
Selesai mandi dan bersiap Cakra lalu menghampiri Erina dan Iky yang sudah menunggunya di ruang keluarga bersama Kak Dewi dan Bunda.
"Nak Bunda titip Iky gapapa kan?"ucap Bunda pada Cakra.
"Gapapa kok Bun, Rizky juga kan keponakan aku juga, Bunda sama Kak Dewi tenang aja aku sama Erina pasti bakal jagain Iky kok"ucap Cakra.
"Makasih ya"
"Iky jangan nakal ya disana harus nurut sama Aunty Erina sama Uncle Cakra nanti Mami sama Nenek kesana juga kok"ucap Lembut Kak Dewi pada Iky.
Sementara Iky hanya mengangguk ia tidak begitu paham maksud Maminya itu, tidak lama kemudian Taksi yang di pesan Cakra sudah sampai mereka lalu segera pergi.
Erina dari tadi hanya terdiam, ia begitu ingin tahu permasalahan yang menimpa Kakaknya namun ia juga engga untuk bertanya karena memang bukan urusannya biarlah nanti Kak Dewi sendiri yang menjelaskan ataupun Bunda.
"Kenapa melamun Sayang? masih mikirin Kak Dewi ya?"ucap Cakra sambil mengengam tangan Erina.
__ADS_1
Erina hanya mengangguk sambil menyadarkan kepalanya di bahu Sang Suami.
"Sudah ya jangan terlalu di pikirkan, sekarang lebih baik kita fokus jagain Iky aja yaa"ucap Cakra lembut ia tahu istrinya sangat sedih.
Cakra memang tidak tahu siapa Suami Kakak iparnya karena dari lamaran sampai menikah pun Kak Dewi tidak pernah mengajak Suaminya, Cakra hanya tahu ketika melihat foto pernikahan Kakaknya itu yang memang sengaja di pasang di Rumah Erina.
...----------------...
Sementara di rumah Bunda menangis kembali ketika Ayah datang setelah pulang kerja, Bunda langsung menjelaskan masalah yang menimpa putri sulung mereka.
"Kenapa kamu baru bilang sekarang nak ? Hampir 4 Tahun kalian menikah dan Ayah tidak bisa membayangkan itu, pantas saja kamu sering melarang Ayah dan Bunda untuk berkunjung kesana ternyata seperti ini, Ayah tidak terima lebih baik.kamu disini saja jika dia datang biar nanti Ayah hadapi"ucap Ayah dengan emosi di ubun-ubun.
"Terus sekarang Iky mana?"tanya Ayah mencari Cucu satu-satunya itu.
"Di bawa Erina, Bunda dan Dewi udah sepakat Iky tinggal sementara disana supaya aman"ucap Bunda.
__ADS_1
"Iya Ayah juga setuju lebih baik disana dulu"
ucap Ayah lalu menghampiri Dewi yang duduj di lantai sambil menangis.
"Tenang nak Ayah disini Ayah dan Bunda akan slalu ada buat kamu kita lewatin ini sama-sama"ucap Ayah memeluk Kak Dewi sambil menahan air matanya.
Tidak ada orangtua yang rela anaknya di perlakukan kasar oleh orang lain bahkan suaminya, mereka mengurus anak mereka dari kecil hingga dewasa tidak pernah sekalipun menyakiti anaknya sementara Orang lain berlabel suami tega sekali memeperlakukan anaknya hingga lebam-lebam kebiruan terlihat di wajahnya.
"Ya Allah kenapa putriku bisa mengalami hal seperti ini, Ayah janji nak Ayah akan mengambil kembali kamu dari Suamimu yang kejam itu, dan biarlah Ayah yang melindungi kalian"batin Ayah.
Setelah drama-drama menangis, Kak Dewi pergi istirahat ke kamarnya sementara Ayah dan Bunda berdiskusi mengenai langkah yang tepat menghadapi Gilang nantinya.
"Ternyata Firasat seorang ibu tidak salah, Bunda sudah curiga ketika Erina tunangan Dewi langsung pulang bahkan ketika Erina tunangan Dewi banyak melamun ternyata ini penyebabnya, Bunda greget bangett Yah"ucap Bunda.
"Tenang Bun, jangan emosi biar Ayah urus ini semua"ucap Ayah.
__ADS_1