Romantic Wedding

Romantic Wedding
KDRT


__ADS_3

Seorang wanita menangis tanpa suara sambil menatap sang anak yang tertidur lelap di sampingnya.


"Nak ingatlah jika kamu dewasa nanti jangan pernah sakiti perempuan yaa sekesal dan semarah apapun itu"gumamnya.


Dewi Kakak Erina harus menanggung beban mendapatkan Suami yang kasar dan juga kerap main tangan jika ada permasalahan walaupun masalah kecil sekalipun.


Bertahun-tahun ia hidup dengan suaminya itu jauh dari Orangtua, Dewi sebenarnya ingin menyerah namun ia mengingat anaknya kasihan masih kecil jika kedua orang tua harus bercerai makanya Dewi mempertahankan sekuat tenaganya.


"Bundaa Dewi ingin pulangg, Dewi ga sanggup lagi"batinnya sambil menatap ponselnya yang meperlihatkan foto sang Bunda yang tersenyum Manis ketika Pernikahan Erina.


Mungkin karena ikatan batin Bunda merasa sangat gelisah tiba-tiba ia kepikiran tentang anak sulungnya biasanya dua hari atau tiga hari sekali mereka komunikasi tapi sudah lebih dari lima Hari tidak ada kabar sama sekali dari putri sulungnya itu.


"Bun udahlah mungkin Dewi lagi sibuk jadi ga sempet pegang hape"ucap Ayah menenangkan Bunda.


"Iya Yah tapi tetap aja perasaan Bunda ga enak, gimana kalo besok kita kesana berkunjung Yah?"ucap Bunda.


"Lusa aja Bun sekalian Ayah libur kerja gimana?"saran Ayah karena seorang pegawai di perusahaan swasta.


"Hmm yaudah deh asalakan kesana aja"ucap Bunda walaupun sedikit kecewa tapi tidak ia harus mengerti.


...**************...


Erina Wina dan Mila sedang berkumpul di ruang keluarga menikmati pudding buatan Erina dan tidak lupa sambil menonton drama korea.

__ADS_1


"Er gimana magang disana enak ga?"tanya Mila.


"Ada yang ganteng Gak Eri?"tanya Wina.


"Lumayana nyaman sih disana orang-orangnya serius mungkin karena terlalu banyak kerjaan tapi mereka baik-baik kok ga tau sih kedepannya mungkin karena masih baru"ucap Erina ketika mengingat hari pertamanya magang.


"Kalo yang ganteng ada ga sih Er dari tadi ga di jawab"


"Mungkin ada ya aku ga terlalu merhatiin tampang-tampang mereka yang ada fokus sama kerjaan aja biar cepet beres dan dapet nilain yang memuaskan"


"Lagian ada-ada kamu Win, Eri mana mungkin merhatiin cowo-cowo ganteng dia kan udah punya yang paling ganteng iya Er"ucap Mila menyenggel bahu Erina.


"Tuh kamu tahu sendiri Mil"ucap Erina tertawa


"Makanya buruan cari pacar eh jangan deh lebih baik fokus kuliah aja"ucap Erina santai tidak bermaksud menyindir.


"Wah mentang-mentang udah nikah tunggu aja nanti pasti bakal ada waktunya"


"Iya aku tunggu, udah malem kita tidur yuk kita tidur bertiga aja yu"ajak Erina.


"Ayoo"


"Kalian duluan ya aku mau ke kamar dulu ngabarin Suami takutnya nanti nyariin lagi"ucap Erina langsung menuju kamarnya.

__ADS_1


Baru saja di tinggal 2 jam sudah banyak panggilan dan pesan masuk di ponsel Erina, Namun Erina sedikit terkejut karena bukan hanya Cakra tapi juga dari Bundanya yang curhat tentang Kakaknya yang belum mengabari.


"Tumben ya Kak Dewi ga bisa dihubungin"batin Erina ketika mencoba menelpon Kakaknya.


Baru saja Erina akan menelpon Cakra namun ternyata Cakra duluan yang menelpon.


"Kenapa Panggilan kamu sibuk sih? habia telponan sama Siapa?"ujar Cakra di sebrang sana dengan kesalnya.


"Maaf Mas tadi habis nelpon Kak Dewi tapi ga di angkat dia udah beberapa hari ga bisa dihubungin tadi Bunda khawatir banget"ucap Erina jujur.


"Mungkin hapenya rusak jadi ga bisa hubungin kamu atau Bunda, udah ya jangan terlalu khawatir aku yakin Kak Dewi baik-baik aja kok"ucap Cakra menenangkan Erina.


"Iya Maa semoga ya, eh iya kamu kenapa nelpon maaf lagi tadi habis makan malam terus ngobrol-ngobrol sebentar hapenya di kamar jadi ga kedengeran"


"Oh gitu gapapa Sayang, kamu mending istirhat yaa Mas juga mu istirhat takut ketinggalan keret**a"


"Iya Mas kabarin ya kalo mau berangkat besok selamat tidur Mas I love you kangen banget pokoknya"ujar Erina ia baru pertama kali berbicara seperti itu.


"Love you too Sayang, Mas juga kangen tunggu Mas besok pulang ya Good night"ucap Cakra terkekeh ia sangat gemas dengan istrinya itu.


Erina tersenyum malu untung saja ia hanya di kamar sendirian mungkin kalo ada Mila dan Wina ia pasti sudah di ledek habis-habisan karena terlalu bucin pada suaminya.


Erina berbaring di kasur saking rindunya dengan suami tercinta Erina hanya bisa menghirup wangi tubuh suaminya yang menepel pada kasur dan bantal hingga tanpa sadar Erina ketiduran, ia lupa jika tadi berjanji akan tidur bertiga.

__ADS_1


__ADS_2