
Cafe yang di rencakaan sudah jadi bahkan
segala persiapan sudah mencapai 100% hanya tinggal acara pembukaan cafe yang rencananya akan di adakan nanti sore.
Walaupun Cafenya tidak terlalu besar tapi cukup nyaman dan Kak Dewi dan Erina mendekornya dengan nuansa yang bertema alam.
"Aku jamin pasti akan ramai yang datang, apalagi tempatnya bagus dan nyaman terus makanannya enak-enak lagi"ucap Erina.
"Aamiin, semoga aja ya"ucap Kak Dewi.
Semua persiapan pembukaan sudah selesai Erina dan Kak Dewi bersiap menyambut para tamu dan keluarga yang hadir untuk acara pembukaan.
Tidak ada acara spesial hanya ada acara sederhana pengajian dan pengguntingan pita yang di lakukan Kak Dewi.
Selain keluarga Erina juga menggundang beberapa sahabatnya dan juga Dika atas izin Cakra tentunya.
"Aku bakal sering kesini deh kayanya, cafenya nyaman terus makanannya enak-enak lagi"ucap Mila.
"Iya bener Mil, Fiks bakal jadi tempat nongkrong kita"ucap Wina.
__ADS_1
"Harus sering-sering kesini pokoknya"ucap Erina.
"Kita sih mau aja ya Mil, asal ada diskon"jawab Wina.
"Boleh asal jangan sering-sering aja bisa rugi aku nanti"
Mila dan Wina tertawa bersama sudah lumaya lama mereka jarang berkumpul seperti ini terakhir sebelum Erina sakit sepertinya.
Sementara Dika bergabung dengan Cakra dan Candra entah apa yang sedang mereka bicarakan namun kelihatannya seperti sangat seru.
Tepat pukul 9 Cafe tutup semua orang juga sudah pulang, begitu juga dengan Erina dan Cakra setelah membantu membersihkan Cafe barulah mereka pulang.
"Iya Sayang, Mas juga sama kok Sabar ya"jawab Cakra tersenyum sekilas menatap Erina.
Erina hanya mengangguk, ia begitu lelah setelah seharian berkutat membantu Kak Dewi.
"Padahal baru sehari tapi cape nya udah kaya gini"gumam Erina sedikit memijit tangannya sendiri.
"Namanya juga kerja Sayang, ga ada yang ga cape"
__ADS_1
Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah, Erina buru-buru turun dari mobil dan bergegas masuk ia ingin segera ke kamar mandi karena kebelet pipis, sementara Cakra hanya tersenyum melihat tingkah istrinya.
Sebelum menyusul istrinya, tidak lupa Cakra menutup kembali pagar dan juga menguncinya.
Begitu masuk ke dalam rumah pemandangan yang pertama kali Cakra liat, Erina yang baru keluar dari kamar mandi di dekat dapur dengan keadaan yang sudah mandi dan hanya memakai handuk yang menutupi area tertentu.
"Ya ampun Sayang, untung cuma Mas aja yang liat gimana kalo ada orang lain yang masuk"omel Cakra tidak habis pikir.
"Iya Maaf ga di ulangi lagi deh"ucap Erina lalu buru-buru masuk ke kamar.
Cakra jadi teringat ketika Erina menggodanya, dengan memakai pakaian yang di sukainya dan memimpin permainan.
"Haduh bahaya makin bangun kan"gerutu Cakra ketika melihat ke arah bawah celananya.
Cakra buru-buru masuk ke kamar ia harus segera mandi dan menidurkan dia, Cakra tidak ingin sampai terlihat Erina dan malah mengajaknya bertempur bukan nya tidak ingin justru sangat diinginkan Cakra tapi Cakra ingat jika Erina kelelahan setelah seharian mengurus cafe.
"Mas aku udah siapin bajunya, kamu mau aku bikinin minum.ga Mas?"tanya Erina.
"Ga usah Sayang, kamu istirahat aja"jawab Cakra lalu buru-buru masuk ke kamar mandi.
__ADS_1