk.
"Beneran boleh?"tanya Cakra memastikan
"Yaudah ga boleh kalo gitu Mas"ucap Erina pura-pura kesal padahal ia sangat gugup.
"Ehh jangan gitu dong Sayang, Sebentar Mas kunci pintu dulu" ucap Cakra.
ia berjalan ke arah pintu, membukanya dulu untuk melihat sekitar kamarnya setelah itu ia menutupnya dan menguncinya lalu tidak lupa juga ia mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur.
"Yes lampunya di matikan"batin Erina.
"Rileks aja Sayang, aku janji bakal pelan-pelan kok"ucap Cakra karena melihat Erina yang gugup.
Cakra mencium kening Erina lalu mulai turun ke bibir manis Erina, menyesapnya dan ********** dengan rakus sampai-sampai bibir Erina sedikit bengkak akibat ulah Cakra.
Setelah puas bermain-main dengan bibir Erina, Cakra berlanjut ke gunung kembar milik Erina untung saja Erina memakai baju berbahan kaos jadi Cakra dengan mudahnya membuka pengait bra.
Cakra melahap habis gunung kembar Erina seperti bayi yang kehausan.
"Hmpph Mas" Desah Erina.
__ADS_1
Desahan Erina semakin membuat Cakra makin semangat, setelah puas bermain-main dengan si gunung Cakra berlanjut ke pusat inti Erina.
"Udah basah Sayang"ucap Cakra.
Erina menutup wajahnya dengan kedua tangan karena sangat malu.
Tidak perlu berlama-lama lagi Cakra membuka seluruh baju dan celananya sampai terpampang adik kecil Cakra yang sudah berdiri dengan sempurna siap untuk masuk ke rumahnya.
"Permainan dimulai Sayang"ucap Cakra memposisikan Adik kecilnya di depan milik Erina.
Dengan satu kali hentakan adik kecil Cakra sudah masuk dengan sempurna, sesuai janjinya Cakra melakukannya dengan sangat lembut.
Ketika akan menuju puncak tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang membuat Erina dan Cakra menghentikan aktifitas bahagia mereka.
Tok Tok
"Cakra Ini Mama nak, Cepat keluar Papa.mau bicara sama kamuu"teriak Mama.
"Iya nanti Cakra nyusul"teriak Cakra dengan sangat kesal.
"Sabar Mas ga boleh gitu sama orang tua, udah ya sekarang Mas mending pakai bajunya terus temuin Papa, nanti bisa di lanjut lagi"ucap Erina dengan lembut.
"Iya Sayang maaf ya, nanti kita lanjut lagi"ucap Cakra tersenyum walau hatinya sangat kesal.
"Kentang deh (Kena tanggung)"batin Cakra yang sembari mengambil bajunya yang berserakan.
__ADS_1
\=\=\=
Kesian Cakra ya kentang wkwkwwk maafkan.