
Setibanya di Cafe, tampak suasana sangat ramai Cakra mencari keberadaan Erina yang ternyata sedang di mengantarkan makanan pelanggan dan tampak juga Adiknya Candra yang ikut membantu.
"Sini Sayang biar Mas aja, lebih baik kamu tunggu di Kasir aja"ucap Cakra begitu Erina ingin mengantarkan pesanan.
"Eh Mas, gausah biar aku aja kamu pasti cape kamu aja yang di kasir ya"ucap Erina lembut.
"No Sayang jangan membantah ya, udah sana ke kasir"jawab Cakra.
Akhirnya Erina menyerahkan nampan yang berisi makanan dan minuman pesanan pelangga pada Cakra dan setelah itu kembali ke kasir.
Walaupun Erina bertugas di kasir tapi matanya tetap memperhatikan gerak gerik suaminya yang begitu lincah kesan kemari mengantarkan pesanan seperti sudah seorang profesional saja.
Menjelang Adzan Maghrib pengujung mulai berkurang Cakra bisa bersantai sejenak, Erina datang membawakan Minuman untuk Cakra dan Candra.
"Ini di minum dulu"ucap Erina.
"Makasih Kak"jawab Candra.
Cakra menghabiskan es teh dengan satu kali teguk ternyata cape juga padahal ia hanya mengantarkan pesanan saja, Cakra tidak.bisa membayangkan jika hanya Kak Dewi dan Erina saja yang bekerja pasti bakal kerepotan.
__ADS_1
"Pengunjung terakhir udah pulang, habis ini kita juga pulang ya Mas"ucap Erina sambil mengelap keringat Cakra dengan tisu.
"Iya Sayang"jawab Cakra sambil tersenyum menatap penuh sayang pada Erina.
Setelah beres-beres sebentar Erina dan Cakra pamit pulang, Candra juga sudah pulang lebih dulu.
"Hati-hati ya makasih udah dibantuin"ucap Kak Dewi.
"Iya Kak, Kami pamit ya"
Cakra lalu melajukan mobilnya ke rumahnya, suasana di dalam mobil sangat sepi Cakra fokus dengan jalanan sementara Erina yang kecapean sudah terlelap tidur.
Karena tidak ingin mengganggu tidurnya Erina dan tidak mungkin juga membiarkan istrinya tidur dimobil Cakra memilih menggedong tubuh Erina dan memindahkannya ke kamar.
Setelah itu Cakra kembali ke depan untuk mengunci gerbang dan pintu dan barulah setelahnya ia pergi mandi.
Erina terbangun ketika mendengar suara gemercik air di kamar mandi.
"Ya ampun ketiduran, bodoh banget sih kesian Mas Cakra harus gendong aku kesini"gumam Erina.
__ADS_1
Sambil menunggu Cakra selesai mandi, Erina menyiapkan piyama tidur untuk Cakra dan juga untuk dirinya dan tambahan Erina juga menyiapkan teh hangat untuk Cakra.
"Kenapa ga bangunin aku aja Mas"ucap Erina begitu Cakra keluar dari kamar mandi.
"Kesian pules banget tidur nya, ga tega banguninnya"
"Kamu juga pasti cape Mas apalagi tadi bantuin di cafe terus sekarang gendong aku ke kamar"ucap Erina sambil memperhatikan Cakra yang tengah memakai pakaian.
"Iya iya udah sana lebih kamu mandi Sayang supaya cepat istirhat"ucap Cakra lembut.
Erina mengangguk patuh, Cakra sengaja langsung menyuruh Erina untuk mandi karena percuma pasti perdebatan mereka akan panjang, padahal mereka suami istri tapi Erina terlalu sungkan pada Cakra sehingga Cakra kadang gemas sendiri.
Tepat pukul 9 malam Erina dan Cakra sudah berbaring di ranjang, tadi mereka sebelumnya sudah makan malam di cafe.
Tidak ada Pillow talk karena Erina sudah duluan terlelap, dan Cakra hanya memandangi wajah Erina yang terlelap di sampingnya.
Cakra beralih menatap perut rata Erina dan mengusapnya pelan sambil melantunkan doa dan harapan.
"Papa sangat berharap kamu segera hadir di perut Mama nak"gumam Cakra tanpa sadar air matanya menetes.
__ADS_1
Karena takut Erina bangun Cakra memilih menghentikan usapan tangannya dan beralih memeluk Erina.