
Cakra baru saja selesai rapat bulanan dan ponselnya sengaja ia silent supaya tidak mengganggu, Cakra begitu terkejut karena melihat banyak sekali panggilan dari Erina dan ada satu chat masuk.
📩Sayang maaf ya aku ga peka banget harusnya aku tahu kalo kamu lagi cemburu semalem maaf banget jangan marah lagi ya semangat kerjanya 😘
Cakra hanya tersenyum ia memang masih kesal karena ketidak pekaan Erina, makanya ia memilih bersikap cuek padanya.
"Dasar ya awas aja nanti kalo udah selesai datang bulannya"batin Cakra.
Cakra memilih tidak memabalas ia masih ingin mengerjai istrinya itu.
"Woy kenapa Bro?"ujar Ega yang tiba-tiba sudah duduk sofa ruangan Cakra.
"Masuk ga permisi dulu"ucap Cakra menyimpan kembali ponselnya.
"Udah kali situnya aja yang sibuk sama ponselnya, ada apaan sih tumben?"
"Gausah kepo ya sana pergii"
Cakra memilih melanjutkan pekerjaanya dan mengabaikan Ega yang terus merengek ingin tahu.
Hampir seharian Erina di kampus ia sempet melupakan misinya untuk membujuk Cakra karena harus mengurus beberapa hal.
"Mas Cakra jemput ga ya"batin Erina sambil melihat kanan dan kiri mencari Cakra.
__ADS_1
"Ga ada kayanya ga jemput deh tapi takutnya dia lagi di jalan aku tungguin aja ya hmm telpon dulu deh"gumam Erina.
Sudah panggilan ke dua Cakra tidak mengangkat telponya dan di panggilan ketiga barulah ia mengangkatnya ternyata ia baru saja sampai halte kampus Erina.
"Untung aja aku telpon kalo engga mungkin aku pulang duluan Mas"ucap Erina sambil mencium tangan Cakra.
"Hmm"ucap Cakra cuek tapi tak ayal memberikan helmnya pada Erina.
Erina yang menduga Cakra masih marah padanya karena ketidakpekaannya.
Sepanjang jalan mereka hanya saling diam Erina yang bingung harus bagaimana dan Cakra yang biasa saja.
Sampai makan malam pun Cakra tidak masih tetap dengan pendiriaannya cuek pada Erina.
"Gapapa"ucap Cakra dengan mode cueknya.
"Aku harus gimana biar kamu ga cuek lagi?"tanya Erina.
Cakra tidak menggubris pertanyaan Erina, ia memilih menyelessaikan makan malamnya dengan cepat dan segera pergi ke kamar.
Sementara Erina hanya pasrah lebih baik ia mendiamkan Cakra dulu untuk memikirkan caranya.
Erina selesai cuci piring lalu pergi ke kamar dan melihat Cakra yang tengah sibuk dengan laptopnya, Erina memilih mengabaikan Ia hanya pergi ke kamar mandi setelah itu keluar lagi dan pergi ke belakang.
__ADS_1
"Lebih baik aku setrika baju aja deh"gumam Erina.
Cakra baru saja selesai mengerjakan pekerjaanya yang tertunda karena ia menjemput Erina.
"Kemana dia kok ga balik ke kamar lagi"batin Cakra lalu keluar kamar.
Cakra mencari ke dapur dan ruang keluarga tapi tidak ada Erina, ia lalu pergi ke kamar lain untuk mengecek dan ternyata Erina di tempat laundry ia melihat Erina yang tengah membereskan baju-baju yang sudah di setrikanya.
"Sini Mas bantuin"ucap Cakra yang mengagetkan Erina.
Erina terkejut mungkin ia sudah tidak marah lagi pikir Erina.
Kini mereka sudah berbaring di ranjang saling berhadap-hadapan tidak ada percakapan sama sekali hanya saling tatap.
"Udah ya Mas marahnya aku pengen peluk kamu"ucap Erina lalu beringsut memeluk Cakra.
"Mas ga marah kok cuma kesel aja dan lagi mas cuma kasih kamu pelajaram aja biar lebih peka lagi"ucap Cakra membalas pelukan Erina.
"Iya Maaf Mas lain kali aku peka deh"ucap Erina sambil mempererat pelukannya.
"Iya Mas juga minta maaf ya"ucap Cakra namun Erina tidak menjawab.
Yang ada malah terdengar nafas Erina yang sudah tidur sambil memeluk Cakra.
__ADS_1
"Kesian banget sih kamu Sayang pasti seharian cape apalagi aku cuekin kamu maaf ya sayanh tidur nyenyak ya"gumam Cakra lalu mencium pucuk kepala Erina.