Romantic Wedding

Romantic Wedding
Maafin Mas


__ADS_3

Setelah mendengarkan cerita Dika dan juga Mamanya tadi Cakra semakin merasa bersalah pada Erina.


"Lebih baik Kakak istirahat, biar Kak Erina aku yang jaga"ucap Candra membuyarkan lamunan Cakra.


"Gapapa lebih baik kamu saja yang istirahat Kakak gapapa kok"


"Tapi Kak, Kakak belum istirahat dari kemarin loh yang ada nanti kalo Kak Erina bangun Kakak malah sakit"


Perkataan Candra ada benarnya, sejak tiba di rumah sakit kualitas tidur Cakra memang berantakan ia hanya tidur 2-3 jam saja.


Akhirnya Cakra menurut ia memilih tidur di sofa dan Candra yang duduk di samping Erina.


***


Hari ini Cakra harus ke kantor ada urusan yang harus di selesaikan, namun Cakra enggan pergi.


"Biar Bunda yang jaga Erina, nak Cakra tenang aja"ucap Bunda.


"Iya Bun, kalo gitu Cakra pamit dulu ya Bund nitip Erina kalo sudah sadar hubungi aku ya Bun"ucap Cakra lalu pamit.


Setelah Cakra pergi kini hanya ada Bunda karena Ayah sedang pergi keluar.

__ADS_1


"Erina Sayang bangun yukk, Bunda kangen kamu"lirih Bunda.


Walaupun Dokter mengatakan tidak ada apa-apa pada Erina dan hanya tinggal menunggu sampai sadar namun Bunda tetap tidak bisa melihat anaknya terbaring lemah di ranjang rumah sakit seperti ini.


Orangtua mana yang tidak sedih melihat anaknya seperti ini. Bunda sudah sekuat tenaga untuk tidak menangis namun tetap saja air matanya meluncur begitu deras.


Tanpa Bunda sadari perlahan-lahan Erina mulai menggerakan tangannya dan mulai membuka matanya.


"Bunddaaa"ucap Erina lemah.


"Kamu udah sadar sayang, alhamdulillah sebentar ya Bunda panggilin Dokter dulu"ucap Bunda menghapus air matanya lalu cepat-cepat memanggil dokter.


"Syukurlah kondisi tubuh pasien sudah semakin baik tapi untuk sementara jangan terlalu banyak bergerak sampai benar-benar pulih ya"ucap Dokter.


Setelah Dokter pergi, Bunda tidak henti-hentinya bersyukur sambil menatap Erina.


"Bundd aku hauss"


"Oh Haus ya sebentar Bunda ambilin" Bunda lalu membantu Erina untuk minum.


Saking senangnya Erina sudah sadar, Bunda sampai lupa memberitahu Cakra dan juga yang lain.

__ADS_1


Setelah sadar Erina malah banyak melamun ia masih memikirkan tentang Cakra yang masih marah dan tidak mau mengangkat telponnya.


"Kenapa melamun? ada apa sayang?"tanya Bunda. Erina hanya menggelang.


"Lebih baik kamu istirahat nak, jangan terlalu banyak pikiran ya"


Erina lalu mengangguk sambil tersenyum, biarlah nanti ia pikirkan kembali caranya membujuk Cakra.


Cakra yang masih di kantor begitu terkejut ketika mendengar dari Kak Dewi jika Erina sudah sadar tanpa pikir panjang ia langsung segara menuju rumah sakit.


Ketika membuka pintu ruangan yang pertama kali Cakra liat adalah Erina yang sedang Duduk bersandar di bantu Ayah dan Bunda.


"Nah ini Suami kamu udah dateng, Bunda sama Ayah keluar dulu ya"ucap Bunda mengajak Ayah keluar untuk memberikan waktu berdua pada Cakra dan Erina.


Cakra perlahan-lahan mendekati Erina dan.mereka hanya saling tatap tidak ada yang memulai pembicaraan namun sedetik kemudian Cakra mulai memeluk Erina.


"Alhamdulillah kamu sudah sadar Sayang, Maafin Mas yaa"lirik Cakra.


"Maafin Erina juga ya Mas ga jujur dari awal sama kamu"ucap Erina lirih walaupun masih lemas namun Erina berusaha membalas pelukan Cakra.


"Sut.. Udah Sayang Mas tahu semuanya kok seharusnya Mas yang minta maaf bukannya dengerin penjelasan kamu tapi malah pergi"

__ADS_1


Mereka berdua masih berpelukan menumpahkan semua kerinduan dan air mata karena kurang lebih hampir satu minggu sejak Cakra menumukan Pil Kb itu.


__ADS_2