
Erina berbohong pada Cakra bahwa ia akan pulang naik ojek online padahal Erina di ajak.makan siang bersama Kak Dika di salah satu cafe tempat Erina dan Dika dulu slalu makan siang bareng ketika magang.
"Udah lama tapi tetep aja suasananya ga berubah masih kaya yang dulu"ucap Dika ketika melihat sekeliling cafe.
Lain hanya dengan Erina ia sangat gelisah takut jika Cakra tahu ia berbohong.
"Iya cepet pesan Kak aku harus segera pulang soalnya"ucap Erina.
Dika lalu memesan makanan sesuai request Erina.
"Memangnya kenapa sih buru-buru banget bukanya ga ada kuliah kan hari ini"ucap Dika.
"Hmm maaf Kak aku takut di cariin sua.."ucapan Erina terpotong karena ada pelayan yang datang mengantarkan makanan.
"Selamat menikmati"ucap Si pelayan
"Terimakasih Mba"jawab Erina.
Mereka lalu makan siang dengan hening, Erina yang terus memikirkan Cakra sementara Dika yang diam-diam memperhatikan Erina.
"Habis ini aku anterin pulang ya"ucap Dika.
"Ga perlu Kak aku naik ojek online aja"ucap Erina ia ingin cepat-cepat pulang.
"Gapapa aku anterin aja"ucap Dika yang kekeh ingin mengatarkan Erina pulang.
"Gapapa serius aku mau pulang ke rumah Mama dulu soalnya"ucap Erina beralasan.
"Mama? Bukannya Kamu panggil ibu kamu sebutan Bunda ya?"tanya Dika karema dulu Erina sempat cerita tentang Bundanya pada Dika.
"Iya Mama mertuaku"ucap Erina.
Dika yang sedang makan lalu tersedak karena terkejut mendengar perkataan Erina, bagaikan petir di siang bolong.
"Maksud kamu Mama mertua? kamu udah nikah Eri?"tanya Dika setelah minum.
__ADS_1
"Iya Kak Dika baru tahu ya? kirain Wina sama Mila bilang, aku udah nikah sekitar 3 bulanan"ucap Erina menjelaskan supaya Dika tidak lagi berharap lebih pada Erina.
"Mila sempet bilang sih kirain aku dia bercanda ternyata beneran kamu udah nikah? sama siapa ? kok aku ga di undang?"pertanyaan beruntun dari Dika hatinya benar-benar hancur ketika ingin menjalin hubungan dengan Erina namun lagi-lagi harus gagal mungkin tidak ada kesempatan lagi bagi dirinnya.
"Aku nikah sebelum Kak Dika datang ngajar di kampus sama Pak Cakra ituloh pegawai di tempat magang kita dulu yang waktu itu masih ngejabat bagian Tata Usaha"ucap Erina.
"Oh Iya aku ingat Pantas aja dulu sepulang aku dari Yogyakarta aku sebelah duduk sama Pak Cakra kirain siapa soalnya mukanya ga asing"
"Oh iyah kalian bareng kenapa Mas Cakra ga bilang ya"gumam Erina.
"Eh tapi Selamat ya atas pernikahan kamu aku ikut bahagia dengernya"ucap Dika memaksakan senyum walau hatinya sedang menangis.
Selesai makan Erina lalu pulang dengan ojek onlin sementara Dika masih duduk terpaku di tempatnya.
"Sakit untuk kedua kalinya dasar Dika bodoh coba aja datang ke kampusnya sedikit lebih cepat mungkin Erina masih bisa di kejar"batin Dika.
Dika jadi teringat ia beberapa kali melihat Erina turun dari mobil atau di jemput mobil ternyata itu Pak Cakra suaminya Erina bukan Ayahnya Erina.
Dika juga jadi ingat pertemuannya dengan Mila ketika dulu di toko Buku.
Waktu itu Dika datang ke toko buku mencari buku referensi untuknya mengajar dan ketika akan mengambil satu buku ternyata ada seseorang juga yang sama mengambil buku yang sama.
"Kak Dika"
"Mila?"
"Oh kamu mau ngambil buku itu juga ya silahkan"ucap Dika mengalah.
Milla masih terkejut namun detik kemudian ia lalu segera mengambil bukunya dan berusahan bersikap sewajarnya.
"Makasih Kak, aku duluan ya"pamit Mila.
Mila buru-buru meningglkan Dika hingga tanpa sadar ia menabrak setumpuk majalah-majalah.
"Haduh kenapa ga liat sih dasar deh Milaa"batin Mila ia buru-buru kembali menyusun majalah-majalah ke tempat semula.
__ADS_1
"Makanya hati-hati aneh deh sebegitu kagetnya ketemu aku"ucap Dika datang membantu Mila.
"Siapa yang kaget aku cuma tiba-tiba pengen ke toilet aja"kilah Mila.
Selesai membereskannya Mila hendak membayar namun Dika dengan cepat membawa bukunya.
"Katanya pengen ke toilet ini biar aku aja yang bayar udah sana nanti aku tunggu di cafe itu"ucap Dika lalu pergi ke kasir.
Sebenarnya hanya alasan Mila saja ia ingin pergi ke toilet namun karena terlanjur berbohong ia lalu pergi ke toilet.
Dika menunggu Mila di cafe yang masih satu area dengan toko buku.
"Bukunya berapa Kak? biar aku ganti"ucap Mila yang sudah datang.
"Gausah itung-itung aku kasih hadiah buku ini buat kamu"ucap Dika tersenyum.
blush
Pipi Mila seketika merah merona padahal Dika hanya tersenyum namun rasanya sangat berbeda lebih manis dari yang dulu.
"Kalo gitu Makasih ya Kak, aku pamit"
Mila lalu segera pergi berusaha mentralkan debaran dihatinya.
"Plis Mil sadarrr itu duluu"batin Mila
Sementara Dika tersenyum melihat gelagat aneh dari Mila, sangat lucu menurutnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hmm kira-kira Mila kenapa ya?
ada yang tahu ga?
jawab dikomen ya
__ADS_1