Romantic Wedding

Romantic Wedding
Cerita tentang Erina


__ADS_3

Hampir semalam semua orang bergadang, tidak ada yang bisa tidur apalagi Cakra ia terus berdoa di samping Erina.


Karena Dokter mengijinkan Cakra untuk masuk ke ruangan Erina..


"Sayang bangun yuk, Mas kangen sama kamu Maafin Mas yaa sempet menghindar dari kamu harusnya Mas dengerin penjelasan kamu Mas memang bodoh"batin Cakr sambil menatap wajah Erina yang masih pucat.


Alhamdulillah akhirnya Erina bisa melewati masa kritisnya dan ia sudah di pindahkan ke ruang perawatan namun Erina belum juga bangun karena kondisi tubuhnya yang lemah jadi butuh waktu untuk Erina bisa sadar kembali.


"Biar ayah yang menjaga Erina, lebih baik kamu istirahat dulu"ucap Ayah.


"Gapapa Yah, Cakra pengen tungguin Erina disini"


"Cakra ikut Mama sebentar yukk ada yang mau Mama bicarakan"ucap Mama membujuk Cakra.


"Iya Ma, Ayah kalo Erina sudah bangun langsung hubungin aku ya"

__ADS_1


"Iya tenang aja pasti Ayah langsung hubungi kamu"


Mama mengajak Cakra pergi ke sebuah tempat makan yang tidak jauh dari Rumah Sakit, sekalian mengajak ngobrol sekalian juga Cakra makan karena ia dari kemaren tidak makan atau minum sedikitpun.


"Makan dulu ya habis itu Mama mau cerita"ucap Mama memesan beberapa menu makanan kesukaan Cakra.


Selesai makan Mama lalu mulai menceritakan tentang awal mula Erina yang meminta izin untuk mengonsumsi pil penunda kehamilan dengan alasan ingin menyelesaikan studi sarjananya dulu dan tentang Erina yang melarang Mama untuk memberitahu Cakra karena takut marah dan kecewa.


"Mama tahu mungkin kamu marah tapi ini semua Erina lakukan untuk kamu Cakra, Mama bahkan mendengar dari Candra jika Erina pingsan di Kampus"


Cakra terdiam mencerna setiap ucapan sang Mama, begitu banyak pengorbanan yang di lakukan Erina, Cakra baru menyadari jika akhir-akhir ini sikap Erina memang aneh sering terbangun ketika malam hari dan selera makanya terus menurun dan itu semua Erina alami hanya untuk Cakra dan calon anaknya nanti.


"Bahkan ketika kamu belum punya anakpun pengorbanan kamu untuk calon anak kita kelak sungguh sangat luar biasa, Maafin Mas Sayangg"batin Cakra ia begitu bodoh hanya karena emosi melihat Dika dengan Erina ditambah Cakra menemukan pil Kb yang semakin memperparah Emosi Cakra sampai mengabaikan Erina, memarahinya juga bahkan mungkin membentaknya..


***

__ADS_1


Sudah lebih dari 24 jam dan Erina belum sadar juga, Cakra masih tetap duduk di samping Erina memegang tangannya dan sesekali mengecupnya.


Semua keluarga bergantian pulang dan kini hanya Cakra dan Candra yang menemani Erina.


"Maaf Kak itu ada Pak Dika katanya ingin ketemu sama Kakak"ucap Candra.


"Iya sebentar, kamu duduk disini jagain Erina"jawab Cakra lalu segera keluar menemui Dika.


Kini Cakra bisa tenang bertemu dengan Dika tidak seperti sebelum-sebelumnya yang slalu saja emosi.


"Bagaimana keadaan Erina Pak?"tanya Dika khawatir.


"Sudah lewat masa kritisnya hanya masih belum sadar saja minta doanya ya semoga Erina bisa secepatnya sadar"ucap Cakra.


"Tentu saja Pak, Erina sudah saya anggap seperti adik saya sendiri, maafkan saya ya pak saya tahu mungkin Pak Cakra cemburu pada saya karna sering dekat dengan Erina"

__ADS_1


Dika juga menjelaskan tentang perjuangan Erina yang menyusun skripsi dalam waktu yang lumayan singkat dan belum.lagi tugas kampus dan magang yang membuatnya harus bekerja lebih cepat.


__ADS_2