
Karena terjebak macet Erina dan Cakra baru sampai rumah ketika selesai adzan maghrib, Erina di bantu Cakra menyimpan semua belanjaan dan juga makanan dari Bunda begitu saja di meja dapur dan akan menyimpannya nanti setelah solat maghrib.
"Kita berjamaah solatnya Sayang"ucap Cakra dan Erina mengangguk patuh.
Selesai solat, Erina berlalu pergi ke dapur ia mulai membersihkan kulkasnya terlebih dahulu membuang sayuran dan buah-buahan yang busuk dan menggantinya dengan yang baru. Cakra juga datang membantu mereka membagi tugas supaya cepat.
"Untung aja Bunda udah bawain makanan tadi"batin Erina karena tidak mungkin ia langsung masak kasihan Cakra takut menunggu lama.
"Udah selesai Mas yuk kita makan dulu"ajak Erina.
"Ayo Sayang"
Mereka makan dengan sangat lahap lelah setelah berjalan-jalqn di tambah macet membuat keduanya sangat kelaparan apalagi Cakra tadi di Mall ia tidak sempat apapun ia hanya minum saja.
Selesai makan dan langsung mencuci piring Erina berlanjut untuk mandi, meninggalkan Cakra yang menonton tv.
"Eh iya lupa belum beresin ini lagi"gumam Erina ketika melihat paper bagnya.
Ketika merapihkannya Erina tiba-tiba mempunyai ide iya mengambil salah satu gaun tipis yang menerawang itu lalu memakainya ia juga berdandan sedikit dan memakai parfum.
__ADS_1
"Sempurna"gumam Erina menatap pantulan dirinya di cermin.
Erina lalu keluar kamar menghampiri Cakra yang masih anteng menonton acara bola di tv sampai Erina duduk di sampingnya Cakra tidak menoleh sama sekali.
"Hmm jadi siaran tv lebih menarik di banding istrinya"sindir Erina karena sudah lebih 10 menit lamanya namun Cakra belum menyadari keberadaanya.
"Kenapa Sayang eh"ucap Cakra terkejut ketika melihat Erina yang begitu seksi duduk di sampingnya dengan raut wajah marah.
"Ga jadi tadinya mau bikin kamu seneng tapi kayanya kamu lebih tertarik sama acara tv di bandingkan aku, yaudah aku ke kamar aja mau tidur"ucap Erina pura-pura ngambek.
"Ehh tunggu Sayang, jangan ngambek dong maaf ya sebentar Maa matiin dulu tv nya"
Erina lalu pergi ke kamarnya dan tidak lama kemudian Cakra datang menyusulnya.
"Sayang udahan ya jangan ngambek"bujuk Cakra namun Erina menutup seluruh badannya dengan selimut ia tidak bisa menahan tawanya melihat ekspresi wajah suaminya.
"Rasain salah sendiri aku udah cape-cape dandan malah di cuekin"batin Erina.
Hening beberapa saat Erina mengira jika Cakra menyerah dan membiarkannya tidur namun baru sempat Erina membuka selimutnya dan Cakra sudah menyerangnya dengan ciuman.
__ADS_1
Erina yang tidak siap sempat kewalahan namun Erina berusaha mengimbangi.
"Jangan ngambek ya kasian dia udah bangun loh"bisik Cakra parau.
Erina tersenyum mengangguk dan mulai menikmati setiap sentuhan yang di berikan Cakra tapi karena rencananya Erina ingin menyenangkan Cakra maka ia mengambil alih permainan.
Tentu saja Cakra senang sangat jarang Erina ingin melakukan ini apalagi tadi yang menggoda duluan Erina dengan memakai baju favorit Cakra.
Erina benar-benar memanjakan Cakra ia memberikan servis yang lebih dari biasanya, bahkan mereka melakukannya beberapa kali hingga tiba waktu subuh.
"Kita mandi dulu ya Sayang baru nanti istirahat"ucap Cakra tersenyum lalu mengendong tubuh Erina.
Mereka hanya mandi tidak ada kegiatan yang lain karena tubuhnya sudah benar-benar lelah.
"Akhirnya Dinas Malam nya selesai juga"gumam Erina ketika mereka akan bersiap tidur.
"Terimakasih Sayang"ucap Cakra lalu mencium
kening Erina. Sampai akhirnya mereka terlelap tidur saling memeluk satu sama lain.
__ADS_1