
Cakra tidak bisa tidur nyenyak, jam 3 dini hari ia sudah bangun dan hanya menatap langit-langit kamar dan sesekali melihat ke arah Erina.
"Padahal masih ngantuk "gumam Cakra.
Cakra lalu memilih bangkit dan membawa laptopnya dan kembali ke ranjang mengecek pekerjaanya yang belum selesai sambil menunggu adzan subuh.
Semua pekerjaanya sudah selesai dan ketika mengecek email yang masuk Cakra tidak sengaja melihat Email dari seseorang yang sangat ingin dia hindari.
Rena mengirimkan email yang berisi foto-foto ketika mereka dulu dan foto-foto ketika Cakra yang di jebak di rumah Rena beberapa waktu yang lalu dan di akhiri dengan kata "Aku Kangen Kamu"
"Apaan sih dia ngirim ini"batin Cakra lalu menghapusnya ia tidak ingin terjadi salah paham antara dirinya dan Erina.
"Hmm Mas kamu udah bangun?"suara serak dari Erina yang cukup mengagetkan Cakra.
"Iya Sayang Mas kepikiran kerjaan soalnya"ucap cakra bersikap biasa saja.
"Untung aja langsung aku hapus"batin Cakra.
"Lebih baik kamu tidur lagi aja Sayang ini masih jam set 4 pagi"ucap Cakra lembut mengusap kepala Erina.
__ADS_1
Erina menggeleng ia menatap Cakra, Erina terbangun bukan karena Cakra tapi karena ia mimpi Cakra di peluk wanita asing tepat di depan Erina.
"Kenapa Sayang?"tanya Cakra karena Erina terus menatapnya.
"Engga Aku cuma Kangen kamu Mas"ucap Erina pelan lalu memeluk pingganng Cakra erat.
Deg.
"Apa Erina tahu tentang email itu? tapi.ga mungkin karna aku udah hapus kan tadi"batin Cakra.
"Mas kok melamun "ucap Erina melepaskan pelukannya dan menatap Cakra kembali.
"Em engga Sayang, Mas juga kangen kamu sebentar Mas simpan dulu laptop ya"ucap Cakra lalu bangkit dan menyimpan kembali laptopnya.
Cakra terkekeh karena tingkah Erina yang menggemaskan itu.
"Ayo tidur lagi Sayang"bisik Cakra karena Erina tidak juga memejamkan matanya.
"Beneran tidur Mas? ga mau ngajak dia ketemu sarangnya"ucap Erina sambil menujuk ke arah bawah celana Cakra.
__ADS_1
"Aku tau loh tadi malem dia bangun pas kamu mau mandi"bisik Erina menggoda Cakra lalu ia menutup seluruh badanya dengan selimut.
"Kamu yaa Mas udah menahan mati-matian biar kamu ga cape tapi kamu malah godain Mas, jangan salahin Mas ya kalo nanti pagi ga bisa bangun dari ranjang"ucap Cakra lalu ikut masuk dalam selimut.
"Ampunnn"
Dan akhirnya mereka malah berolahraga pagi di ranjang.
Pagi ini selesai bersiap-siap Cakra akan berangkat ke kantornya namun sebelumnya ia mengantarkan Erina ke cafe karna Cakra sudah memberikan Izin untuk Erina membantu Kak Dewi di Cafe asalkan Erina tidak terlalu cape dan jangan lupa makan.
"Iya Mas aku ingat kok, lama-lama kamu kaya Bunda tau ga Mas"ucap Erina.
"Masa sih Sayang"
"Udah ah, kamu hati-hati ya nyetirnya kalo udah sampe jangan lupa ngabarin ya Mas"
Erina lalu turun dari mobil Cakra tidak lupa ritual setiap pergi mencium tangan Cakra.
"Gemes banget sih jadi males kerja"batin Cakra ketika melihat Erina yang sudah berlari masuk ke dalam cafe.
__ADS_1
Namun Cakra tetap berangkat, walaupun sebenarnya sangat tidak ingin apalagi jika harus bertemu dengan Rena.
"Semoga tidak ketemu dia"batin Cakra begitu tiba di kantornya.