
Erina sangat gugup sedari tadi sore, memang Cakra tidak langsung ngomong tapi dari pertanyaanya yang belum sempat Erina jawab karena Mama mengetuk pintu mengajak Erina untuk masak makan malam.
"Kasihan Mas Cakra kalo aku terus-terusan menghindar, pokoknya aku harus siap sekarang atau nanti sama aja"batin Erina.
Erina lalu berganti pakaian dengan baju tidur yang lumayan seksi, sembari menunggu Cakra yang masih mengobrol dengan Papanya.
"Haduh aku malu banget"gumam Erina yang melihat pantulan dirinya di cermin.
Erina lalu segera berbaring di ranjang menutupnya dengan selimut dan sembari menunggu ia memilih mencari tahu di artikel tentang cara menghadapi malam pertama.
Sekitar setengah jam barulah Cakra masuk dan melihat Erina yang sudah tertidur dengan selimut yang hampir menutupi seluruh tubuh Erina.
Cakra mendekati Erina memandangi wajah cantik Istrinya itu dan mencium sekilas pipu Erina dan segera beranjak pergi ke Kamar mandi.
Sebenarnya Erina baru saja tertidur dan ketika mendengar suara pintu di buka Erina bermiat membuka mata karena mendengar Cakra menghampirinya dan memandanginya lumayan lama dan terkakhir mencium pipinya.
"Aduh baru di cium pipi aja udah sedegdegan ini"batin Erina.
Erina lalu duduk bersandar pada sandaran Ranjang dan menyalakan TV ia tidak mau ketiduran lagi.
Cakra lalu keluar kamar mandi dan melihat tv menyala dan melihat ke arah ranjang ternyata Erina sedang duduk dan memandangi dirinya.
Cakra berniat menghampiri Erina namun terhenti ketika melihat Baju yang di pakai Erina.
"Mas kenapa ?"tanya Erina berusaha menutupi kegugupannya.
__ADS_1
"Mm tumben pake baju seksi"ucap Cakra langsung berjalan mendekat ke arah Erina.
"Iya Khusus untuk Mas, gimana suka ga ? apa aku ga cocok pake ini?"
"Sayang Mas slalu suka apapun yang ada di diri kamu, hmm berarti kamu siap kalo Mas minta hak Mas?"Ucap Cakra menatap Erina yang merona malu
"Aku siap Mas, ya walaupun jujur aja aku takut tapi aku percaya sama Mas"ucap Erina yakin.
"Tenang aja Mas akan melakukannya dengan lembut dan hati-hati, juju aja ini juga pertama kali buat Mas"ucap Cakra mulai memeluk tubuh Erina.
Cakra mulai mencium pucuk kepala Erina lalu turun bibir yang sangat candu untuknya.
Erina hanya menerima semua perlakuan Cakra, sesekali keluar desahan dari Erina karena Cakra yang teris menyusuri setiap.inci tubuh Erina.
setelah di rasa cukup untuk pemanasan Cakra bersiap menyatukan miliknya dengan milik Erina, susah payah Cakra mencoba memasuki area Erina dan Akhirnya mereka bersatu, Cakra sengaja mendiamkan dulu untuk Erina bisa terbiasa dengan miliknya yang ada di dalam.
Cakra menempati janjinya dengan melakukan penyatuan pertama mereka dengan sangat lembut.
Akhirnya setelah lelah melakukan aktifitas bahagia, Erina langsung tertidur sambil memeluk Tubuh Cakra.
"Terimakasih Sayang"ucap Cakra lalu ikut terlelap bersama dengan Erina.
(Waduh aku ga tau nulis apaan, intinya kaya gitu ajaa harap maklum ya).
Ketika subuh menjelang, Erina bangun terlebih dahulu ketika akan mengambil.bajunya yang berserakan di lantai Erina merasakan sakit di bagian bawah intinya.
__ADS_1
"Aww"
"Jangan bangun dulu, sebentar biar Mas aja yang ambilin bajunya"ucap Cakra yang langsung terbangun.
Entah sengaja atau mungkin lupa Cakra mengambil baju Erina yang berserakan dengan keadaan masih telanjang yang membuat Erina menutup wajahnya karena malu.
"Kenapa Sayang?"
"Mas bisa ga pakai baju dulu baru ambilin baju aku"ucap Erina
"Hey Sayang kamu harus terbiasa loh,dan lagi bukannya semalam kamu menikmatinya juga ya"goda Cakra
"Apaan sih Mas, buruan nanti keburu kesiangan loh"
Akhirnya Cakra mengendong Erina ke kamar mandi, mereka mandi bersama dan tidak melakukan hal lain walaupun sebenarnya Cakra ingin tapi berusaha menahannya karena merasa kasihan pada Erina.
"Hari ini libur kuliah kan?"tanya Cakra setelah mereka solat berjamaah.
"Libur Mas"
"Yasudah bagus mending kamu isturahat lagi aja"
"nanti aja kalo kamu udah berangkat kerja malu juga sama Mama"
"Iya Sayang"
__ADS_1
setelah menyiapkan pakaian untuk Cakra, Erina beranjak keluar membuatkan Teh untyk suaminya dan sekalian membantu mertuanya menyiapkan sarapan.