Romantic Wedding

Romantic Wedding
Curi-curi pandang


__ADS_3

Erina sudah menyelesaikan semua skripsinya hari ini rencananya ia akan langsung pergi ke kampus menyerahkan pada Kak Dika untuk di cek kembali.


"Kenapa senyum-senyum kaya gitu Sayang?"tanya Cakra merasa aneh dengan tingkah Erina.


"Engga Mas mood aku lagi happpy aja, udah yu kita sarapan nanti kamu telat loh"


Mereka lalu sarapan, Cakra masih merasa aneh dengan sikap Erina tidak mungkin karena mood aja pasti ada penyebabnya.


"Sayang sepertinya nanti Mas pulangnya, hari ini ada rapat dulu dibalai kota"ucap Cakra memberitahu.


"Iya Mas gapapa, semangat ya jangan lupa.makan sama solatnya juga"


"Tentu saja istrikuuu"


Selesai sarapan Cakra dan Erina lalu berangkat seperti biasa Cakra mengantarkan Erina terlebih dahulu ke kampusnya.


Namun Erina meminta untuk di antarkan ke salah satu rumah kost karena masih ada waktu jadi Erina ingin bertemu dulu dengan Mila.


"Yaudah Mas berangkat dulu ya"


"Iya Mas hati-hati nyetirnya"ucap Erina lalu mencium tangan Cakra dan segera turun.


Setelah mobil Cakra sudah jauh barulah Erina masuk ke salah satu kost, untung saja Mila sudah bangun dan belum berangkat.


"Tumben nih pagi-pagi udah kesini, ada apa?"ucap Mila ketika melihat Erina datang.


"Ya aku kangen lah memang ya ga boleh? mumpung masih ada waktu juga jadi ya sekalian mampir dulu, nih aku bawain sarapan"ucap Erina mengangkat tupper***

__ADS_1


"Wihh makasih kebetulan belum sarapan, yaudah masuk yu aku juga kangen sih terakhir ketemu pas di cafe dulu"


Wina langsung membuka kotak makan berisi nasi goreng itu dan langsung melahapnya dan sesekali mereka mengobrol.


Erina mempunyai ide ketika mengetahui jika Mila hari ini tidak ada matakuliah, dan Erina mengajak Mila untuk ke perpustakaan dengan alasan ingin mencari buku.


"Yaudah aku mandi dulu tunggu sebentar"ucap Mila pada akhirnya.


"Yess ini kesempatan aku buat menebus rasa bersalahku"batin Erina.


Setelah siap Erina dan Mila lalu berangkat ke perpustakaan, sesampainya disana Erina melihat Kak Dika yang sudah menunggunya.


"Loh kok ada Pak Dika sih Eri?"tanya Mila.


"Iya kan aku mau bimbingan sama dia, udah lah ayo ikut aja tanggung udah disini"ucap Erina dengan santainya sementara Mila kesal.namun ia tetap mengikuti Erina.


"Iya gapapa kok, Hai Mil apa kabar?"ucap Dika tersenyum menatap Mila yang menunduk.


"Hai juga Pak, alhamdulillah aku baik kok emm Er aku kesana dulu ya cari buku"ucap Mila.mencari alasan.


"Engga disini dulu, kamu harus dengerin aku bimbingan buat gambaran kamu kalo nanti udah ngerjain skripsi betul ga Kak?"ucap Erina


"Iya bener apa kata Erina Mil, udah disini aja"


Akhirnya Mila mengalah namun ia hanya bisa menunduk atau menatap Erina dengan kesal, ia tidak berani menatap Dika ia takut kalo tidak bisa melupakan Dika.


Sepanjang bimbingan Dika sesekali mencuri-curi pandang pada Mila, hari ini Mila terlihat berbeda ia Mila berhijab biasanya tidak, memang diantara bertiga Mila yang paling sering berhijab walaupun masih kadang suka jarang.

__ADS_1


"Semuanya sudah bagus sepertinya kamu bisa mengikuti sidang akhir minggu depan, tapi tetap ya belajar nya jangan di kurangin ini masih awal"ucap Kak Dika.


"Iya Kak Siap, alhamdulillah akhirnya"ucap Erina ia sangat bersyukur.


"Oh iya Kak aku izin sebentar ya pengen ke toilet"ucap Erina lalu pergi meninggalkan Mila dan Dika.


"Hmm Pak"


"Mil"


ucap merema bersamaan.


"Kamu duluan saja Mil"ucap Dika tersenyum.


"Iya Pak saya cuma mau bilang, makasih ya udah bayarin kami makan di cafe yang tempo hari itu"ucap Mila memang ia belum sempat mengucapkan terimakasih karena ia tidak berani.


"Oh itu sama-sama, tenang aja Mil gausah tegang kaya gitu saya ga gigit kok, oh iya Mil kata Erina kamu tahu tempat penjual buku-buku bekas ya?"tanya Dika


"Iya Pak tahu memangnya kenapa ya Pak?


"Boleh tidak temani saya kesana, saya ingin lihat-lihat saja siapa tahu ada buku yang saya cari"ucap Dika.


"Boleh Pak"ucap Mila tanpa sadar tersenyum.


"Nah gitu dong senyum kan tambah cantik"ucap Dika membalas senyum Mila


Tidak lama kemudian Erina datang dan suaasana tidak sekaku tadi, Erina merasa sepertinya rencananya mulai terlihat kemajuan.

__ADS_1


__ADS_2