
Setelah Pamitan dengan kedua orangtua dan adiknya Cakra lalu pergi namun Sebelum ke stasiun Cakra memilih untuk membelikan oleh-oleh untuk Erina di suatu tempat bernama "Malioboro" yang terkenal karena banyak sekali pedagang selain harganya murah tempatnya juga luas dan lagi dekat dengan Stasiun juga.
"Erina pasti seneng kalo diajak kesini"batin Cakra.
Selesai membeli oleh-oleh Cakra langsung menuju ke stasiun, ketika sedang menunggu kereta Cakra iseng membuka ponselnya dan ternyata ada chat masuk dari Erina yang membuat Cakra terkejuut karena baru pertama kalinya Erina seperti ini.
"Atau aku kerjain aja ya bilang ga jadi pulang"batin Cakra.
📩Maaf Sayang sepertinya Mas tidak jadi pulang, maaf yaa lusa mungkin Mas pulangnya, Jangan marah ya Sayang.
Cakra tertawa ia membayangkan Ekspresi Erina ketika melihat chatnya mungkin ia akan marah dan kesal.
Tidak lama kemudian Kereta datang Cakra bersiap untuk masuk ia mencari nomor tempat duduknya dan ternyata teman duduk Cakra adalah seorang laki-laki yang Cakra rasa ia mengenalnya.
...****************...
__ADS_1
Dewi tengah menyiapkan makanan untuk suaminya dan juga anaknya, namun tiba-tiba suaminya datang seperti sedang marah.
"Kamu tuh bisa ga sih jadi istri penurut Hah berapa kali aku bilang kalo suami pulang itu di sambut bukan malah asyik di dapur"ucap Suami Dewi bernama Gilang
"Aku kan lagi masak buat kita makan lagipula aku ga tau kalo kamu udah pulang"ucap Dewi dengan lembut.
"Halah alasan aja paling kamu asyik sama hp kamu kan bukannya kamu punya selingkuhan kan Hah ngaku kamu"
Dewi menarik nafas dalam berusahan menahan gejolak marah Suaminya slalu menyalahkan dirinya punya selingkuh padahal dia sama tidak berselingkuh apalagi Suaminya itu slalu marah pada hal sepele.
Tanpa di dugan Gilang langsung melayangkan tangannya pada pipi mulus Dewi bukan sekali tapi tiga kali, setelah itu Gilang langsung keluar.
Dewi sedikit syok namun ia segera sadar mematikan kompornya ia lalu pergi ke kamarnya mengemasi barang-barangnya lalu membawa serta anaknya ia sudah bertekad untuk memilih berpisah ia yakin anaknya akan mengerti.
Sementara Erina terlihat sangat lesu karena pesan dari Suaminya jika tidak jadi pulang ia lalu memilih pulang ke rumah Bunda.
__ADS_1
"Bun hari ini aku nginep disini aja deh Mas Cakra ga jadi pulang soalnya"ucap lesu Erina.
"Iya jangan lesu gitu dong sabar nanti juga pulang semoga saja Candra cepat sembuh"ucap Bunda menghibur anak bungsunya itu.
Erina memilih diam dan pergi ke kamar untuk beristirahat karena seharian ini ia sangat lelah karena lumayan banyak pekerjaan.
Namun baru saja Erina akn berganti pakaian tiba-tiba terdengar teriakan Bunda, Erina lalu pergi keluar untuk melihat.
"Astagfirulloh Kak Dewi"ucap Erina ketika melihat sang Kakak denngan luka lebam di wajahnya.
"Erina kamu tolong bawa Rizki main ya di luar Bunda tenangkan Kakakmu"ucap Bunda.
Erina dengan sigap membawa keponakannya itu, Erina mengajak nya pergi ke taman depan walaupun sebenarnya ia sangat penasaran dengan sang Kakak.
"Aunty Iky mau Es klim boleh?"ucapnya pada Erina.
__ADS_1
Erina memangguk mereka pergi ke minimarket dulu sebelum ke taman.