
Erina dan Cakra hanya berdiam diri di kamar, selain karena Cakra masih cuti dan Erina yang kebetulan tidak ada jadwal perkuliahan juga.
"Sayang gimana kalo hari ini kita liat furniture buat di rumah kita atau mau kemana juga terserah kamu sih"ucap Cakra.
Mereka sedang berbaring di ranjang sambil berhadap-hadapan.
"Boleh Mas, sekalian aku juga ada barang yang pengen di beli nanti sore aja gimana?"
"Iya Boleh, yaudah sekarang mau ngapain?"tanya Cakra
"Tidur aja Mas gimana aku masih ngantuk soalnya"ucap Erina tanpa canggung memeluk Cakra.
"Apa ga sebaiknya kita ngelakuin kewajiban dulu gitu"ucap Cakra menggoda Erina
"Kewajiban apa Mas, ini masih jam 10 pagi belum waktunya solat dzuhur"ucap Erina polos.
"Bukan kewajiban itu tapi Kewajiban istri.melayani suami"
Deg.
Erina terdiam dan melepaskan pelukannya pada Cakra.
"Gemesin banget sih istri aku, tenang aja aku cuma bercanda kok"ucap Cakra tersenyum.
"Udah mending kita tidur aja yu, Mas juga masih ngantuk"ujar Cakra.
Cakra hanya pura-pura tidur sampai ia mendengar dengkuran halus dari Erina barulah dia membuka mata melihat wajah Erina yang polos Cakra terus memandanginya.
"Masyaallah cantiknya istriku"batin Cakra memuji wajah polos Erina.
Setelah puas memandang wajah Erina, Cakra lalu memilih untuk tidur juga badannya masih sedikit pegal karena seharian kemarin dia berdiri menyalami tamu.
\=\=\=\=
Ketika sore tiba sesuai rencana Erina dan Cakra akan pergi ke salah satu toko furniture terbesar.
"Mau liat apa dulu Mas?"tanya Erina ketika mereka baru saja sampai parkiran.
__ADS_1
"Ga tau yang penting ke dalam aja dulu"
Cakra menggenggam tangan Erina, mereka lalu segera masuk.
"Jadi udah ada yang pas di hatu belum sayang?"tanya Cakra
"ada beberapa Mas"
"Yaudah mau beli sekarang aja?"ucap Cakra.
"Nanti aja Mas"Ucap Erina.
Selesai berkeliling Erina dan Cakra lalu pergi ke Mall karena Erina yang katanya akan membeli barang.
"Mau beli apa memangnya Sayang?"ucap Cakra karena dari tiba di mall mereka hanya berjalan saja.
"Toko buku"ucap Erina yang masih mencari toko buku.
"Oh itu pindah ke lantai 4 ayoo"ajak Cakra.
"Tau lah karena temen Mas ada yang bilang"
ucap Cakra dan hanya Erina mengangguk.
Setibanya di toko buku Erina lalu segera mencari buku-buku dan mengabaikan Cakra yang terus mengekori Erina kemanapun ia pergi.
"Seneng banget ketemu Buku sampe suaminya di cuekin"ucap Cakra sembari pura-pura membaca Buku.
Erina menoleh dan tersenyum memang sudah jadi kebiasaan Erina jika ke toko Buku pasti akan berlama-lama dan mengabaikan sekitar.
"Maaff mas kalo gitu ayo sebentar aku ke kasir dulu"ucap Erina sembari membawa beberapa buku.
"Sini biar Mas aja, kamu tunggu disana"ucap Cakra lalu mengambil alih buku-buku yang akan di beli Erina dan menyuruh Erina menunggu.
Sembari menunggu suaminya membayar buku-bukunya Erina menunggu di salah satu cafe yang dekat dengan toko buku, ia memesankan minuman untuknya karena tidak tahu minuman kesukaan suaminya itu.
tidak lama kemudian Cakra datang dena duduk di depan Erina.
__ADS_1
"Ini punya kamu sayang?"tanya Cakra.
"Iya, aku ga tau soal ya minuman kesukaan kamu"ucap Erina tersenyum merasa bersalah.
"Apa aja sih samain aja deh"ucap Cakra langsung meminum minuman yang di pesan Erina ia sangat haus sedari tadi Menunggu Erina mencari buku dan ketika akan membayar ia harus sedikit mengantri.
"Habis ini mau beli apa lagi?"tanya Cakra sembari melihat jam di tangannya.
"Ga ada sih Mas, pulang aja gimana?"
"Yaudah ayo"
Cakra menyerahkan uang pada Erina untuk membayar minuman yang dipesan mereka.
\=\=\=
Selesai solat berjamaah Erina malah asyik membaca buku yang di belinya tadi sedangkan Cakra hanya bermain game di ponselnya.
"Oh iya Mas, kita belum buka kado pernikahan loh"ucap Erina sekilas melihat tumpukan kado pernikahan yang diletakan di sampi lemari pakaian.
"Yaudah sekarang aja gimana?"
"Ayoo"
Mereka lalu membuka satu persatu kado, dan berbagai barang mereka dapatkan mulai dari baju tidur couple, bad cover, baju gamis, kerudung dan peralatan makan seperti gelas, piring dan masih banyak lagi dan ada juga barang yang bersifat privasi.
"Apa ini, Kain lap atau apa"batin Erina ketika melihat baju tidur yang nerawang dan sangat pendek.
"Ehkhem coba nanti kamu pakai itu yaa"ucap Cakra
"Buat apa pake baju kaya gini Mas, ini sih kaya ga pakai baju namanya"ucap Erina yang tidak mengerti arah pembicaraan Cakra.
"eh ga boleh gitu ini pemberian loh harus di hargain dan di syukuri, nanti coba deh kamu pakai Sayang"ucap Cakra yang sedikit greget pada Erina yang sangat polos.
"Iya juga nanti aja aku pakai nya kapan-kapan kalo ingat"ucap Erina lalu menyimpan kembali pakaiamnya dan beralih membuka kado yang lainnnya.
Cakra hanya menarik nafas pelan, sepertinya ia harus extra sabar membimbing Erina yang kelewat polos.
__ADS_1