Romantic Wedding

Romantic Wedding
Rencana Kak Dewi


__ADS_3

Selama tinggal di rumah Bunda, Erina benar-benar seperti kembali ke masa-masa sebelum menikah, tidak memikirkan tentang masak apa setiap hari Bunda dan Kak Dewi lah yang slalu menyiapkannya Erina untuk sementara dilarang memasak dulu.


Karena urusan makanan sudah di atur Bunda, tinggal Erina yang mengatur kebutuhan suaminya, seperti pagi ini Erina membantu menyiapkan segala kebutuhan Cakra.


"Udah selesai Mas"ucap Erina setelah membantu mengancingkan baju dinas yang di pakai Cakra.


"Makasih Sayang"jawab Cakra lalu mendekatkan tubuhnya untuk memeluk Erina.


"Yuk kita sarapan"ucap Erina pelan.


"Iya Sayang"


Mereka lalu pergi untuk sarapan, seperti biasa di ruang makan sudah ada Ayah Bunda dan juga Kak Dewi yang sibuk menyuapi Iky.


"aduh jagoan Aunty udah ganteng begini mau kemana nih?"tanya Erina sambil mencolek pipi Iky yang semakin hari semakin chubby.


"Mau sekolah dong, iya kan Mami?"


"Iya Sayang, Iky cuma ikut aja di Paud depan komplek"ucap Kak Dewi.


"Semangat ya sekolahnya"


"Siap Aunty"

__ADS_1


Setelah sarapan, seperti biasa Erina mengantar Cakra sampai ke depan teras.


"Hati-hati ya Mas, ingat kalo udah sampe kabarin ya"ucap Erina mengingatkan karena Cakra akhir-akhir ini sering lupa mengabari Erina karena sedang banyak pekerjaan.


"Iya Sayang Mas janji, kalo gitu Mas berangkat ya"


Erina menunggu hingga mobil Cakra sudah sangat jauh dan menghilang di tikungan depan dan setelah itu barulah ia masuk sedikit membantu pekerjaan rumah.


"Bun aku ke kamar dulu ya"ucap Erina setelah menjemur pakaian.


"Iya, Eh tunggu sebentar Eri, hampir aja Bunda lupa hari ini kamu di rumah sendirian ya Bunda mau ke rumah Bu Kades ada acara ibu-ibu Pkk nanti juga siang Kak Dewi pulang kok"


"Iya Bun, Eri udah besar kok.ga takut sendirian"ucap Erina terkekeh Bundanya masih menganggapnya seperti anak kecil saja.


Satu jam kemudian terdengar suara pintu di ketuk, dan ternyata Kak Dewi dan Iky yang baru pulang.


"Mau ga nih Kakak tadi beli rujak buah"


"Mau Kak, pedes ga?"tanya Erina


"Pedes dikit"ucap Kak Dewi yang membuat Erina tersenyum semenjak dari rumah sakit makanan Erina memang hanya sayuran dan beberapa protein jadi ia sedikit merindukan makanan pedas.


"Jangan kebanyakan ya walaupun pedesnya sedikit juga tapi kamu baru sembuh"ucap Kak Dewi memperingati Erina.

__ADS_1


"Iya Kak tenang aja"


Sambil makan rujak mereka sedikit berbincang namun lebih ke curhat antara Kakak beradik, Kak Dewi curhat tentang keinginannya mencari pekerjaan namun sampai saat ini belum ada perusahaan yang menerimanya sebelumnya Kak Dewi sudah mengirimkan lamarannya ke beberapa perusahan.


"Kakak pengen kerja tapi kasihan kalo harus ninggalin Iky dan juga Kakak ga enak sama Bunda kalo harus jagain dan urus Iky"ucap Kak Dewi.


"Tenang aja kak kalo soal Iky, nanti biar aku bantuin Bunda urus Iky"


"Kakak sebenanrnya sih punya rencanaya


pengen banget buka usaha gitu,warung atau toko kecil atau cafe shop juga gapapa"


"Nah bagus tuh secara kan Kakak jago masak apalagi jago di makanan manis, nanti aku juga bisa bantuin sekalian jaga Iky"jawab Erina semangat.


"Tapi kan semuanya butuh modal Eri, ga segampang itu"ucap Kak Dewi pesimis


"Oh kalo tentang itu aku nanti bicara sama Mas Cakra siapa tahu dia mau pinjamin kita modal"


"Gausahlah Kakak ga enak sama Cakra"


"Gapapa Kak, tenang aja biar nanti aku yang ngomongnya"


Erina begitu semangat karena selain ia juga bisa bantu-bantu untuk mngusir kebosanannya nanti ia juga semangat karena Erina ingin melihat Kak Dewi bisa bangkit dari masa lalunya.

__ADS_1


__ADS_2