
Dua hari kemudian adalah hari yang sangat di tunggu-tunggu Erina, setelah berbagai perjuangan akhirnya hanya ada satu lagi yang harus Erina selesaikan sebelum mendapatkan gelar dan juga melepaskan pil kb yang selama ini Erina konsumsi lebih tepatnya Erina akan membuang pil itu.
"Semangat Erinaa"gumam Erina menyemangati diri sendiri.
Walaupun hati dan pikirannya terpecah belah karena memikirkan Cakra yang tidak menghubungi Erina sama sekali, bahkan ketika Erina yang menghubungi tidak diangkat sama sekali bahkan tidak ada satupun balasan dari Cakra.
Setelah menunggu akhirnya giliran Erina, sebelumnya Erina sudah mencari tips dan trik menghadapi sidang akhir namun tetap saja ia tidak bisa menahan rasa gugupnya tapi Erina akhirnya bisa mengatasi iti semua dengan lancar tanpa hambatan sedikitpun.
"Alhamdulillah"gumam Erina.
"Sekarang tinggal nunggu hasilnya aja"ucap salah satu teman Erina.
Erina mengangguk lemah namun tak ayal ia juga senang karena bisa menyelesaikan sidang akhir hanya tinggal menunggu hasilnya, sebanrnya sejak pagi Erina berusaha menyeimbangkan tubuhnya sejak terakhir kali Erina pingsan,bukannya malah diobati dan merubah pola makan dan tidur tapi Erina malah semakin berantakan.
Walaupun diawasi Candra tapi tetap Erina tidak makan dengan baik bahkan Erina sering berkata sudah makan padahal sebenarnya belum.
***
__ADS_1
Dan Tibalah saatnya pengumuman siapa saja yang lulus, satu persatu nama di sebutkan dan akhirnya nama Erina disebut semua mahasiswa bersorak gembira termasuk Erina.
"Akhirnya terimakasih ya allah"batin Erina mengusap air matanya yang jatuh karena terharu.
"Selamat ya aku bangga sama kamu"ucap Yosep menghampiri Erina.
"Makasih kak, berkat Kakak juga aku bisa melewati semua ini"jawab Erina sambil tersenyum.
"Wajah kamu pucat Eri, kamu sakit?"tanya Dika walaupun Erina tersenyum tapi tidak bisa menutupi wajahnya yang pucat.
"Engga kok ini cuma karna masih kaget aja, sekali lagi makasih ya Kak"
Tidak ada orangtua yang menyambutnya karena Erina memang sengaja tidak memberitahukannya dan rencananya hari ini Erina akan.memberitahukan pada keluarganya.
Ketika sampai rumah Erina langsung mencari ponselnya dan berniat ingin menelpon suami tercintanya namun malah Bunda yang menelpon duluan.
"Yaa ampun kamu gimana sih Erina, berita bahagia ini malah Bunda ga dikasih tahu"ucap Bunda dengan suara tingginya karena terkejut ketika mengetahuo putri bungsunya sudah selesai sidang akhir tapi ia malah tahu dari orang lain bukan dari Erina.
__ADS_1
"Maaf Bund rencananya hari ini Erina kasih tahunya, nanti Erina ke rumah kok Bun sebentar lagi"
"Yasudah Bunda tunggu ya, Bunda nanti siapkan makanan kesukaan kamu hati-hati di jalan"
Selesai bertelpon dengan Bunda, Erina langsung mencoba menelpon Cakra namun lagi-lagi nihil Cakra tidak mengangkatnya.
"Mungkin masih kegiatan ya"gumam Erina.
Lalu Erina memilih siap-siap untuk pergi ke rumah Bunda. mungkin karena sedang merasa bahagia Erina seolah melupakan kondisi tubuhnya.
Sesampainya di rumah Bunda, Erina di sambut oleh Ayah, Bunda dan Kak Dewi mereka memeluk Erina akhirnya putri bungsu mereka sudah menyelesaikan studinya dan sekarang sudah mendapatkan gelar sarjana.
"Kamu hebat sayang, Ayah bangga"ucap Ayah
"Selamat Sayang, Bunda senang sekali mendengarnyaa"ucap Bunda.
"Selamat dek, Kakak senang akhirnya adik kakak yang cantik ini sudah dapat gelar sarjana
__ADS_1
"Terimakasih berkat doa dan dukungan kaliaj semua juga Erina akhirnya bisa lulus juga"ucap Erina tidak bisa menyembunyikan rona bahagianya.