
Perayaan acara ulang tahun Iky di Rumah Bunda dilakukan secara sederhana hanya ada kue ulang tahu dan beberapa dekorasi tokoh kartu kesukaan Iky karena yang hadir hanya keluarga inti Erina, Cakra dan juga Mertua Erina dan Candra turut hadir untuk memeriahkan.
Setelah tadi pulang dari kantor Cakra, Erina langsung pergi membeli segala keperluan dekorasi dan juga Hadiah untuk Iky.
"Mas datang telat ya Sayang?"ucap Cakra ketika Erina menyambutnya di teras.
"Engga Mas belum mulai kok, ayo masuk kado nya jangan lupa nanti dia ngambek lagi ga di.bawain kado sama Om kesayangannya"ucap Erina terkekeh.
"Iya ini udah Mas bawa"jawab Cakra menunjukan paperbag yang dibawanya.
Setelah kumpul semua acara di mulai dengan memanjatkan Doa bersama untuk Iky dan untuk semuanya, lalu berlanjut memberikan kado, menyanyi dan makan kue.
"Ini Hadiah dari Om"ucap Cakra memberikan paper bag nya pada Iky yang sudah tersenyum senang ingin segera membukanya.
"Makasih Om"ucap Iky lalu mencium pipi Cakra sebagai bentuk terimakasih.
"Tadi aunty udah kasih kado kok ga di cium ya"ucap Erina menyindir Iky.
Iky langsung beringsut memeluk Erina dan mencium kedua pipi Erina.
"Makasih juga ya Aunty"ucap Iky.
__ADS_1
"Sama-sama sayangnya Aunty"
Semua orang sangat bahagia apalagi Iky yang tidak henti-hentinya bersorak kegirangan ketika membuka kado satu persatu.
"Mas ayo makan dulu aku temenin"ajak Erina pad Cakra.
"Iya Sayang"jawab Cakra.
Erina mengambilkan makanan untuk Cakra dan membawanya ke teras belakang yang lebih sunyi.
"Ini Mas makan dulu"
"Aku masih kenyang Mas, tadi pulang dari kantor kamu langsung makan"jawab Erina padahal selama seharian ia belum makan sama sekali lidahnya seperti menolak makanan yang masuk.
Ketika malam hari tiba Erina dan Cakra memutuskan untuk menginap, untung saja tadi Erina sempat membawa beberapa pakaian kantor dan piyama tidur Cakra.
"Mas sebentar ya aku mau ambil minum dulu kamu mau aku bikinin apa Mas ?"tanya Erina.
"Ga usah Sayang"Jawab Cakra lalu fokus kembali ke laptopnya.
Erina lalu segera pergi ke dapur namun sebenarnya tujuan utamanya bukan ke dapur melainkan ke kamar mandi, sedari tadi Erina merasa mual dan ingin muntah namun Erina sebisa mungkin tahan takut Cakra khawatir.
__ADS_1
"Sepertinya Maagku kambuh"gumam Erina.
Erina lalu mencaro obat yang biasa ia konsumsi jika maag nya kambuh karrna biasanya Bundanya slalu menyimpan stok dan untung saja ada jadi Erina langsung meminumnya.
"Erina kamu lagi ngapain di dapur?"ucap Kak Dewi yang tiba-tiba datang.
"Ini habis bawa minum Kak, Iky udah tidur Kak?"tanya Erina basa basi takut Kakaknya tau jika baru saja minum obat.
"Udah langsung tidur mungkin kecapean"
"Kalo gitu aku pamit ke kamar dulu ya Kak"ucap Erina lalu buru-buru pergi.
Erina takut Kakaknya tahu dan malah cerita ke Bunda otomatis nanti Cakra tahu karena Bunda pasti langsung marah jika Maag Erina kambuh.
"Semoga Kak Dewi ga curiga"batin Erina.
Karena Cakra yang masih sibuk dengan komputer lipatnya Erina memilih untuk tidur duluan walaupun sebenarnya ia tidak bisa tidur karena merasakan sakit di bagian ulu hati.
"Sayang kamu kenapa?"ucap Cakra khawatir melihat Erina yang sepertinya tidak nyaman.
"Emm gapapa Mas"jawab Erina lalu membelakangi Cakra dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal.
__ADS_1