
Menjelang makan Siang, Cakra berinisiatif ingin mengajak Erina makan bersama namun sejurus kemudian ia jadi teringat tentang semalam karena tadi kesiangan Cakra jadi melupakannya.
"Mungkin memang harus aku tanya langsung supaya lebih jelas"gumam Cakra lalu mengambil ponsel dan kunci mobilnya.
Cakra akan datang ke kampus Erina, dan baru akan memberitahu Erina jika Cakra sudah sampai kampus.
Beberapa menit kemudian Cakra sudah sampai di parkiran biasa jika ia menjemput Erina, baru saja akan menelpon istrinya itu Cakra melihat dari kejauhan Erina dengan seorang laki-laki ciri-cirinya seperti Dika.
Dan ternyata benar Erina bersama Dika, dari kejauhan mereka sangat akrab, Cakra memiliu tidak jadi menelpon dan ingin mengikuti saja kemana Erina dan Dika pergi.
Cakra berusaha menahana emosinya ketika Dika tidak sengaja memegang pinggang Erina karena ada mahasiswa yang tidak sengaja menabrak Erina yang hampir jatuh.
Tidak ingin kemarahannya memuncak Cakra memilih pergi, ia memilih untuk kembali ke kantor.
***
Menjelang Sore Erina lalu memilih pulang setelah seharian ia berada di perpustakaan mengerjakan skripsinya yang belum selesai karena masih. ada perubahan.
Erina lalu mengecek ponselnya namun tidak ada satupun chat maupun panggilan dari Cakra, biasanya suaminya itu mengirimkan pesan bertanya sedang dimana atau memberitahukan kegiatannya.
"Tumben banget Mas Cakra, mungkin lagi sibuk kali ya"gumam Erin
Erina lalu memilih memesan ojek Online namun sudah lama menunggu tidak kunjung ada, tiba-tiba ada mobil Dika lewat.
__ADS_1
"Kenapa belum pulang?"ucap Dika membuka sedikit kaca mobilnya.
"Iya Kak nunggu ojek online tapi ga ada mulu"jawab Erina.
"Yaudah yuk aku anterin, daripada nunggu lama"tawar Dika namun Erina masih berpikir sepertinya Dika tahu.
"Ayo sebelum suami kamu pulang dan sebelum hujan"ucap Dika.
"Iya Kak"jawab Erina yang akhirnya menerima tawaran Dika, memang awan sudah sangat mendung seperti akan hujan.
Benar saja ketika mobil Dika bari jalan beberapa menit hujan langsung turun dengan derasnya.
"Tuhkan hujan, Gimana udah selesai?"tanya Dika sambil sesekali melirik Erina yang berada disampingnya.
"Iya, santay aja kok masih ada waktu"
Sepanjang jalan mereka hanya mengobrol tentang skripsi saja dan tentang sidang saja sebenarnya Erina ingin bertanya tentang Mila namun ia memilih diam karena memghargai privasi Kak Dika.
"Maafkan aku Eri, hatiku masih belum bisa melupakan kamuu"batin Dika.
Beberapa menit kemudian mereka akhirnya sampai juga di rumah Erina, namun Erina terkejut karena melihat Mobil Cakra yang sudah terparkir di garasi itu artinya suaminya sudah pulang.
"Sepertinya suami kamu udah pulang ya"ucap Dika.
__ADS_1
"Iya Kak, makasih ya udah di anterin kakak hati-hati di jalannya"ucap Erina lalu bersiap akan turun namun tangannya di cekal oleh Dika.
"Sebentar"ucap Dika lalu membuka pintu mobil tidak lupa ia sudah membuka payungnya dan sedikit berlari ke arah pintu samping.
"Ayo turun aku anterin payungnya cuma ada satu, kalo kamu kehujanan itu skripsi sama laptop kamu nanti bisa kena air hujan"ucap Dika.
Akhirnya Erina menurut, walaupun hatinya was-was takut Cakra melihat, Merka berbagi payung Dika mengatarkan Erina sampai ke teras depan rumahnya.
"Makasih Kak, mau mampir dulu Kak?"
"Tidak usah saya langsung pulang saja"jawab Dika lalu pamit pada Erina.
Erina menunggu sampai mobil Dika pergi dari rumahnya dan setelah itu Erina lalu masuk mencari Cakra.
"Mas udah pulang? tadi pulang jam berapa?"ucap Erina lalu mencium punggung tangan Cakra.
"Tadi Pas kamu naik ke mobil Dia, Kenapa ga minta suami jemput? malah pulang dianterin cowo lain"ucap Cakra namun matanya fokus pada laptop di pangkuannya.
"Jadi Mas Cakra jemput? kenapa tidak nelpon aku ga tau Mas, Maaf yaa"ucap Erina lembut memegang tangan Cakra.
"Sudahlah"jawab Cakra lalu pergi keluar kamar.
Erina hanya menarik nafas lelah, salah nya sendiri kenapa tidla menghubungi Cakra, akhirnya Erina memilih menbersihkan diri dan memikirkan cara membujuk suaminya itu.
__ADS_1