
Selama perjalan Cakra memilih tidur ia masih sedikit kesal ketika mengingat momen dulu Erina dengan Dika walaupun mereka tidak benar-benar Pacaran tapi siapa tahukan jika Si Dika ini menyimpan perasaan pada Erina.
Sementara Dika malah asyik dengan bukunya sepanjang jalan mereka tidak percakapan sama sekali karena mungkin Dika tidak begitu kenal Cakra.
Cakra sedang di dalam taksi online ketika mendaptkan kabar jika Erina sedang di rumah Bunda dan berencana akan menginap disana, Cakra bingung tadinya ia akan memberikan surprise namun sepertinya gagal tidak ingin gagal Cakra lalu memutar arah menuju Rumah Bunda.
"Bukannya itu Erina ya"Gumam Cakra.
Cakra lalu menghentikan Taksinya ia lalu membayarmya dan segera menghampiri Erina yanh sedang duduk di taman dengan seorang anak kecil.
"Sayang"ucap Cakra menepuk bahu Erina.
"Astagfirulloh Mas kamu kok bisa disini katanya ga jadi pulang"ucap Erina terkejut bukan main.
"Surprise"ucap Cakra lalu memeluk Erina.
__ADS_1
Mereka lupa jika ada ada anak kecil yang memperhatikan tingkah mereka sambil memakan es krim nya.
"Ya ampun Mas lupa disini masih ada anak kecil"ucap Erina tersadar.
"Takut kamu lupa ini ponakan aku namanya Rizky, tadi aku bawa kesini karna sepertinya ada masalah di rumah tangga Kak Dewi"bisik Erina.
"Aku ga tau masalah apa tapi sepertinya serius banget Kak Dewi tiba-tiba datang dengan wajah penuh lebam"bisik Erina lagi.
Cakra mengangguk mengerti ia lalu mencoba berbicara dengan Rizky, Cakra tidak bisa membayangkan anak sekecil ini harus mengalami kenangan pahit jika kedua orang tuanha bercerai.
"Udah habis ya Es Krimnya, mau beli makanan lain ga ?"Ucap Cakra.
"Ini Om Cakra, suaminya Aunty"ucap Erina.
"Lebih baik kita cari tempat makan yuk kayanya Iky kelaparan, Mas juga Lapar Sayang tadi di kereta ga makan apa-apa"ucap Cakra.
__ADS_1
"Yaudah yuk Mas tapi Tas kamu gimana masa iya mau di bawa-bawa apa ga berat?"
"Gimana kalo pulang dulu ke Rumah Bunda, Mas juga mau mandi dulu sebentar gerah banget"
Akhirnya mereka kembali ke rumah Bunda dengan berjalan kaki, ketika sampai Erina memlih masuk terlebih dahulu memastikan keadaan takutnya Kak Dewi sedang menangis atau Bunda sedang Marah.
"Loh kamu udah pulang? Iky nya mana?"tanya Kak Dewi sambil menghapus air matanya.
"Ada di luar sama Mas Cakra, aku pulang karena Mas Cakra mau mandi dulu terus mau ngajak Iky keluar buat cari makanan gapapa kan Kak?"tanya Erina berusaha tidak bertanya-tanya.
"Oh gitu Boleh, em Eri kalo bisa Iky sama kamu dulu ya takutnya Mas Gilang kesini terus dia maksa ngambil Iky"ucap Kak Dewi terlihat tegar.
"Yaudah Erina pulang aja ke rumah ya Kak, Kakak ga usah khawatir aku sama Mas Cakra pasti jagain iky kok, kalo gitu aku panggil Mas Cakra dulu ya Kakak siapin aja barang-barangnya Iky"
"Iya Makasih Ya, Semoga rumah tangga slalu rukun ya"ucap Kak Dewi sambil menghapus air matanya.
__ADS_1
"Aamiin, Aku ga tau msalah Kakak apa tapu yang jelas semoga Kakak bisa tabah lewatin semua ini ya aku slalu ada buat Kakak apapun yang terjadi"ucap Erina sambil memeluk Kakaknya.
Sementara Bunda hanya bisa menangis ia begitu hancur ketika melihat anak sulungnya yang mengalami banyak hal di rumah tangganya.