
Ketika di turunkan Cakra di kampus Erina langsung memesan ojek online untuk ke tempat magangnya.
Hampir saja Erina terlambat sebenarnya di tempat magangnya ini tidak terlalu ketat tentang waktu namun Erina berusaha bersikap profesional dengan menghargai waktu selain karena untuk mendapatkan nilai juga.
"Erina nanti jam 9 pagi kita ke pengadilan dulu yaa bawa berkas terus kita ketemu sama Pak handoko"ucap Mba Dea, pembimbing Erina selama magang.
"Baik Mba"
Erina melihat jam di tanganya masih ada waktu sekitar satu jam untuk menyelesaikan pekerjaa kemaren dan Erina juga sekalian menyicil mengerjakan tugas kampus dan laporan magang.
Tepat jam 9 pagi Erina berangkat bersama Mba Dea dan seorang laki-laki bernama Tio supir mobil kantor sekaligus staff seperti Mba Dea.
Sepanjang perjalanan Erina di buat risih karena Tio slalu mencuri-curi pandang padanya lewat kaca spion Mobil, Erina berusaha mengabaikam dengan mengobrol bersama Mba Dea atau seseakli mengecek pomselnya.
Akhirmya mereka sampai di pengadilan Mba Dea lalu segera masuk sementara Erina menunggi di parkiran bersama Tio.
"Erina nanti pulang aku anterin ya?"ucap Tio memecah keheningan diantara mereka.
"Tidak usah Pak, kebetulan saya ada janji juga"ucap Erina sebisa mungkin menolaknya dengan halus.
__ADS_1
"Oh gitu kalo makan siang bareng gimana?"ucap Tio masih dengan usahanya.
"Engga bisa Pak, saya udah janji sama kakak saya soalnya maaf ya pak"ucap Erina lagi-lagi menolak.
"haduhh males banget Mba Dea masih lama.ga yaa"batin Erina.
ibarat telepati Mba Dea seperti tahu isi hati Erina, ia langsung datang dan memyelamatkan Erina dari situasi canggung dan tidak nyaman itu.
Sementara di kantor Cakra sedang mengerjakan beberapa pekerjaanya yang sempat tertunda karena cuti dan belum lagi pekerjaan yang baru datang.
Ega langsung nyolong masuk.ke ruangan Cakra ia ingin melihat anak kecil yang mengemaskan hingga menjadi bahan perbincangan satu kantor.
Ega tadi sempat izin sebentar karna ada urusan jadi ia tidak ikut upacara dan ketila balik ke kantor ia mendengar kehebohan dan langsung mendatangi sumbernya.
"Maaf-Maaf habisnya udah penasaram.banget sama anak gemesin ini"ucap Ega memperhatikan Iky yang fokus dengan kertas dan pensil yang di berikan oleh Cakra.
"Hmm kenalin ini keponakan gue namanya Rizky tapi panggil iky aja"ucap Cakra.
"Haii Ikyy"ucap Ega duduk di samping Iky.
__ADS_1
Iky hanya sekilas menatap Ega lalu beralih menatap Cakra seperti mengatakan siapa ini pada Omnya.
"Kenalin Ky itu temen Om namya Om Ega baik kok tenang aja coba Iky minta sesuatu sama Om nya pasti di kasih"ucap Cakra tertawa.
"Beneran Om Iky boleh minta sesuatu?"ucap Iky pada Ega.
"Hmm anu iya boleh kok memang nya Iku mau apa?"ucap Ega senyum terpaksa sambil di hatinya menyumpahi Cakra karena mengerjainya itu.
"Ga mau apa-apa Om Iky cuma tanya aja"ucapnya tersenyum manis lalu kembali menggambat sesuatu.
Ega dibuat tercengang pasalnya baru kali ini ia mendengar anak kecil yang di tawari untuk meminta sesuatu malah menolaknya, tadinya ia sudah berpikir mungkin Iky akan meminta dibelikan mainan atau makanan ringan di minimarket.
"Tenang aja kali Iky bukan tipe yang minta jajan"ucap Cakra tertawa ia seolah tahu pikiran Sahabatnya itu.
"Kenapa ga mau ?"ucap Ega penasaran.
"Kata Mami Iky ga boleh minta jajan sembarangan sama orang, Iky juga masih punya makanan di tas dari Aunty sam Om Cakra"ucapnya polos pada Ega.
"Yaampun gemes banget sih Ky, kalo Iky mau mint apapun jangan sungkan ya bilang aja kalo ga sekarang mungkin kedepannya bisa kok"ucap Ega..
__ADS_1
"Beneran Om?"
Ega mengangguk dengan Yakin dan langsung membuat Iky tersenyum senang.