
Menjelang sidang akhir Erina terus belajar dengan rajin, walaupun skripsinya sudah selesai namun tidak membuat Erina bermalas-malasan justru ia semakin rajin.
Erina akan belajar jika Cakra sedang bekerja dan kadang malampun Erina akan belajar.
Seperti malam ini setelah pergulatan panasnya dengan sanga suami, bukannya istirahat Erina malah lanjut kembali membuka laptopnya.
Ia baru akan tidur jika Cakr Bergerak-gerak mencari Erina. semenjak kejadian Erina di anntar Dika, Cakra malah semakin posesif dan semakin manja pastinya.
Ketika di pagi hari slalu ada saja drama Cakra yang tidak ingin pergi bekerja hanya karna tidak ingin jauh-jauh dari Erina.
"Ya ampun Mas, hari ini aku cuma ke kampus sebentar kok mau memperpanjang pinjaman buku, janji langsung pulang kok"ucap Erina.
"Iya iyaa asalkan tiap jam slalu ngabarin aja"jawab Cakra.
Hari ini memang Erina hanya meminjam buku saja dan bertemu Dika membahas tentang skripso namun Erina tidak bilang pada Cakra karna pasti Cakra akan ngambek dan ujung-ujungnya Erina harus membujuknya.
"Udah sih cuma bagian ini aja kalo bisa diubah sedikit lagi yaa"saran Dika.
__ADS_1
"Iya Kak Siap"jawan Erina sambil tanganya hormat seperri sedang upacara.
"Hahaha iya-iya baguss, semangat ya tinggal sedikit lagi kok"ucap Dika memberikan semangat.
"Iya kak makasih ya"jawab Erina senang.
Sementara Cakra kembali ke rumah mengambill dokumen-dokumen yang tertinggal.
"Katanya mau sebentar tapi udah mau dua jam belum pulang"batin Cakra ketika mendapati jika dirumahnya tidak ada siapa-siapa.
Saking panikmya mencark dokumen sampai-sampai Cakra tidak menyadari jika bajunya basah karna keringet akhirnya ia memutuskan mengganti bajunya dulu namun ketika hendak akan mengambil seragam baru Cakra tidak sengaja menjatuhkan obat yang terselip di bajunya.
Karena waktu sudah mempet Cakra langsung buru-buru mengganti seragam ya dan menyimpan kembali obatnya ke tempat semula dan Akan menanyakan nanti pada Erina.
Cakra buru-buru karna ada rapat yang mendadak dan ia lupa tidak membawa dokumennya dan untung saja Cakra tidak terlambat.
Walaupun raganya di ruang rapat namub pikiran Cakra berkelana memikirkan obat yang ditemukannya di lemari.
__ADS_1
"Itu obat apa ya? apa Erina sakit? atau punya penyakit? tapi kenapa ga bilang?"itulah beberapa pertanyaan yang berputar-putar di kepala Cakra.
Hampir 3 Jam Rapat akhirnya selesai juga, Cakra kembali ke ruangan namun ia mampir dulu ke pantry untuk membuat kopi tapi Cakra tidak sengaja melihat salah satu rekan wanita di kantornya sedang minum obat yang sama seperti obat yang ditemukan Cakra di lemari baju.
"Hmm maaf Bu, boleh saya tanya?"ucap Cakra ragu.
"Bolek Pak Cakra kenapa?"
"Itu obat yang ibu minum kalo boleh tahu obat apa ya?"tanya Cakra pada akhirnya karena penasaran ia memberanikan diri bertanya.
"Oh ini bukan obat Pak tapi Pil KB alias penunda kehamilan Pak, anak saya masih kecil.makanya saya minum ini memang ya kenapa ya Pak?"
"Oh gith engga kok bu kirain saya vitami tadinya saya mau minta"ucap Cakra beralasan.
Cakra langsung pamit ia tidak jadi membuat kopi tiba-tiba seleranya hilang, ia begiti terkejut karena ternyata selama ini Erina mengonsumsi Pil Penunda kehamilan, pantas saja mereka belum dikaruniai anak padahal usia pernikahan mereka sudah lumayan lama.
"Apakah karena kamu ingin menikmati waktu bersama Dika sampai-sampai kamu minum pil penunda kehamilan Erina"batin Cakra.
__ADS_1
Tiba-tiba mood nya hancur berantakan,memikirkan alasan mengapa Erina menyembunyikan tentang pil penunda kehamilan itu.