
Hari ini Erina pulang dengan raut wajah bahagia karena impiannya untuk menyelesaikan kuliah sudah semakin dekat dan kini ia hanya harus fokus untuk skripsinya supaya cepat selesai dengan di bantu Dika sebagai dosen pembimbingnya.
Setibanya di rumah Erina langsung beres-beres rumah dan masak untuk makan malam, Ayam kecap, Cah kangkung dan tempe mendoan sudah tersaji di atas meja makan.
Sambil menunggu suaminya pulang, Erina memilih mandi untuk menyegarkan tubuhnya ia juga sempat melakukan perawatan luluran, mungkin terlalu lebay tapi Erina ingin berbagi kebahagiaan dengn suminya meski tidak memberitahukannya.
Tepat pukul 4 sore Cakra sudah tiba di rumah ia tadi ada seminar di luar dan memilih untuk langsung pulang karena tadi Erina mengirimkan pesan jika ia sudah pulang.
"Tumben jam segini makanan udah ada"batin Cakra ketika melihat berbagai menu makanan tersaji di atas meja makan.
Cakra lalu pergi ke kamar mencari Erina dan tidak ada namun terdengar suara percikan air dan Cakra yakin jika Erina sedang mandi.
Beberapa menit kemudian Erina keluar dari kamar mandi dengan handuk yang hanya menutupi aset miliknya.
"Harum banget kamu habis luluran ya sayang?"tanya Cakra mengejutkan Erina.
Erina memang tidak melihat Cakra yang duduk di sofa dengan antengnha sambil melihat ke arahnya.
"Loh Mas kamu kapan pulang?"tanya Erina.
__ADS_1
"Sekitar sepuluh menit yang lalu Sayang, hmm kamu wangi bangett"ucap Cakra yang berjalan semakin dekat ke arah Erina.
"Oh gitu yaudah sana mandi terus nanti kita makan aku udah masak banyak"ucap Erina sambil berlalu pergi mencari bajunya di lemari.
Cakra langsung mengikuti Erina ia juga memeluk Erina dari belakang dengan erat entah mengapa Cakra merasa jika istrinya sedang bahagia.
"Apa Erina udah tanda-tanda hamil kah?"batin Cakra.
"Sayang lepasin lebih baik mandii sana"ucap Erina karena ruang geraknya sangat susah akibat ulah Cakra yang memeluknya begitu erat.
Bukannya menurut Cakra malah sengaja makin mengeratkan pelukannya hingga tubuhnya menempe pada Erina.
"Telat Sayang dia udah bangun, sekali aja ya pliss"ucap Cakra sambil tangannya tidak tinggal diam mencari benda favoritnya di balik handuk yang masih dikenakan Erina.
"Engga ah nanti malam aja ya, aku udah mandi Mas plis malam yaa janji deh double atau triple juga boleh"ucap Erina dengan santainya.
"Beneran yaa?"ucap Cakra semangat.
"Iya tapi sekarang kamu mandi sana habis itu kita makan ya"
__ADS_1
Cakra mengangguk ia begitu semangat menanti malam, ia bahkan langsung berlari ke kamar mandi hingga lupa membawa handuk.
"Ya ampun untung suami sendiri"gumam Erina ketika melihat tingkah Cakra yang seperti anak kecil harus di iming-imingin sesuatu baru mau mandi.
......................
Bunda tengah menemani Iky yang bermain lego di teras belakang.
"Bun, Erina memang jarang kesini ya?"ucap Kak Dewi yang baru datang sambil membawa cemilan dan minuman.
"Kamu belum tau ya, Erina kan lagi magang jadi ya senin-jumat magang dan sabtu minggu dia kuliah tapi jangan kasih tahu Cakra sama Ayah ya"ucap Bunda memelankan suaranya.
"Memangnya kenapa Bun?"ucap Kak Dewi penasaran.
"Iya jadi Erina ikut magang karna biar cepat selesai kuliahnya, dan biar cepet hamil Erina bilang sama Bunda kalo dia ga mau hamil ketika sedang kuliah takutnya kandungannya kenapa-kenapa kamu tahu sendiri kan Erina kalo udah fokus belajar suka kebangetan sampe lupa makan dan berujung sakit"
"Oh gitu iya Bun, aku ngerti tenang aja aku bakal jaga rahasia kok"
Dewj terenyuh begitu besar pengorbanan Erina untuk calon buah hatinya nanti, ia bahkan tidak berpikir seperti itu ketika kuliah lalu di lamar Gilang dan hamil ketika menyusun skripsi.
__ADS_1