Romantic Wedding

Romantic Wedding
Butuh Vitamin


__ADS_3

Selesai acara peluk-pelukan, mereka lalu masuk Cakra terus memeluk Erina dari belakang ia mengikuti Erina kemanapun ia pergi seperti sekarang Erina membuatkan teh hangat untuk Cakra dengan susah payah karena Cakra terus memeluknya.


"Ini minum dulu teh nya Mas dan pelukannya lepas dulu yaa"ucap Erina lembut mengusap tangan Cakra yang melingkar di dadanya.


"Sebentar Sayang, Mas butuh menghirup wangi tubuh kamu yang sangat candu ini untuk mengisi kembali energi Mas"ucap Cakra.


"Iya nanti lagi Sayang, minum dulu ya nanti keburu dingin loh aku udah cape-cape bikinin"bujuk Erina dan akhirnya Cakra melepaskan pelukannya dan meminum perlahan teh buatan Erina.


"Malam ini mau aku masakin apa Mas?"tanya Erina ketika melihat bahan-bahan makanan di kulkas yang masih tersedia karena sempat di tingglkan lumayan lama.


"Apa aja Sayang, kita order aja gimana ?"tawar Cakra lalu mulai memeluk kembali Erina.


"Hmm boleh Mas kita order aja nanti,sekarang kamu mandi sana biar seger"


"Mandi bareng mau?"ucap Cakra menggoda kedua tangannya sudah berada di area gunung kembar Erina.


"Euhmm engga Ah kamu mandi sen.."ucap Erina terpotong karena Cakra langsung membalikan tubuh Erina dan menciumnya, ********** seakan meminta lebih.


Erina yang awalnya menolak kini perlahan muai membalas perlakuan Cakra, ia bahkan sudah mahir karena sering diajarin oleh Cakra.


"Mau disini apa di kamar?"tanya Cakra parau ia sudah tidak bisa menahan lagi.


"Kamar"

__ADS_1


Cakra langsung mengangkat tubuh Erina membawanya ke kamar, Erina membantu membuka baju seragam yang masih di pakai Cakra dan begitu juga sebaliknya Cakra malah sudah membuat Erina tidak memakai pakaian sama sekali.


"Kali ini kamu yang di atas"ujar Cakra lalu membalikan tubuhnya menjadi di bawah.


Awalnya Erina ragu-ragu namun Cakra terus membimbingnya dan kini ia sudah mulai bisa menggoyangkan tubuhnya.


Erina merasa aneh dengan Cakra yang seperti kerasukan setan, ia bahkan terus menggempur Erina berkali-kali seperti tidak ada kata lelah.


pertarungan mereka berakhir dengan berendam bersama-sama, Cakra tetap memeluk tubuh Erina.


"Kamu kenapa Sayang, hari ini kok aneh banget sih dari tadi meluk aku terus? ada masalah?"tanya Erina.


"Engga ada, Mas lagi pengen manja-manja aja sama kamu Sayang"ucap Cakra beralasan padahal ia butuh vitamin Erina untuk mengisi energinya yang terkuras habis selain karena lelah bekerja ia juga sangat lelah dan muak dengan segala tingkah laku Rena.


"Mas makan dulu yukk"teriak Erina karena Cakra sedang menonton tv.


"Iya Sayang"


Mereka makan dengan sangat lahap setelah energi mereka terkuras habis akibat pergulatan panas mereka di sore hari.


***


Kak Dewi bisa bernafas lega hari ini keputusan sidang perceraianya dengan Gilang, dan hak asuh anak jatuh pada Kak Dewi.

__ADS_1


"Maafin aku ya Wi"ujar Gilang tertunduk lesu.


"Iya Mas, semoga kamu bahagia ya di kehidupan kamu selajutnya"ucap Kak Dewi tulus.


"Aku kangen Iky Wi, gapapa kan kalo aku sering-sering jengukin Iky?"tanya Gilang.


"Iya Gapapa kamu tetap ayah kandungnya kok"


"Makasih Wi"


Setelah berpamitan Kak Dewi lalu pulang bersama Ayah dan pengacara, sementara Bunda bersama Iky di Rumah.


"Jadikan semua ini pembelajaran untukmu kedepannya, jangan sampai terulang lagi yaa"ucap Ayah pada Kak Dewi.


"Iya Ayah, makasih ya Yah maaf Dewi belum bisa ngasih yang terbaik buat Ayah sama Bunda"


"Yang terbaik menurut Ayah dan Bunda cukup melihat putri-putri Ayah tersenyum bahagia itu sudah lebih dari cukup buat Ayah dan Bunda"


Kak Dewi tidak bisa menahan tangisnya, biarlah ia menjadi bahan tontonan orang-orang karena mereka masih di parkiran pengadilan.


"Udah jangan cengeng malu dong udah punya anak juga"ucap Ayah bercanda.


"Ih Ayah"Kak Dewi lalu tersenyum sisa air matanya, ia beruntung mempunyai orang tua yang begitu mendukung setiap keputusan anaknya.

__ADS_1


__ADS_2