Romantic Wedding

Romantic Wedding
Diamnya Cakra


__ADS_3

Cakra memang memutuskan untuk pulang lebih awal dan menjemput Erina, namun ketika sampai di Kampus Cakra melihat Erina yang sedang di halte sepertinya menunggu ojek online ketika Cakra akan menghampirinya malah ada mobil lain yang mendahuluinya dan ternyata Dika.


"Plis jangan naik sayangg"gumam Cakra namun harapannya pupus Erina naik ke mobilnya Dika, Cakra lalu merasa marah ia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Cakra merasa sangat kecewa hari ini ia sudah dua kali memergoki Erina sedang berdua dengan Dika walaupun hanya sebatas teman ataupun Dosen dan Mahasiswa tapi tetap saja ia kecewa belum lagi ketika sampai di Rumah Erina di antar oleh Dika sampai ke rumah karena kondisi hujan Dika mengantarkan Erina, mereka sangat dekat bahkan seperti tidak ada jarak.


Cakra mengurung dirinya di ruang kerja, ia lebih baik mengerjakan pekerjaannya dan mengabaikan Erina yang sedari tadi mengetuk-ngetuk pintu bertanya ini itu namun Cakra tetap diam.


Sampai tengah malam pun Cakra masih di ruang Kerja ia keluar hanya sekedar ke kemar mandi, Cakra bahkan tidak makan malam walupun Erina sudah menyiapkan makanan untuknya.


***


Erina tidak habis pikir ternyata Cakra benar-benar marah ia bahkan sampai mendiamkan Erina, tidak berbicara pada Erina bahkan tidurpun Cakra memilih di ruang kerja.


Ini pertama kalinya Cakra begitu dingin pada Erina biasanya jika mereka jika ada masalah tidak sampai seperti ini.


"Mas, sarapan dulu yukk aku udah siapin nih"ucap Erina pada Cakra yang tengah bersiap-siap.


Walaupun tidak menjawab ucapan Erina, setidaknya Cakra memakan sarapan yang di buatkan Erina tidak seperti semalam Cakra tidak memakannya sama sekali.


"Mas hari ini aku mau ke Rumah Bunda ya, Kak Dewi minta aku buat bantuin dia buatin kue buat Iky soalnya hari ini Iky ulang tahun"ucap Erina memberitahu walaupun Cakra mungkin Cakra tidak akan mempedulikannya, namun diluar dugaan.

__ADS_1


"Iya boleh, nanti Mas nyusul ke sana"jawab Cakra singkat lalu kembali melanjutkan sarapannya.


"Iya Mas, emm jangan lupa bawa kado ya takut kamu lupa"ucap Erina tersenyum tidak apa jika Cakra masih marah namun setidaknya menjawab pertanyaanya.


"Heem"


Selesai sarapan Cakra langsung berangkat, Erina tetap mencium punggungtangan Cakra walaupun Cakra masih bersikap dingin padanya.


Erina sengaja tidak membahas masalah yang kemarin, ia takut malah semakin runyam dan memilih membicarakannya lain waktu mungkin nanti malam.


***


Cakra berusaha bersikap profesional dengan menyibukkan diri tidak ingin terlalu memikirkan tentang Erina dan Dika.


Cakra tidak jadi makan siang diluar,tadi niatnya ia ingin makan bersama rekan-rekan yang lain namun satpam kantor memberitahu jika ada istrinya datang dan mungkin sedang menunggunya di ruangan.


"Eh Mas, udah selesai solatnya? ini aku bawain kamu makan siang buat kamu"ucap Erina tersenyum lalu menujuk beberapa makanan yang sudah di siapkan di meja.


"Ayo makan Mas, nanti keburu dingin"ucap Erina kembali lalu mengajak Cakra duduk.


"Iya"jawab Cakra. lalu mulai makan.

__ADS_1


Erina tidak makan ia memilih menatap suaminya yang tengah makan dengan lahap, tadi ia sengaja memasak untuk suaminya itu supaya bisa di ajak bicara biar tidak ada salah paham lagi.


Cakra tidak menyadari jika Erina tidak ikut makan bahkan sepertinya Erina juga tadi tidak sarapan namun karena Cakra masih marah jadi tidak terlalu memperhatikannya.


"Alhamdulillah habis"ucap Erina melihat Cakra menghabiskan bekal makan siangnya tanpa tersisa.


"Makasih"ucap Singkat Cakra lalu berdiri pergi ingin mengambil minum namun Erina malah memeluknya dari belakang.


"Mas aku minta maaf, aku salah ga ngabarin kamu, aku salah malah dinterin pulang Kak Dika, aku minta maaf aku ga mau kamu mendiamkan aku seperti ini"ucap Erina pelan seperti menahan nangis namun masih terdengar jelas di telinga Cakra.


Cakra terdiam, ia masih sedikit kecewa namun ia juga tidak tega melihat Erina yang menangis seperti ini.


"Iyaa maafin Mas juga ya seharusnya Mas juga nelpon kamu, Maaf Mas tidak bisa melihat kamu berdekatan dengan pria lain apalagi si Dika itu"ucap Cakra lalu membalikan tubuhnya dan langsung memeluk Erina.


"Sudahlah Sayang kita sama-sama salah"ucap Cakra semakin mempererat pelukannya, andai saja jika bukan di kantor mungkin Cakra sudah mengeksekusi istrinya itu apalagi posisi mereka saat ini buah dada Erina yang menempel erat di pelukan Cakra menambah rasa ingin berhubungan.


Mereka berpelukan sampai beberapa saat karena tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan Cakra.


"Sepertinya itu rekan kamu Mas, kalo gitu aku pulang ke rumah Bunda ya"ucap Erina pamit laku membereskan bekas makan Cakra.


"Iya hati-hati dijalan nya ya Sayang, kalo.udah sampai kasih kabar nanti sore Mas kesana sekalian belliin kado buat Iky"

__ADS_1


Cakra hanya mengantarkan Erina sampai di depan pintu ruangannya karena ada rekan nya yang lain untuk membahas pekerjaan.


__ADS_2