
Erina terbangun karena mencium aroma parfum Cakra, dan ketika ia membuka mata ia melihat Suaminya sudah rapi.
"Loh Mas kok ga ngebangunin aku sih"ucap Erina ia lalu segera bangun.
"Maaf ya Sayang mas buru-buru lagi banyak banget kerjaan soalnya"ucap Cakra tersenyum ia merasa bersalah.
Cakra mendekat ke arah Erina ia duduk di sampingnya dan mencium keningnya sekilas.
"Hari ini kamu berangkat sama Candra aja ya, Mas ga bisa anter kalian ke kampus gapapa kan Sayang?"ucap Cakra menatap Erina.
"Iya Gapapa Mas tapi kamu harus sarapan dulu ya, sebentar aku ke kamar mandi dulu"
ucap Erina seakan lupa jika mereka tengah di rumah Mama.
"Ehh Sayang tunggu, kamu lupa ya kita lagi di rumah Mama pasti Mama udah bikinin kita Sarapan jadi kamu ga perlu lagi bikin sarapan buat Mas"
"Eh iya Mas lupa, kalo gitu aku cuma cuci muka sebentar ya Mas"ucap Erina lalu sedikit berlari pergi ke kamar mandi.
"Hati-hati Sayang"teriak Cakra karna Erina sudah masuk ke kamar mandi.
Niat hanya ingin cuci muka tapi Erina memilih langsung mandi ia malu jika bertemu mertuanya tapi belum mandi alhasil Erina mandi secepat kilat yang penting mandi dan bersih saja.
"Loh katanya cuma cuci muka aja"ucap Cakra kaget karna Erina keluar hanya memakai handuk.
"Sekalian aja Mas"
__ADS_1
Setelah selesai berpalakaian Erina dan Cakra lalu keluar kamar, hanya ada Mama saja yang tengah menyiapkan sarapan.
"Tumben jam segini udah rapi"ucap Mama melihat ke arah Cakra dan Erina.
"Cakra lagi banyak kerjaan Ma harus selesai hari ini, jadinya Cakra berangkat pagi-pagi"
Erina lalu membantu mengambilkan makanan untuk Cakra dan menyiapkan teh hangatnya.
"Makasih Sayang"
"Kalian makan aja ya berdua Mama mau bangunin Candra dulu"ucap Mama lalu pergi.
Erina tidak sarapan ia malah melihat ke arah Cakra, semalam ia ingin bertanya kenapa.pulang terlambat tapi tidak jadi karena sepertinya Erina paham jika suaminya itu tengah sibuk.
"Kok ga sarapan Sayang?"tanya Cakra ketika ia sudah menghabiskan makannnya.
Selesai makan Erina mengantarkan Cakra sampai ke depan.
"Hati-hati ya Mas kabarin kalo udah sampe"ucap Erina lalu mencium tangan Cakra
"Iya Sayang, kamu juga hati-hati ya Mas berangkat dulu"ucap Cakra lalu mencium kening Erina.
Setelah mobil Cakra sudah tidak terlihat lagi, Erina lalu segera masuk.
Sesampainya di kantor Cakra lalu menuju ke ruanganya ia langsung menghidupakna komputernya dan segera menyelesaikan pekerjaanya.
__ADS_1
Padahal seharusnya pekerjaanya sudah selesai kemarin tapi gara-gara rena jadi ia menundanya dan sekarang harus buru-buru di selesaikan.
Sampai makan siang tiba Cakra masih berkutat dengan komputer di depannya dan dokumen-dokumen yang berserakan.
tok
tok
"Bro gue Ega tolong buka dong pintunya"ucap Ega.
Cakra lalu segera membukanya ia memang sengaja menguncinya karena takut ada Rena datang dan mengganggu kosentrasinya nanti.
"Nih gue beliin makan siang"ucap Ega mengangkat dua kantong pelastik berisi makanan.
"Jangan lupa kunci lagi pintunya takut ada penggangu datang"ucap Cakra.
Ega paham ia pun langsung menguncinya kembali.
"Gimana semalem Erina nanyain ga kenapa pulang telat?"tanya Ega.
"Engga dia keburu tidur, sebaiknya Erina ga perlu tahu yang ada nanti dia malah ga fokus lagi sama kuliahnya"
"Iya benar juga sih, semoga aja kedepannya ga ada kejadian kaya kemarin"
"Aamiin, sepertinya tuhan sedang menguji rumah tangga gue"
__ADS_1
"Iya lo yang sabar ya"
Mereka terus bebincang sambil menikmati makan siang dan sesekali membahas pekerjaan.