
Selesai Makan Siang bersama Kak Dika pamit kembali lagi ke kampus, sementara mereka bertiga masih di cafe.
"Jadi kenapa Mil?"tanya Erina penasaran.
"Iya buruan kenapa Mil,apa jangan-jangan kamu suka ya sama Kak Dika?"ucap Wina menaruh curiga.
"Beneran Mil? sejak kapan? kok ga cerita sih?"ucap Erina kesal.
"Iya-iya aku ceritain semuanya deh, dari awal ok tapi kalian diam sampe ceritanya selesai"
Erina dan Wina mengangguk,Mila meminum jus Alpukatnya hingga habis bersiap untuk menceritakan semuanya.
Mila bercerita mulai masa ketika mereka magang, waktu itu Mila ingin cepat-cepat pulang karena Ayahnya sakit namun ia sudah lama berdiri menunggu angkutan umum namun tidak datang juga.
Dan akhirnya malah Dika yang datang dan menawarkan tumpangan, karena tidak ada pilihan lain Milapun mau di antarkan Dika.
Untung saja Mila tidak terlambat datang karena saat itu saat terakhirnya Mila bertemu dengan Ayahnya sebelum meninggal.
Bahkan Dika menemani Mila sampai-sampai Ke Pemakaman karena saat itu Erina dan Wina telat datang jadi mereka tidak tahu.
__ADS_1
Dan setelah saat itu Mila mulai kagum pada Dika dan tumbuhlah benih-benih cinta di hatinnya namun ternyata Dika hanya menganggap Mila sebagai adik dan sahabat tidak lebih.
Mila juga menceritakan pertemuanya dengan Dika dan tentang keinginan nya untum Melupakan perasaanya.
"Mil kenapa ga jujur aja sih sama kita"ucap Wina kesal namun memeluk Mila begitu juga dengan Erina ia lalu memeluk Mila yang terisak.
Mereka hanyut dalam kesedihan, banyak pengunjung cafe yang sesekali melirik ke arah mereka.
"Mil aku saranin lebih baik coba aja dulu pendekatan, ya siapa tahukan memang Kak Dika jodoh kamu"saran Erina.
"Iya tuh bener Mil, ya coba aja kaya biasa gitu atau nanti kita bantu deh iyakan Eri"ucap Wina
"Akan aku pikirkan nanti, huhuuu maafin aku yaa"ucap Mila lalu mereka kembali berpelukan.
Setelah bersedih-sedih mereka lalu kembali ceria dengan bercanda dan menceritakan hal-hal konyol yang pernah mereka lakukan.
"Kak Erina"Panggil Candra ia selesai kuliah langsung menghampiri sang kakak ipar yang memberitahu sedang di cafe.
"Eh Candra sini, oh iya kenalin ini sahabat-sahabat Kakak.yang itu namanya Mila dan yang ini Wina mungkin kalian pernah bertemu sebelumnya di acara resepsi pernikahan"ucap Erina.
__ADS_1
"Iya pernah liat tapi ga tau siapa oh ternyata Candra adiknya Pak Cakra ya lumayan mirip soalnya"ucap Wina dengan nada suara berbeda.
"Iya Saya Candra"ucap Candra kikuk.
"Mulai deh jiwa-jiwa kecentilannya keluar"celetuk Mila.
"Apaan sih Mil biasa aja kok"
"Udah-udah, Candra udah makan siang belum?"
"Nanti saja di rumah Kak"
"Oh yaudah sebentar Kakak bayar makanan dulu baru kita pulang.
Erina hendak membayar namun ternyata sudah lebih dulu di bayar Dika, Erina lalu memberitahu pada Wina dan Mila.
"Asyik tahu gitu pesen banyak"ucap Wina seakan lupa keberadaan Candra.
"Hus kebiasaan deh"ucap Mila.
__ADS_1
"Mil nanti bilangin makasih ya sama Kak Dika, aku sama Candra pamit pulang dulu bye"ucap Erina lalu buru-buru pamit.